Panggil Dubes Pakistan dan India, Menlu RI Serukan Dialog Solusi Konflik Kashmir

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 15 Agu 2019, 14:31 WIB
Diperbarui 17 Agu 2019, 14:13 WIB
Bahas Perdamaian, Menlu Afghanistan Temui Retno Marsudi

Liputan6.com, Jakarta - PLT Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah menyampaikan bahwa Menlu Retno Marsudi telah bertemu dengan Duta Besar dari India dan Pakistan terkait solusi konflik Kashmir yang menjadi isu regional di kawasan tersebut.

"Menlu Retno Marsudi telah bertemu dan berdialog dengan Dubes Pakistan dan Wakil Dubes India terkait isu regional di kawasan tersebut," ujar Faizasyah.

"Dalam pertemuan tersebut pada prinsipnya Menlu Retno telah mendengarkan perspektif dari kedua negara. Berangkat dari informasi tersebut Indonesia juga telah menyampaikan sebuah pesan yaitu pesan perdamaian," tambahnya.

Bagi Menlu Retno Marsudi Pakistan dan India adalah negara sahabat Indonesia dan penting bagi RI.

"Pakistan dan India sangat penting bagi Indonesia dan merupakan negara sahabat bagi RI. Menlu juga percaya bahwa kedua negara bisa berkontribusi bagi perdamaian dunia," jelas Faizasyah.

"Tak hanya berkontribusi bagi perdamaian kawasan tetapi juga berkontribusi di dunia," tambahnya.

Pihak Kemenlu juga menegaskan bahwa konflik terbuka tidak akan menguntungkan pihak manapun. Justru merugikan kedua negara dan akan jadi ancaman terhadap kesejahteraan masyarakat. 

"Berangkat dari permasalahan kni kami mendorong adanya dialog dan komunikasi antar kedua belah pihak yaitu Pakistan dan India," jelas Faizasyah. 

2 dari 3 halaman

Pakistan Rayakan Hari Kemerdekaan di Tengah Ketegangan dengan India

Imran Khan, Perdana Menteri Pakistan yang dulunya merupakan mantan atlet kriket dan selebritas nasional (AP)
Imran Khan, Perdana Menteri Pakistan yang dulunya merupakan mantan atlet kriket dan selebritas nasional (AP)

Di tengah panasnya hubungan kedua negara, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, Rabu (14/8), memperingatkan, tindakan-tindakan kontroversial India di kawasan Jammu dan Kashmir yang disengketakan telah membahayakan perdamaian regional.

Khan membuat pernyataan itu saat perayaan Hari Kemerdekaan negaranya, lebih dari sepekan setelah India secara sepihak membatalkan status semi-otonomi bagi wilayahnya di kawasan Himalaya yang terbagi antara kedua negara itu, demikian dikutip dari laman VOA Indonesia.

Pemerintah India juga mengerahkan puluhan ribu tentara tambahan dan menempatkan jutaan warga Kashmir dalam pengawasan keamanan ketat untuk menghentikan reaksi kekerasan yang menyebar luas.

"Hari Kemerdekaan adalah peluang meraih kebahagiaan besar, namun sekarang kita sedih memikirkan nasib saudara-saudara Kashmir kita di kawasan Jammu dan Kashmir. Mereka adalah korban penindasan India," kata Khan.

Ia kemudian bersumpah bahwa Pakistan akan membela saudara-saudara Kashmir-nya.

Khan, Rabu (14/8), juga melawat ke kawasan yang dikontrol Pakistan di wilayah yang disengketakan itu, yang dikenal sebagai Azad Kashmir, untuk menunjukkan solidaritas terhadap orang-orang Kashmir yang hidup di wilayah yang dikontrol India.

Menanggapi keputusan New Delhi 5 Agustus lalu, Islamabad telah mengusir utusan tinggi India untuk Pakistan, serta menghentikan semua perdagangan bilateral dan transportasi publik yang menghubungkan kedua negara.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓