Mengapa Bayam Kerap Meninggalkan 'Jejak' Aneh di Gigi?

Oleh Afra Augesti pada 28 Jul 2019, 21:02 WIB
Diperbarui 29 Jul 2019, 20:14 WIB
bayam

Liputan6.com, Jakarta - Pernahkah Anda mendapati gigi atau lidah Anda terselip fragmen-fragmen hijau usai menyantap salad bayam atau hidangan sup tumbuhan ini? Fenomena tersebut, di negara-negara Barat, kerap disebut spinach tooth atau "gigi bayam". 

Hal itu terjadi karena sayuran hijau, sejenis bayam, penuh dengan asam oksalat. Bahan kimia yang dibentuk secara alami ini ditemukan di banyak jenis tanaman.

Namun bayam (Spinacia oleracea) cenderung mengandung jumlah substansi yang lebih tinggi dibandingkan dengan tumbuhan lain.

Jim Correll, seorang profesor patologi tanaman di University of Arkansas menjelaskan, alasan pertama spinach tooth adalah bayam kemungkinan menggunakan asam sebagai mekanisme pertahanan terhadap hewan, seperti serangga, yang mencoba memakannya.

Bayam diisi dengan senyawa lain juga, termasuk beta karoten (pendahulu vitamin A), lutein, folat, vitamin C, zat besi, fosfor, kalium dan kalsium yang juga berperan dalam spinach tooth, menurut Correll.

"Saat Anda mengunyah bayam, asam oksalat bergabung dengan kalsium," ujar Correll kepada Live Science yang dikutip pada Minggu (28/7/2019).

Reaksi antara kedua bahan kimia tersebut dapat menyebabkan pembentukan kalsium oksalat (CaOx), kristal yang tidak larut dengan sempurna ketika ada di dalam air.

"Wujudnya hampir seperti kristal-kristal kecil yang melayang-layang di mulutmu, jadi itulah yang memberi bayam tekstur yang tidak biasa," imbuh Correll lagi.

Selain itu, karena kristal kalsium oksalat hampir tidak larut dalam air, maka zat ini dapat berakhir di ginjal orang yang rentan terhadap batu ginjal.

2 of 4

Memproduksi Bayam Jenis Baru

Ilustrasi Bayam (iStock)
Ilustrasi Bayam (iStock)

Bayam bukan satu-satunya sayuran dengan kadar asam oksalat yang tinggi. Bit, rhubarb, stroberi, kacang-kacangan, cokelat, teh, sereal dan semua kacang kering --dengan pengecualian kacang hijau-- diketahui meningkatkan oksalat dalam urin dan dapat berkontribusi pada pembentukan batu ginjal.

Correll dan rekan-rekannya menulis dalam sebuah studi Juli 2016 pada pemuliaan tanaman yang diterbitkan dalam jurnal Euphytica. Dalam risetnya, tim Correll menjabarkan, jenis bayam baru mungkin mengubah segalanya.

Ada ratusan varietas bayam, beberapa di antaranya terdapat dua kali lipat asam oksalat daripada yang lain. Jadi, Correll dan mitra-mitranya berusaha membiakkan tanaman dengan kadar asam oksalat yang lebih rendah, dengan tujuan membuat bayam yang minim asam oksalat yang dapat dinikmati oleh semua orang.

Karena memakan waktu untuk menguji kadar asam oksalat di setiap 'pabrik' bayam ciptaan mereka, para peneliti mencari penanda genetik yang bisa memberi petunjuk lokasi pengembangbiakkan terbaik.

Ketika mereka membiakkan tanaman bayam baru, para ilmuwan juga harus memantau faktor-faktor lain, termasuk rasa dan apakah tanaman bayam dengan kadar asam oksalat rendah akan dapat mempertahankan diri terhadap serangga.

 

3 of 4

Cara Mengurangi Efek Spinach Tooth

Ilustrasi Bayam (iStock)
Ilustrasi Bayam (iStock)

Namun jika serangga menang, petani kemungkinan akan beralih ke metode pertanian komersial untuk mengendalikan hama, kata Correll.

Sampai saat itu, pecinta bayam dapat merebus atau mengukus bayam untuk membantu menyingkirkan kalsium oksalat, atau mereka dapat memeras jus lemon di atas bayam segar, karena asam askorbat (vitamin C) dalam jus lemon akan membantu melarutkan asam oksalat.

"Anda masih mengonsumsi asam oksalat ketika Anda makan bayam (dengan lemon), tetapi akan mengurangi lapisan sisa bayam yang Anda dapatkan di gigi," pungkas Correll.

4 of 4

Saksikan video pilihan di bawah ini: 

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait