Jika Terbukti Ekstremis, Zakir Naik Dilarang Tinggal di Sabah Malaysia

Oleh Siti Khotimah pada 16 Agu 2019, 15:35 WIB
Zakir Naik terancam diusir dari Malaysia (AFP)

Liputan6.com, Putrajaya - Pemerintah Negeri Sabah, Malaysia, tak akan ragu melarang Zakir Naik tinggal di negaranya jika terbukti memiliki pandangan agama yang ekstrem.

Meski demikian, Ketua Menteri Sabah Shafie Apdal mengatakan, pihaknya belum menerima laporan dari departemen agama sehubungan dengan masalah itu.

"Jika ada laporan dan bukti yang jelas, kami tidak akan ragu untuk melarang (Zakir)," katanya seperti dilansir dari portal berita daring Malaysiakini.com, Jumat (16/8/2019).

"Ini adalah yurisdiksi pemerintah negara bagian, tetapi laporan seperti itu belum saya ketahui," katanya.

Pada 3 Agustus lalu, Zakir Naik dilaporkan menyampaikan hal kontroversial, mengklaim orang Hindu Malaysia lebih loyal kepada Perdana Menteri India Narendra Modi daripada Perdana Menteri Dr Mahathir Mohamad.

Zakir Naik yang saat ini tengah diburu India dalam dugaan pencucian uang, juga dilaporkan membuat pernyataan rasis terhadap komunitas China di Negeri Jiran.

Dalam sebuah ceramah agama di Kota Baru baru-baru ini, ia meminta orang China Malaysia untuk "kembali" terlebih dahulu karena mereka adalah "tamu lama" di negara itu, seperti diwartakan The Star. Hal itu disinyalir sebagai tanggapan terhadap seruan untuk deportasinya dari negara tersebut.

 

2 of 3

Bikin Pemuka Politik Jengah

Bendera Malaysia (AFP PHOTO)
Bendera Malaysia (AFP PHOTO)

Pidato Zakir Naik mendulang kontroversi dan dikritik banyak warga Negeri Jiran.

Menteri Perumahan dan Pemerintah Daerah Zuraida Kamaruddin mengatakan, dengan meningkatnya sentimen terhadap Zakir, pemerintah harus "berurusan secara benar dengan seseorang yang telah menyalahgunakan" sambutan baik negaranya.

"Zakir sekarang di luar kendali dan dia telah merusak kepercayaan kita. Terlebih lagi, dia sekarang dieksploitasi oleh oposisi," kata Zuraida.

Sementara itu, Menteri Perdagangan dan Industri Internasional Darell Leiking mengatakan, izin tinggal Zakir Naik harus dicabut karena telah mencampuri "suasana negara".

"Ketika Anda memasuki suatu negara, Anda tidak boleh menghasut atau mengomentari kesetiaan warga. Pihak berwenang harus meninjau status izin tinggalnya dan menyatakan posisi mereka untuk Zakir. Malaysia sebagai negara multiras dan multireligius memiliki tantangan tersendiri," katanya.

"Kami tidak perlu tokoh kontroversial untuk mengajar kami apa yang harus dilakukan," tambahnya.

Sebelum ini, Menteri Komunikasi dan Multimedia Gobind Singh Deo, Menteri Sumber Daya Manusia M. Kulasegaran, Menteri Air, Tanah dan Sumber Daya Alam Dr Xavier Jayakumar dan Menteri Pemuda dan Olahraga, Syed Saddiq. Syed Abdul Rahman telah meminta agar Zakir Naik diusir.

3 of 3

Gemakan Persatuan dalam Keragaman

Bendera Malaysia (iStockphoto via Google Images)
Bendera Malaysia (iStockphoto via Google Images)

Para pemimpin empat partai politik yang berkuasa di Pakatan Harapan telah meminta rakyat untuk mencegah polemik yang berpotensi memecah belah.

Presiden PKR Anwar Ibrahim, presiden Bersatu Tan Sri Muhyiddin Yassin, sekretaris jenderal DAP Lim Guan Eng dan presiden Amanah Mohamad Sabu berpendapat, kebebasan berekspresi harus digunakan dengan hati-hati.

Mereka mengatakan retorika kontroversial yang berdampak negatif bagi persatuan nasional harus disingkirkan.

"Untuk maju, kita membutuhkan komitmen yang kuat, ketulusan, kepercayaan pada orang-orang dan visi yang jelas," kata mereka dalam pernyataan bersama.

Mereka juga mendesak pemerintah untuk menegakkan Konstitusi Federal dan supremasi hukum.

"Dalam beberapa hari terakhir, warga Malaysia telah berbicara tentang berbagai masalah seperti tantangan ekonomi, ras dan persepsi agama, pengajaran khat untuk masalah pembangunan. Saat ini, orang-orang dapat dengan mudah menyiarkan pandangan mereka di media sosial dan arus utama," kata pernyataan itu.

"Ketika kita mendekati Hari Kemerdekaan ke-62 dan Hari Malaysia ke-56, kita harus mengambil kesempatan untuk memikirkan keberhasilan yang telah kita capai bersama dan tantangan yang harus kita atasi untuk membangun masyarakat yang bersih, adil dan sukses," lanjut pernyataan itu.

"Malaysia sebagai negara multi ras dan multi agama membutuhkan harmoni dan ketertiban. Kita terdiri dari berbagai ras, agama dan budaya. Keragaman ini harus dijunjung tinggi dan dihormati oleh semua lapisan masyarakat," tambah mereka.

Sementara itu, PM Malaysia Mahathir Muhammad mengatakan, negaranya berada dalam situasi sulit karena Zakir Naik adalah "tamu yang tidak disukai yang tidak dapat dikirim Malaysia" kembali ke India. Dalam suatu kesempatan, ia takut sang penceramah itu akan menghadapi hukuman yang tidak adil di negara asalnya.

Lanjutkan Membaca ↓