5 Alasan Bercerai Paling Umum di Meja Persidangan

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 07 Agu 2019, 20:01 WIB
Diperbarui 25 Sep 2019, 16:38 WIB
Perceraian

Liputan6.com, Jakarta - Setiap kehidupan rumah tangga tak lepas dari berbagai persoalan. Masalah dan konflik yang hadir bisa jadi bagian dari proses pendewasaan bersama pasangan. Namun, adakalanya masalah tertentu bisa memicu kasus cerai, meskipun pada awalnya mereka saling mencintai.

Perceraian merupakan kasus yang kerap melanda masyarakat di seluruh dunia. Kasus cerai disebabkan oleh sejumlah alasan dan faktor.

Dari sekian banyak alasan, ada sejumlah permasalahan yang kerap melanda. Seperti dikutip dari laman marriage.com, Rabu (7/8/2019) berikut 5 alasan paling umum saat cerai:

 

2 of 7

1. Perselingkuhan

Perceraian
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Perselingkuhan jadi alasan perceraian paling lazim terjadi di dunia. Alasan mengapa orang selingkuh tidak sama.

Ada yang memang terjadi lantaran hasrat dan ada pula yang tidak mendapat cinta dari pasangannya. Perselingkuhan semacam ini bisa jadi biang kerusakan rumah tangga.

Alasan orang ketiga kerap diungkap dalam persidangan.

 

3 of 7

2. Uang

Ilustrasi Sidang Cerai
(ilustrasi)

Masalah ekonomi juga jadi alasan umum dalam sebuah perceraian. Suami yang tidak bisa memberi nafkah pada istri rentan bercerai.

Apalagi ketika perempuan memiliki lebih banyak penghasilan dari suaminya. Sejumlah orang menganggap itu hal tak lazim.

"Uang benar-benar menyentuh segalanya. Ini berdampak pada kehidupan orang," kata Emmet Burns, direktur pemasaran merek untuk SunTrust.

Jelas, uang dan stres tampaknya berjalan seiring bagi banyak pasangan. Masalah keuangan dapat dikategorikan sebagai salah satu penyebab perceraian terbesar, setelah perselingkuhan, alasan nomor satu untuk perceraian.

 

4 of 7

3. Kurang Komunikasi

Ilustrasi
Ilustrasi bercerai. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)

Komunikasi sangat penting dalam pernikahan. Ketidakmampuan dalam berkomunikasi secara efektif dengan cepat menyebabkan pertikaian bagi pasangan suami istri.

Di sisi lain, komunikasi yang baik adalah fondasi pernikahan yang kuat. Berteriak pada pasangan Anda salah satu bentuk gagalnya tercipta komunikasi yang baik.

 

5 of 7

4. Berdebat Tanpa Akhir

Perceraian
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Salah satu turunan dari kegagalan dalam berkomunikasi adalah debat tanpa akhir. Berdebat memang hal biasa.

Namun, debat yang menjadi ancaman adalah momen ketika perdebatan itu menyinggung perasaan, melukai hati pasangan hingga hal buruk lainnya.

 

6 of 7

5. Berat Badan Bertambah

Perceraian
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Ini mungkin tampak sangat dangkal atau tidak adil, tetapi penambahan berat badan adalah salah satu alasan paling umum dalam sebuah perceraian.

Ini mungkin terlihat aneh tetapi penambahan berat badan juga merupakan salah satu penyebab utama perceraian.

Dalam beberapa kasus, kenaikan berat badan yang signifikan menyebabkan pasangan lain menjadi kurang tertarik secara fisik, sedangkan bagi yang lain, kenaikan berat badan mempengaruhi harga diri mereka, yang berhadapan dengan masalah keintiman.

7 of 7

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓