Pesta Rakyat Mewarnai Peringatan HUT ke-74 RI di KBRI Stockholm

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 18 Agu 2019, 11:02 WIB
Diperbarui 18 Agu 2019, 11:02 WIB
(sumber: KBRI Stockholm)

Liputan6.com, Stockholm - "Hiduplah Indonesia Raya...", terdengar lagu Indonesia Raya dinyanyikan dengan semangat dan penuh hikmat.

Pagi hari pukul 09.00 waktu setempat, tanggal 17 Agustus 2019, bertempat di Wisma Duta RI, Lidingo, Stockholm, Swedia; ratusan WNI di sana mengikuti Upacara Bendera dalam memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-74.

"Kita butuh ilmu pengetahuan dan teknologi yang membuat kita bisa melompat dan mendahului bangsa lain. Kita butuh terobosan-terobosan jalan pintas yang cerdik yang mudah yang cepat," ujar Dubes RI untuk Swedia, Bagas Hapsoro, yang bertindak selaku Pembina Upacara, dalam Amanat pada Upacara Bendera HUT RI ke-74, yang diintisarikan dari Pidato Kenegaraan Presiden RI, 16 Agustus 2019.

Ditambahkan Dubes Bagas bahwa Indonesia membutuhkan SDM unggul yang berhati Indonesia, berideologi Pancasila, unggul, toleran, berakhlak mulia yang mau terus belajar, bekerja keras, dan berdedikasi tinggi, demikian seperti dikutip dari rilis KBRI Stockholm yang dimuat Liputan6.com, Minggu (18/8/2019).

Ratusan WNI terlihat memadati tempat upacara. Diantara para WNI tersebut, terdapat sejumlah sesepuh dan WNI yang telah tinggal lebih dari 30 tahun di Swedia.

Raut kegembiraan dan kebanggaan ketika Indonesia Raya berkumandang, tercermin dari wajah para peserta upacara. Tidak sedikit yang terharu dan bahkan menitikkan air mata ketika Bendera Merah Putih dikibarkan.

 

2 dari 3 halaman

Pesta Rakyat

(sumber: KBRI Stockholm)
(sumber: KBRI Stockholm)

Selesai upacara, seluruh peserta bersiap melangsungkan Pesta Rakyat.

Pesta Rakyat tahun ini dimeriahkan oleh banyak penampil. Diantaranya Tari Piring, Tari Ondel-Ondel, Tari Topeng Kipas Betawi, dan Tari Nandak Ganjen oleh Bagus Föreningen (Swedish Indonesia Bagus Organization), Tari Kuda Lumping oleh Ibu Juju Ekberg, dan Tari Saman oleh rekan-rekan pelajar yang tergabung dalam PPI Swedia.

Tidak lupa juga penampilan musik akustik dan band, dimana Dubes Bagas turut menampilkan keahlian bermain keyboard.

Keceriaan makin memuncak ketika dilakukan perlombaan-perlombaan gembira bagi anak-anak dan dewasa. Salah satunya adalah lomba oper tepung bagi dewasa, dimana tiap tim yang terdiri dari 5 orang mengoper tepung ke rekan satu tim dibelakangnya hanya dengan tangan.

Riuh rendah suporter dan para penonton, semakin menambah keriaan suasana.

Tidak hanya pertunjukkan di panggung gembira, masyarakat yang datang juga dimanjakan dengan bazaar penjualan makanan khas Indonesia. Dapat ditemukan berbagai makanan, seperti sate ayam, bakso, bakmi, hingga gorengan, panada, dan jajanan pasar.

Banyak juga masyarakat yang hadir mengenakan pakaian tradisional daerah di Indonesia. Seperti pasangan Sdr. Fajar dan Sdri. Laurina yang mengenakan busana khas Betawi.

"Kapan lagi bisa jadi Abang-None untuk satu hari," ujar Laurina.

Total tercatat lebih dari 300 WNI yang menghadiri kegiatan Pesta Rakyat tersebut.

Peringatan HUT RI tahun ini dirasakan cukup spesial, karena tahun ini, tanggal 17 Agustus jatuh pada hari Sabtu, sehingga kegiatan upacara dan Pesta Rakyat dilangsungkan sekaligus di satu hari. Antusiasme para WNI tercermin dari tumpah ruahnya kehadiran di hari itu.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓