Rodrigo Duterte Perintahkan Pengiriman Bantuan untuk Korban Gempa Filipina

Oleh Tanti Yulianingsih pada 27 Jul 2019, 16:44 WIB
Diperbarui 27 Jul 2019, 16:44 WIB
Penampakan Kerusakan Akibat Gempa Kembar di Filipina
Perbesar
Tembok gereja Sta Maria de Mayan yang rusak setelah gempa kembar berkekuatan magnitudo 5,4 dan 5,9 di Itbayat on Pulau Batanes, Filipina (27/7/2019). Delapan orang tewas dan belasan lainnya cedera akibat gempa kembar tersebut. (AFP Photo/Dominic De Sagon Asa)

Liputan6.com, Manila - Presiden Rodrigo R. Duterte mengarahkan semua lembaga terkait untuk memberikan bantuan kepada para korban gempa bumi Filipina bermagnitudo 5,4 dan 5.9. Lindu yang mengguncang Batanes pada Sabtu pagi.

"Presiden telah memberi pengarahan tentang situasinya, dia mengarahkan semua lembaga untuk menanggapi dan melakukan tindakan untuk memberikan bantuan kepada para korban force majeure ini dan merehabilitasi properti yang rusak di daerah itu," kata Juru Bicara Presiden Salvador Panelo dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari pna.gov.ph, Sabtu (27/7//2019). 

Delapan orang dipastikan tewas, sementara 60 orang lainnya luka-luka akibat gempa bumi kembar yang mengguncang Filipina. Sejauh ini kantor presiden memantau dengan cermat dampak lindu tersebut. 

"Tanggung jawab dari pemerintah nasional, seperti Kantor Pertahanan Sipil, terus berkoordinasi dengan unit pemerintah daerah yang terdampak, termasuk Dewan Pengurangan Risiko Bencana Provinsi dan Dewan Manajemen di Batanes, ketika operasi bantuan sedang berlangsung...," ujar Panelo.  

"Kami meminta konstituen yang terkena dampak untuk tetap tenang saat kami mendesak mereka untuk tetap waspada dan kooperatif dengan tim tanggap dan bantuan pemerintah," tambahnya.  

Direktur Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) Renato Solidum sebelumnya mengatakan bahwa sebagai tindakan pencegahan, orang-orang diminta tinggal di daerah terbuka, seperti plaza di Itbayat. Dia juga memperingatkan warga terhadap gempa susulan.

Gempa susulan berkekuatan 3,2 skala Richter tercatat dirasakan sejauh 68 km di barat daya Itbayat pada pukul 5.16 pagi.

Pada pukul 09.24 pagi, gempa bermagnitudo 5,8 mengguncang Basco, Batanes, di mana Intensitas IV terasa. Ini adalah gempa susulan dari magnitudo 5,9, menurut Phivolcs.

Gempa bumi susulan lainnya, yang berkekuat 3,6, tercatat 33 km. timur laut Itbayat pada 11:08 pagi Intensitas II dilaporkan di Basco.

2 dari 3 halaman

Itbayat, Wilayah Paling Terdampak Gempa

Penampakan Kerusakan Akibat Gempa Kembar di Filipina
Perbesar
Kerusakan pada Gereja Sta Maria de Mayan setelah gempa kembar berkekuatan magnitudo 5,4 dan 5,9 di Itbayat on Pulau Batanes, Filipina (27/7/2019). Delapan orang tewas dan belasan lainnya cedera akibat gempa kembar tersebut. (AFP Photo/Dominic De Sagon Asa)

Menurut laporan AFP, gempa pertama, bermagnitudo 5,4, melanda Batanes, sekelompok pulau berpenduduk jarang di utara pulau utama Luzon, pada pukul 04.00 pagi. Saat itu hampir bersamaan dengan diadakannya latihan gempa di ibu kota Manila.

Gempa kedua, yang tercatat pada bermagnitudo 5,9, menghantam Batanes sekitar pukul 07.30 pagi.

Direktur Eksekutif Dewan Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Nasional (NDRRMC), Ricardo Jalad, mengatakan delapan orang dilaporkan meninggal pada pukul 09.00 pagi.

"Mereka terkena puing-puing, bukan terkubur," katanya kepada wartawan.

Foto dan video yang diposting di Twitter menunjukkan dinding rumah yang retak, dan reruntuhan di pinggir jalan.

Bagian atas menara gereja yang menaungi menara tempat lonceng bergantung runtuh ke halaman. Sementara setengah bagian bawah gedung sekolah berlantai dua dilaporkan retak dalam.

Yang paling terdampak adalah Itbayat, sebuah kota pulau yang lebih dekat ke ujung paling selatan Taiwan daripada Luzon. Memiliki populasi hanya 2.800, dan hanya bisa dicapai dengan perahu.

Setengah dari penduduk kota dievakuasi ke taman terbuka.

"Sebagian besar rumah yang hancur adalah bagunan tua dan terbuat dari batu kapur," ujar Kepala NDRRMC di Batanes, Dan Esdicul, kepada stasiun radio DZMM.

Dia mengatakan ada gempa susulan setiap dua jam setelah gempa pertama. Seismolog telah mencatat gempa berkekuatan 5,4 skala Richter lainnya sekitar pukul 09.00 pagi.

3 dari 3 halaman

Korban Tewas Masih Tertidur

Penampakan Kerusakan Akibat Gempa Kembar di Filipina
Perbesar
Sebuah rumah rusak setelah gempa kembar berkekuatan magnitudo 5,4 dan 5,9 di Itbayat on Pulau Batanes, Filipina (27/7/2019). Tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan dalam kejadian gempa kembar tersebut. (Agnes Salengua Nico via AP)

Banyak orang masih tertidur ketika tremor pertama terjadi pada pukul 06.15 AEST, diikuti hanya kurang dari empat jam kemudian oleh sentakan kuat kedua.

Sejauh ini tak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan.

"Kami melihat rumah-rumah bergetar. Beberapa dinding rumah runtuh dan menimpa para korban. Beberapa orang meninggal karena mereka tidur nyenyak akibat hari masih terlalu pagi," ujar seorang polisi, Sersan Uzi Villa kepada AFP.

Gambar yang diposting ke media sosial oleh Palang Merah Filipina menunjukkan rumah-rumah menjadi puing-puing akibat guncangan gempa bumi terbaru ini.

Filipina adalah bagian dari "Cincin Api" Pasifik - zona aktivitas seismik utama yang memiliki salah satu jalur patahan paling aktif di dunia.

Lanjutkan Membaca ↓