Viral Pria Makan Kucing, Ini Bahayanya Jika Manusia Konsumsi Daging Mentah

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 31 Jul 2019, 20:10 WIB
Diperbarui 01 Agu 2019, 08:17 WIB
20160330-Ilustrasi-Kucing-iStockphoto

Liputan6.com, Jakarta - Media sosial tengah diramaikan dengan berita viral seorang pria memakan kucing hidup-hidup. Kejadian tersebut diduga terjadi di dekat warung jamu di Jalan H Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/7/2019) malam.

Para pecinta hewan mengecam tindakan pria yang makan kucing hidup-hidup tersebut. Pendiri Jakarta Animal Aid Networks (JAAN) Femke Den Haas mengatakan, oknum itu harus segera dimasukkan ke rumah sakit jiwa.

Terkait dengan kejadian tersebut, memakan daging mentah sejatinya sangat berisiko bagi kesehatan. Menurut pakar keamanan makanan Amerika Serikat Jeff Nelken, daging mentah itu berbahaya.

"Mengingat daging mentah mengandung semua jenis bakteri di dalamnya," ujar Nelken.

Selain itu, Nelken juga menyampaikan bahwa daging mentah berisiko mengandung bakteri seperti salmonella atau E. coli.

Itu semua bisa terkandung pada daging sapi, ayam dan tak menutup kemungkinan daging kucing seperti kasus yang terjadi.

Dapatkah Manusia Memakan Daging yang Masih Mentah Layaknya Hewan?

Sebagian dari Anda pasti pernah bertanya-tanya, apakah hewan bisa memiliki masalah pada lambung mereka ketika makan daging mentah? Jawabannya adalah iya.

Banyak hewan terkena penyakit atau bahkan diserang parasit setelah selesai memakan daging mentah hasil buruan mereka. Ini adalah alasan mengapa hewan-hewan karnivora makan dalam jumlah yang lebih sedikit ketimbang binatang-binatang herbivora.

Faktanya, hewan karnivora bukan hanya susah untuk dipelihara dan diternakan, mereka juga susah untuk menjaga kesehatannya melalui makanan-makanan yang biasa mereka konsumsi.

Selain itu, kita juga sering berasumsi bahwa manusia tidak dapat memakan daging mentah tanpa diolah dengan matang. Ini rupanya tidak benar.

Satu porsi steak daging setengah matang tetap dapat dikategorikan sebagai daging mentah terkecuali di bagian-bagian pinggiran dagingnya. Namun begitu, tetap saja memakan daging mentah adalah sesuatu yang berbahaya bagi manusia.

2 of 3

Beda Manusia dan Hewan

20160330-Ilustrasi-Kucing-iStockphoto
Ilustrasi Kucing (iStockphoto)

Perbedaan antara manusia dan seekor singa adalah mereka langsung memakan daging hasil buruan mereka sesaat setelah mereka membunuh mangsa mereka. Sementara manusia tidak langsung memakannya dan menyimpan daging hasil buruannya untuk dimakan bertahap.

Daging yang masih berdarah akan lebih berefek negatif kepada manusia daripada kepada seekor singa. Dari sinilah biasanya muncul pertanyaan mengapa para hewan dapat mentoleransi hal ini lebih baik dari para manusia?

Seperti dikutip dari Geek.com, beberapa penelitian yang pernah dilakukan menjelaskan bahwa daging mentah tidak dapat memberikan kalori yang dibutuhkan oleh otak manusia yang kompleks.

Kadar gizi dalam daging mentah memang masih 100 persen, berbeda dengan daging matang yang kadar gizinya bisa cuma sekitar 50-60 persen saja.

Namun kadar gizi yang tinggi pada daging mentah tidak menjadi alasan bagi manusia untuk mengonsumsi daging mentah. Pasalnya, daging yang masih mentah masih mengandung beberapa bakteri yang dapat berbahaya bagi tubuh.

Selain itu, evolusi manusia yang membuat kita memakan daging yang dimasak seperti yang diajarkan nenek moyang kita secara turun-temurun. Sehingga sistem juga mempengaruhi bagaimana kita mengonsumsi daging mentah.

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓