Top 3: Ini Sejarah Sabu di Dunia, Jenis Narkoba yang Dipakai Nunung

Oleh Liputan6.comSiti KhotimahRizki Akbar Hasan pada 23 Jul 2019, 09:30 WIB
Ilustrasi narkoba

Liputan6.com, Jakarta - Selain Nunung, pengonsumsi narkoba jenis sabu mengatakan bahwa obat terlarang itu dapat meningkatkan stamina. Apa benar narkotika sebagai penambah stimulan?

Penjelasan mengenai sejarah berkembangnya sabu --narkoba yang dipakai Nunung-- di dunia ternyata menjadi artikel paling populer di kanal Global Liputan6.com pada Selasa 23 Juli 2019. Sepertinya banyak orang penasaran dengan asal muasal obat terlarang tersebut.

Isu sebuah organisasi kriminal Tionghoa yang menyerang penumpang dan orang-orang demo juga menjadi artikel populer selanjutnya. Anggota parlemen oposisi lainnya menyatakan bahwa gerombolan itu diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok kejahatan terorganisir (triad Hong Kong).

Sementara itu, isu yang tak kalah mencuri perhatian pembaca mengenai foto-foto yang diambil oleh tiga astronaut pertama yang mendarat di Bulan.

Berikut, berita Top 3 kanal Global Liputan6.com selengkapnya:

2 of 4

1. Berkembangnya Sabu di Dunia

Dirut BPR Rokan Hulu Simpan Narkoba di Tumpukan Batu Pekarangan Rumah
Sabu-sabu. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Menurut Dr. Nicole Lee, seorang yang mengonsumsi Methamfetamin, atau yang di Indonesia dikenal dengan nama sabu adalah stimulan kuat dan sangat adiktif yang memengaruhi saraf pusat.

Berdasarkan berbagai sumber, World Drugs Reports 2018 yang diterbitkan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), menyebutkan sebanyak 275 juta penduduk di dunia (usia 15-64 tahun) pernah mengonsumsi narkoba. Sementara di Indonesia, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengantongi angka penyalahgunaan narkoba pada 2017 sebanyak 3.376.115 orang pada rentang usia 10-59 tahun.

Sebenarnya bagaimana sejarah sabu bisa berkembang di dunia? Mengapa yang membuatnya menjadi populer di kalangan masyarakat? Berikut penjelasannya:

Baca selengkapnya dalam artikel berikut...

3 of 4

2. Isu Triad Diduga Serbu Massa Aksi Pro-Demokrasi di Hong Kong

Bentrokan Pecah Saat Aksi Demo Tolak RUU Ekstradisi di Hong Kong
Pengunjuk rasa menghindari gas air mata yang ditembakan oleh polisi anti huru hara di luar gedung Dewan Legislatif, Hong Kong, Rabu (12/6/2019). Polisi Hong Kong telah menggunakan gas air mata ke arah ribuan demonstran yang menentang RUU ekstradisi yang sangat kontroversial. (AP Photo/Vincent Yu)

Puluhan pria bertopeng bersenjata tongkat menyerbu sebuah stasiun kereta api di distrik Yuen Long, Hong Kong pada Minggu 21 Juli 2019 malam waktu lokal.

Rekaman yang diposting di media sosial menunjukkan para lelaki itu, semuanya memakai kaus putih dan bermasker, menyerang orang-orang di stasiun dan di dalam gerbong kereta MRT.

Seorang anggota parlemen pro-demokrasi mempertanyakan mengapa polisi tidak datang lebih awal untuk membubarkan pertikaian.

Selanjutnya di sini...

4 of 4

3. Foto-Foto Menakjubkan Manusia Pertama di Bulan

Ilustrasi Astronot Kembar (iStockphoto)
Semula astronot Scoot dan Mark Adalah Saudara Kembar. Namun, Status Kembar Langsung Hilang Begitu Scoot Turun ke Bumi. Mereka pun Tidak Lagi Jadi Anak Kembar (iStock)

Neil Armstrong, Edwin Aldrin, dan Michael Collins melakukan perjalan ke Bulan untuk pertama kali pada 20 Juli 1969.

Para astronaut yang melakukan ekspedisi pendaratan di Bulan membawa kamera untuk mengabadikan momen-momen langka dan menakjubkan. Dokumentasi itu salah satunya berbentuk foto.

Baca artikel selengkapnya di sini...

Lanjutkan Membaca ↓