Erupsi Gunung Asama di Jepang, Otoritas: Tingkat Siaga Jadi 3

Oleh Afra Augesti pada 09 Agu 2019, 14:23 WIB
Diperbarui 09 Agu 2019, 15:18 WIB
Gunung Asama di Jepang

Liputan6.com, Tokyo - Gunung Asama yang berada di dekat Tokyo, meletus untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir, pada Rabu 7 Agustus 2019, pukul 22.08 waktu Jepang.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) telah menaikkan status gunung berapi tersebut, dari yang semula level 2 menjadi level 3. Otoritas pun mengeluarkan peringatan kepada orang-orang, khususnya warga lokal dan wisatawan, agar tidak mendekati Gunung Asama.

JMA menegaskan, batu-batu besar dan aliran gas panas telah memengaruhi radius 4 km dari kawah. Selain itu, kota-kota yang berada di dekat gunung dapat dihantam oleh material vulkanik, termasuk kerikil dan abu, tergantung pada angin yang berembus.

Seorang pejabat JMA mengatakan bahwa gas panas masih dimuntahkan ke udara, tetapi pada tingkat 'normal'.

Menurut situs The Watchers, yang dikutip pada Jumat (9/8/2019), abu letusan Gunung Asama dilaporkan membumbung setinggi 4.300 meter ke udara (di atas permukaan laut) atau sekitar 1.800 meter di atas kawah.

Gunung Asama terletak sekitar 140 km barat laut Tokyo, ibu kota Jepang. Gunung berapi ini telah memiliki beberapa letusan plinian (letusan yang ditandai dengan semburan gas dan abu vulkanik yang menyembur tinggi hingga stratosfer), dua di antaranya terjadi pada tahun 1108 (VEI 5) dan tahun 1783 (VEI 4) yang menewaskan sekitar 35.000 orang.

Sedangkan letusan terakhir terjadi pada tahun 2015 (VEI 1). VEI adalah Volcanic Explosivity Index, ukuran relatif dari letusan gunung berapi.

2 of 4

Ada Pijar

Gunung Asama dilihat dari utara Jepang. (Wikimedia)
Gunung Asama dilihat dari utara Jepang. (Wikimedia)

Selain itu, JMA mengatakan pihaknya memperkirakan akan terjadi lebih banyak letusan, yang dapat mempengaruhi kehidupan di sekitar Gunung Asama.

Aliran piroklastik dimungkinkan muncul dalam jarak 4 km (2,5 mil) dari kawah. JMA pun mendesak penduduk dan wisatawan untuk tidak mendekati gunung berapi.

JMA menambahkan, aktivitas gunung berapi itu semakin meningkat selama paruh pertama Juni 2019. Dari 2-5 Juni, abu gunung mencuat setinggi 400 meter di atas kawah aktif.

Pijar pun dilaporkan terlihat dari kawah puncak --pijar pertama yang terlihat sejak 23 Desember 2017. Fluks sulfur dioksida dihempaskan ke udara sebanyak kurang dari 900 ton per hari --bila diukur sejak 2 Juni.

3 of 4

Rangkuman Geologis

Ring of Fire
(Sumber Wikimedia Commons)

Asama adalah gunung berapi yang paling aktif yang terletak di persimpangan busur vulkanik Izu-Bonin-Mariana (IBM) dan Northeastern Japan.

IBM adalah batas konvergen lempeng tektonik. Sistem busur ini membentang lebih dari 2.800 km selatan Tokyo hingga Guam, dan mencakup Kepulauan Izu, Kepulauan Bonin, dan Kepulauan Mariana. Sistem busur IBM berada di bawah laut.

Sedangkan Northeastern Japan adalah sebuah busur pulau di Cincin Api Pasifik. Busur ini membentang dari utara ke selatan di sepanjang wilayah Tohoku di Honshu. Ini juga merupakan hasil subduksi Lempeng Pasifik di bawah Lempeng Okhotsk di Palung Jepang.

 

4 of 4

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Facebook
Gambar peta kepadatan Facebook demografis penduduk di Jepang. (Dok Facebook Indonesia)
Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by