Hong Kong Belum Kondusif, Ini Imbauan Pemerintah RI untuk WNI

Oleh Tanti Yulianingsih pada 14 Agu 2019, 06:44 WIB
Ilustrasi Bandara Internasional Hong Kong, atau HKIA (AP Photo)

Liputan6.com, Hong Kong - Memperhatikan perkembangan terkini di Hong Kong, khususnya demonstrasi yang sporadis di berbagai lokasi, termasuk di Bandara Internasional Hong Kong, Pemerintah Indonesia mengeluarkan imbauan untuk para WNI yang ada di wilayah tersebut.

Melalui KJRI Hong Kong, pemerintah mengimbau WNI agar selalu memperhatikan kondisi terkini di sana.

"Bagi yang merencanakan bepergian ke Hong Kong, agar mencermati perkembangan keamanan terakhir, termasuk melalui aplikasi safe travel Kemlu," ujar Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam keterangan tertulisnya yang Liputan6.com muat Rabu (14/8/2019).

Selain itu, pemerintah juga mengimbau para WNI agar tak melakukan perjalanan ke Hong Kong jika tak ada hal mendesak. "Sebaiknya ditunda hingga situasi lebih kondusif."

Sementara bagi yang menetap di wilayah Hong Kong, diminta agar tetap tenang dan waspada.

"Jauhi lokasi berkumpulnya massa, tidak terlibat dalam kegiatan politik setempat, serta senantiasa mengikuti imbauan dari otoritas setempat serta memantau informasi di laman FB KJRI Hong Kong (fb.com/kjrihk).

Dalam keadaan darurat, hotline KJRI Hong Kong dapat dikontak melalui Whatsapp nomor +852 6894 2799 / +852 6773 0466 / +852 5294 4184 atau melalui Tombol Darurat aplikasi Safe Travel Kementerian Luar Negeri RI.

2 of 3

WNI Diterbangkan Bertahap

Bendera Hong Kong dan China berkibar berdampingan (AFP)
Bendera Hong Kong dan China berkibar berdampingan (AFP)

Sebelumnya, WNI di Hong Kong yang terdampak demo dilaporkan dalam kondisi relatif aman.

Terdapat 75 WNI terdampak atas pembatalan penerbangan di bandara internasional Hong Kong kemarin. KJRI setempat juga telah mengirim tim untuk membantu.

"Ke-75 WNI tersebut telah mendapat jadwal penerbangan kembali ke Tanah Air (Selasa) sore dan malam," ujar pihak KJRI Hong Kong dalam keterangan tertulisnya.

Berikut ini data WNI yang sudah diterbangkan kembali ke ibu kota.

Gelombang 1 CX 719 Selasa Pukul 15.50

1. Felix C Sutanto

2. Albert C Sutanto

3. Danandra Indra Damulario

4. Dennis Josua Tiwa

5. I Gede Siman Sudartawa

6. AA Istri Kania Ratih

7. Gemma Allegra Halim

8. Marifa Herman Yus9. Angel Gabriella Yus

10. Dwiki Anugrah

11. Adityastha RW

12. Matsui Hiroyuki

13. M Akbar Nasution

14. Nuraini Kirana Maharani

Gelombang 2 CX 797 Selasa Pukul 19.05

1. H Turmudzi

2. Deni Wardeni

3. Michael Satio

4. Gagarin Nathanael

5. Ilham Ahmad Turmudzi

6. Ernest Fabian Wijaya

7. Joe Aditya

8. Putera M Randa

3 of 3

Atlet Renang WNI Terdampak

Massa pro demokrasi Hong Kong menggelar aksi duduk di bandara internasional pada 9 Agustus 2019 (AFP PHOTO)
Massa pro demokrasi Hong Kong menggelar aksi duduk di bandara internasional pada 9 Agustus 2019 (AFP PHOTO)

Tim Renang DKI Jakarta sempat terjebak di Bandara International Hong Kong. Mereka gagal pulang ke Indonesia akibat pembatalan seluruh jadwal penerbangan yang merupakan dampak dari aksi warga sipil menduduki salah satu bandara tersibuk di dunia itu.

Salah satu anggota dari Tim Renang DKI Jakarta bernama Putera Randa mengatakan, waktu kepulangan ke Jakarta semula dijadwalkan pada Senin 12 Agustus.

Namun, seluruh anggota dari tim renang hingga hingga hari Selasa masih menunggu jadwal penerbangan di Bandara Hong Kong.

"Seharusnya jadwal penerbangan kemarin, jam 7 malam menggunakan Cathay Pacific," ujar Randa saat dihubungi oleh Liputan6.com, Selasa 13 Agustus 2019.

"Semalam sempat menginap di KJRI Hong Kong. Pagi ini sudah ada di bandara untuk melihat jadwal penerbangan," tambahnya.

Randa juga menyebutkan seluruh tim masih belum bisa pulang. Bukan hanya tim renang dari Indonesia yang belum bisa pulang ke negara masing-masing. Menurut pantauannya, ada sejumlah atlet dari negara lain yang bernasib sama.

"Ada atlet dari Thailand dan Filipina yang saya liat masih ada di airport," kata Randa.

Sementara itu, Petugas Pelaksana Humas KJRI Hong Kong Mandala Purba mengatakan bahwa seluruh tim renang yang sempat bermalam di KJRI telah berangkat ke bandara sejak pukul 10.00 pagi waktu setempat.

"Seluruh tim renang DKI Jakarta sudah menuju airport sejak pukul 10.00 pagi untuk melakukan pemeriksaan jadwal penerbangan," ujar Mandala.

Selain tim renang DKI Jakarta, Mandala juga mengatakan bahwa ada sejumlah WNI lain yang terjebak di bandara dan tidak bisa pulang ke Indonesia.

"Ada sejumlah pekerja yang belum bisa pulang dan ada juga beberapa WNI yang hendak menuju negara lain masih terhambat perjalanannya," jelas Mandala.

"Kami tidak hanya memantau, beberapa pihak dari KJRI Hong Kong turut mendampingi para WNI yang masih beradi di bandara menunggu jadwal penerbangan," kata Mandala.

Sekitar 180 penerbangan yang meninggalkan Bandara Internasional Hong Kong (HKIA) dari Senin kemarin telah dibatalkan.

Keberangkatan terjadwal pertama yang diumumkan adalah penerbangan Hong Kong Airlines ke Haikou, China, pada Selasa, 13 Agustus pukul 07.00 WIB.

Dikutip dari CNN, ribuan demonstran berpakaian hitam menduduki HKIA, sementara ratusan lainnya dilaporkan terus bergabung dari berbagai wilayah Hong Kong.

Sebelumnya pada Senin pagi, banyak troli dan pembatas antrean disusun untuk menghalangi akses ke area check-in oleh petugas keamanan bandara. Namun kemudian, diterobos oleh demonstran yang menyeruak ke terminal kedatangan dan keberangkatan.

Banyak pelancong terperangkap di dalam bandara. Namun, para pengunjuk rasa berusaha membantu mereka. Saksi mata mengatakan, kerumunan massa selalu membuka jalan setiap kali penumpang harus melewati konter check-in.

Meski begitu, banyaknya demonstran tetap membuat situasi di bandara kacau-balau, di mana layanan check-in telah resmi ditutup sementara dan semua penerbangan yang berangkat dari Hong Kong dibatalkan.

Lanjutkan Membaca ↓