Sempat Tuai Kontroversi, Zakir Naik Minta Maaf pada Rakyat Malaysia

Oleh Siti Khotimah pada 20 Agu 2019, 13:03 WIB
Sosok ulama kontroversial Zakir Naik (AFP/Saw Siow Feng)

Liputan6.com, Putrajaya - Penceramah asal India, Zakir Naik sempat menjadi buah bibir di Malaysia. Pidatonya sempat jadi kontroversi, dianggap rasis di negara multi-etnis itu.

Baru-baru ini, ustaz kondang itu meminta maaf kepada rakyat Negeri Jiran. Ia menyatakan dirinya tidaklah rasis.

Ia menyebut para pengkritik telah memelintir kalimatnya, menambah "pemalsuan aneh ke dalamnya" seperti dikutip dari media Malaysia The Star, Selasa (20/8/2019). 

"Meskipun saya telah mengklarifikasi diri saya sendiri, saya merasa saya berutang permintaan maaf kepada semua orang yang merasa sakit hati karena kesalahpahaman ini," kata Zakir Naik pada hari ini. "Saya tidak ingin ada di antara Anda yang menyimpan perasaan yang tidak enak pada saya."

Dalam kesempatan itu, Naik menyebut rasisme bertentangan dengan prinsip dasar Islam. Sementara ia mengklaim dirinya memiliki misi "untuk menyebarkan perdamaian di seluruh dunia" namun harus menghadapi para "pencela yang mencoba mencegahnya menjalankan misi."

"Seperti yang pasti Anda perhatikan selama beberapa hari terakhir, saya dituduh menyebabkan perselisihan rasial di negara ini dan para pencela saya menggunakan kalimat selektif yang diambil di luar konteks dan menambahkan pemalsuan aneh ke dalamnya," kata sang penceramah yang kondang di platform YouTube itu.

"Itu juga membuat saya khawatir karena orang-orang yang terluka belum mendengar pidato saya tetapi mendasarkan kesan mereka pada kutipan di luar konteks saya," lanjutnya.

Zakir Naik mengimbau warga Malaysia, khususnya non-Muslim, untuk mendengarkan pidatonya secara keseluruhan.

"Ceramah saya ada di YouTube, Peace TV, dan aplikasi seluler Peace TV," katanya merujuk pada program yang ia dirikan dan ia kepalai sendiri.

2 of 3

Mengucapkan Terima Kasih ke Para Pendukung

Zakir Naik Bertemu dengan Ketua MPR
Ulama asal India, Zakir Naik saat ingin bertemu Ketua MPR, Zulkifli Hasan di Gedung Nusantara III, Jakarta, Jumat (31/3). Zakir Naik mengaku terkesan bisa hadir di Indonesia dengan negara berpenduduk mayoritas Muslim. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pada bagian penutup pidato itu, Zakir Naik mengucap terima kasih kepada orang-orang yang telah mendukungnya.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada kalian semua. Jazaakallaahu Khairan. Semoga Allah membalas kalian semua dengan yang terbaik," ungkapnya.

Pada Senin 19 Agustus 2019 Zakir Naik sempat diinterogasi selama 10 jam oleh polisi di Bukit Aman. Ia berpotensi dijerat dengan Pasal 504 KUHP untuk penghinaan yang disengaja dengan maksud untuk memprovokasi pelanggaran perdamaian.

Saat ini proses penyelidikan masih berlangsung atas komentar rasialnya yang dibuat selama kuliah di Kota Baru, Kelantan, yang telah memicu 115 keluhan publik.

 

3 of 3

Ini Kalimat yang Bikin Berang Malaysia

[Bintang] Bakal Menyambangi Yogyakarta, Ini 3 Fakta Tentang Dr Zakir Naik
Dr. Zakir Naik dikenal sebagai penceramah yang tegas. | via: 3.bp.blogspot.com

Sementara itu, banyak pihak yang terus bertanya-tanya tentang kalimat apa yang pernah disampaikan oleh Zakir Naik hingga menimbulkan gejolak dalam Negeri Jiran.

Sebagaimana telah diwartakan sebelumnya oleh Liputan6.com, Zakir Naik sempat dituding mengkritik non-muslim di Malaysia,

Dalam sebuah ceramah agama di Kota Baru, baru-baru ini, ia meminta orang China Malaysia untuk "kembali" terlebih dahulu karena mereka adalah "tamu lama" di negara itu, seperti diwartakan The Star. Pernyataan Zakir Naik itu sebagai tanggapan terhadap kemungkinan deportasinya dari Negeri Jiran.

Dalam kesempatan yang sama, Zakir Naik juga membandingkan umat Hindu di Malaysia dengan muslim di India.

Ia mengatakan, umat Hindu di Negeri Jiran menikmati hak yang lebih banyak di Malaysia dibandingkan dengan muslim di India.

Dia kemudian menuduh orang-orang Hindu di Malaysia lebih loyal kepada Perdana Menteri India Narendra Modi dibandingkan dengan Tun Dr. Mahathir Mohamad.

Lanjutkan Membaca ↓