British Airways Tangguhkan Penerbangan ke Mesir 7 Hari, Kenapa?

Oleh Afra Augesti pada 21 Jul 2019, 15:01 WIB
Diperbarui 21 Jul 2019, 15:01 WIB
20160804-Menara Ramping British Airways i360-Inggris
Perbesar
Kapsul meluncur ke puncak Menara British Airways i360 di Brighton, Inggris, 2 Agustus 2016. Menara yang dinobatkan sebagai bangunan paling ramping di dunia itu memiliki ketinggian yang seluruhnya mencapai 162 meter. (AFP PHOTO/Glyn KIRK)

Liputan6.com, London - British Airways telah menangguhkan semua penerbangan ke Kairo, Mesir, selama tujuh hari ke depan sebagai tindakan pencegahan terkait isu keamanan di Negeri Piramida.

Maskapai membuat pengumuman dadakan pada Sabtu malam, 20 Juli 2019, bahwa semua penerbangan ke Kairo dihentikan untuk sementara waktu. Demikian seperti dikutip dari The Guardian, Minggu (21/7/2019).

Sebuah pernyataan British Airways berbunyi: "Kami terus meninjau aturan keamanan kami di semua bandara kami di seluruh dunia, dan telah menangguhkan penerbangan ke Kairo selama tujuh hari sebagai tindakan pencegahan untuk memungkinkan penilaian lebih lanjut. Keselamatan dan keamanan pelanggan dan kru kami selalu menjadi prioritas kami, dan kami tidak akan pernah mengoperasikan pesawat, kecuali jika kondisi sudah dinyatakan aman."

Tak hanya maskapai asal Inggris itu saja, Lufthansa yang merupakan maskapai asal Jerman, pun melakukan tindakan serupa.

Lufthansa, yang mengoperasikan rute dari Frankfurt dan Munich, mengatakan pada Sabtu kemarin: "Karena keselamatan adalah prioritas nomor satu Lufthansa, maskapai ini telah menghentikan sementara penerbangannya ke Kairo mulai hari ini sebagai tindakan pencegahan, sementara pemantauan lebih lanjut sedang dilakukan."

Para pejabat Mesir mengaku, seluruh bandara internasional di Kairo hanya diberitahu oleh maskapai itu bahwa penagguhan penerbangan diterapkan dari dan ke London selama dua hari.

Otoritas bandara mengatakan, keputusan itu diambil setelah petugas keamanan Inggris melakukan pemeriksaan rutin di bandara pada awal pekan ini.

Namun, Ahmed Fawzi, ketua Cairo Airport Company, menyampaikan kepada surat kabar Mesir, Al Shorouk bahwa British Airways tidak memberi tahu mereka mengenai masalah keamanan bandara sebelum membatalkan penerbangan.

Dia menambahkan, bandara Kairo belum menerima pemberitahuan keputusan British Airways. Selain itu, ia juga menyalahkan "urusan internal di dalam perusahaan penerbangan Inggris tersebut".

2 dari 3 halaman

Maskapai Lain Beroperasi Normal

British Airways
Perbesar
British Airways (Foto: AFP / PASCAL PAVANI)

Sebuah surat kabar Mesir lainnya, Al Masry Al Youm, mengutip kementerian penerbangan sipil Mesir, menekankan penangguhan satu minggu tidak berarti penghentian penerbangan secara permanen.

Menurut petinggi instansi itu, keputusan British Airways dan Lufthansa adalah salah satu dari "langkah-langkah keamanan dan politik yang berkaitan dengan urusan dalam negeri, dan bukan urusan Mesir", serta menunjuk pada serangkaian serangan yang diperkirakan akan terjadi di Bandara Heathrow.

Kementerian mengklaim pemeriksaan keamanan Inggris pada pekan lalu, yang mencakup Kairo dan Bandara Hurghada --tersibuk kedua di Mesir-- menunjukkan "hasil sangat baik" untuk dua bandara ini.

Menurut pejabat, semua maskapai lain beroperasi seperti biasa di Bandara Kairo. Egyptair, yang juga terbang antara London dan Kairo, disebut penerbangannya tidak terpengaruh.

British Airways mengatakan kepada Departemen Transportasi tentang keputusan penangguhannya sebelum pengumuman. Seorang juru bicara pemerintah mengatakan: "Kami sadar bahwa British Airways memberi tahu penumpang bahwa mereka telah memutuskan untuk menangguhkan penerbangan ke Kairo untuk sementara waktu."

Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris, Foreign and Commonwealth Office (FCO) menyarankan kepada para pelancong yang hendak ke Mesir dan sudah terlanjur membeli tiket agar segera menghubungi pihak maskapai.

3 dari 3 halaman

Upaya Mesir dan Inggris di Bidang Keamanan

Pesawat British Airways (Wikimedia Commons)
Perbesar
Pesawat British Airways (Wikimedia Commons)

FCO sebelumnya memperingatkan terhadap setiap penumpang pesawat yang akan melakukan perjalanan ke dan dari resor Mesir, Sharm el-Sheikh, setelah pemboman jet penumpang Rusia pada 2015 yang menewaskan 224 penumpang dan awak, tetapi belum mengeluarkan peringatan serupa terhadap perjalanan ke dan dari Kairo.

Di satu sisi, pemerintah Mesir mendesak Inggris untuk membuka kembali penerbangan ke Sharm el-Sheikh, sebab Mesir telah menginvestasikan hampir 20 juta pound sterling untuk meningkatkan keamanan di destinasi itu.

Mesir juga rela mempekerjakan perusahaan keamanan Inggris, Restrata, untuk melatih lebih dari 6.000 staf keamanan bandara Mesir dalam upaya agar penerbangan dimulai kembali.

"Ada risiko tinggi terorisme terhadap penerbangan. Langkah-langkah keamanan tambahan dilakukan untuk penerbangan yang berangkat dari Mesir ke Inggris atau sebaliknya," kata parlemen Inggris.

Diperkirakan 415.000 warga negara Inggris mengunjungi Mesir pada tahun 2018, menurut FCO.

Lanjutkan Membaca ↓