Las Vegas 'Diserbu' Belalang, Ini 5 Invansi Serangga Terburuk dalam Sejarah?

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 27 Jul 2019, 20:40 WIB
Ilustrasi belalang (AFP)

Liputan6.com, Nevada - Kawanan belalang dalam jumlah besar 'menyerbu' Las Vegas, Amerika Serikat pekan ini. Warga kaget dan tak menyangka serangan serangga tersebut masuk ke wilayah kota.

Dikutip dari laman CNN, Sabtu (27/7/2019) bahkan, serangga yang 'menyerang' Las Vegas ini diperkirakan jumlahnya melebihi manusia yang tinggal di kota itu.

Nevada memang mengalami curah hujan yang besar di tahun ini. Hampir dua kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya, demikian keterangan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional.

Hal ini lantas memicu munculnya belalang dalam jumlah besar setelah musim panas. Serangan belalang di Nevada saat ini menambah daftar serangan serangga terburuk dalam sejarah dunia.

Seperti dikutip dari berbagai sumber, berikut 5 serangan serangga terburuk lainnya:

2 of 6

1. Nyamuk

Nyamuk
Ilustrasi Foto Nyamuk (iStockphoto)

Jika Anda mengira bandar udara adalah satu-satunya tempat yang dikunjungi para penumpang, maka perhitungan Anda salah. Di Bandara LaGuardia New York, Amerika Serikat menjadi salah satu bukti serangan kawanan nyamuk yang sangat berbahaya.

Ada sebuah insiden yang terjadi di sana yang membuat para pekerja mabuk bukan kepayang. Pada Juni 2017, pihak bandara memulai rekonstruksi beberapa bagian untuk memperbaiki sejumlah fasilitas. Biaya konstruksi itu senilai US$ 4 miliar.

Begitu konstruksi dimulai, terdapat sekelompok nyamuk dalam jumlah besar yang menggila dan menyerang para pekerja. Hal tersebut seketika membuat permasalahan besar yang berujung pada hal buruk.

"Ini sangat menyebalkan," ujar seorang pekerja.

Menanggapi kejadian ini departemen kesehatan setempat mengatakan, nyamuk yang menyerang banyak orang di bandara diketahui tak membawa virus Zika yang sangat berbahaya.

Pihaknya menyarankan kepada penumpang untuk mengenakan atasan berlengan dan celana panjang demi menghindari gigitan nyamuk. Tak lupa mereka juga menyarankan untuk menggunakan obat oles anti serangga.

Pihak bandara menyalahkan musim hujan yang kerap terjadi di wilayah itu sebagai penyebab munculnya nyamuk. Mereka juga mengklaim telah menyemprotkan pembasmi hama untuk menanggulangi masalah tersebut.

3 of 6

2. Laba-laba

Ilustrasi laba-laba
Ilustrasi laba-laba (iStock)

Pada November 2015, kawasan Memphis Tennessee, Amerika Serikat diserbu oleh sekawanan laba-laba yang menyerang warga di akhir pekan.

Dikutip dari laman Daily Messenger, jutaan laba-laba jenis arakhninda muncul tiba-tiba dan membangun sarangnya di antara pohon dan semak-semak sepanjang jalan dan ladang.

Para penduduk yang bermukim di kawasan Memphis Utara pun mengaku rumahnya diserbu kawanan laba-laba itu.

"Kami bahkan tak bisa duduk di rumah karena mereka menempel di dinding dan pintu kami," kata Debra Lewis salah seorang penduduk kota.

Menanggapi hal itu, para penduduk menyarankan pemerintah untuk bertindak cepat dan meminta untuk melakukan sesuatu atas serangan itu.

"Bersihkan daerah ini dan semprotkan laba-laba dengan pembasmi hama. Anak-anak kami berlarian karena menghindari serangan serangga," ujar Ida Moris salah seorang penduduk kota.

Selama musim panas, peristiwa kemunculan laba-laba serupa juga terjadi di wilayah Texas. Kemudian diawal musim gugur juga terjadi serangan laba-laba juga di Montana.

4 of 6

3. Belalang

[Bintang] Keistimewaan 22 Binatang yang Disebut dalam Alquran (Part 2)
Belalang

Serangan belalang pada tahun 2014 lalu menjadi serangan serangga terburuk dalam 20 tahun terakhir yang pernah terjadi di wilayah Albuquerque, New Mexico, Amerika Serikat.

Dikutip dari laman ABC News, The National Weather Service (NWS) yang mengurusi masalah iklim disana mengatakan, udara di wilayah sana kala itu sangat padat dengan serangga yang terpantau dari radar mereka.

"Kami telah melihat serangga dalam jumlah yang banyak dari pantauan radar kami," ujar David Craft selaku juru bicara NWS.

"Hal ini sangat mengganggu aktivitas warga. Banyak belalang yang terbang ke wajah orang-orang saat berjalan, maraton, dan bersepeda. Mereka melompat hingga ke rumah warga dan menjadi hama tanaman," kata Garlisch Salahs seorang warga.

"Musim dingin yang terjadi beberapa waktu lalu tak cukup membunuh telur-telur belalang. Karena musim dingin yang kering membuat telur-telur itu bertahan dan menetas dalam jumlah yang banyak. Otomatis hal ini menyebabkan wabah belalang," ujar David B. Richman seorang profesor dari Departemen Entomologi di Universitas Negeri Meksiko.

Sementara itu, para warga terus mendorong pemerintah untuk mengambil tindakan dengan cara penyemprotan hama. Sebab kerusakan akibat belalang tersebut kian menjadi-jadi. Kerusakan yang ditimbulkan beragam.

Mulai dari belalang yang memakan bunga maupun sayuran muda yang sudah ditanam oleh warga sekitar.

5 of 6

4. Jangkrik

Jangkrik dijadikan Camilan Diet, Sehatkah?
Terdapat berbagai olahan makanan berbahan dasar serangga, salah satunya yaitu hewan jangkrik. (Sumber foto: Google)

Pada musim panas tahun 2013, masyarakat Oklahoma, Amerika Serikat dikejutkan dengan kemunculan kawanan jangkrik. Hewan serangga itu telah menyerang wilayah Sooner State dan membuat banyak warga mengunggah kejadian itu ke akun sosial media mereka.

Dikutip dari laman Huffington Post, ahli Entomologi Universitas Negeri Oklahoma (OSU) mengatakan, kombinasi suhu panas dan kekeringan yang telah melanda musim panas di tahun itu memicu kehadiran jangkrik dalam jumlah yang sangat besar.

"Wabah ini tampaknya terjadi setelah periode cuaca kering yang berkepanjangan di musim semi dan awal musim panas yang di ikuti curah hujan pada Juli dan Agustus," kata Rick Grantham selaku pihak OSU.

Ditambah lagi adanya kemungkinan para jangkrik tengah memasuki musim kawin sehingga menambah jumlah jangkrik yang lebih banyak.

6 of 6

5. Tarantula

Jakarta Indonesia Pet Show 2019
Pecinta satwa memperlihatkan Tarantula saat gelaran Jakarta Indonesia Pet Show 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (23/2). Ajang ini merupakan pameran khusus hewan kesayangan/hobi yang pertama dihelat di Jakarta. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Perayaan tak selalu berakhir menyenangkan. Salah satunya seperti yang dialami oleh masyarakat India pada tahun 2012.

Kala itu umat Hindu India baru saja menyelesaikan festival budaya Sadiya. Dan tiba-tiba sekawanan tarantula muncul dan menyerang mereka.

Dikutip dari Fox News, beberapa hari setelah festival ada seorang pria bernama Purnakanta Buragohain dan seorang anak kecil yang tak disebutkan namanya meninggal dunia akibat gigitan hewan beracun itu.

Penduduk setempat yang merasakan gigitan menghabiskan satu hari di rumah sakit karena mengeluh rasa sakit dan mual yang luar biasa pasca-gigitan tarantula. Meski sudah berminggu-minggu jari mereka masih bengkak dan menghitam.

Penduduk setempat mengatakan, hal yang paling mengerikan ketika melihat sekawanan tarantula meloncat dan tampak agresif menyerang warga.

Tim ahli berbondong-bondong datang ke kota itu dan mulai mengidentifikasi spesiesnya. Hingga akhirnya mereka sepakat jika hewan itu adalah tarantula.

Satu hal lainnya yang dapat mereka simpulkan adalah jenis tatantula tersebut selama ini tak ditemukan di India melainkan di wilayah Australia.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait