Pidato Rahasia Presiden AS Jika Neil Armstrong Cs Gagal Pulang dari Bulan

Oleh Siti Khotimah pada 19 Jul 2019, 13:25 WIB
Richard Nixon (AP: Charles Tasnadi)

Liputan6.com, Washington DC - Pernahkah Anda membayangkan bagaimana jika astronaut gagal kembali ke Bumi? Bagaimanakah pidato kepala negara saat mengumumkan berita duka itu ke hadapan publik?

Tahukah Anda, saat astronaut Buzz Aldrin dan Neil Armstrong menjadi manusia pertama yang berjalan di Bulan pada 20 Juli 1969, Presiden Amerika Serikat Richard Nixon menjadi orang pertama yang menelepon mereka. Dalam panggilan televisi (yang diatur oleh kontrol misi NASA di Houston), Presiden Nixon mengatakan kepada astronaut, "seluruh dunia bangga dengan mereka."

Namun sebetulnya, pada saat yang sama Nixon telah siap untuk menyampaikan berita duka ke publik. Stafnya telah menyiapkan pidato duka cita: kemungkinan terburuk jika kedua astronaut itu gagal sampai ke Bulan, atau tak bisa kembali ke dunia.

Sang penulis pidato itu bernama William Safire. Safire pernah mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Meet the Press tahun 1999, misi Apollo 11 sangatlah berbahaya.

"Jika mereka tidak bisa (mendarat), mereka harus ditinggalkan di Bulan, dibiarkan meninggal di sana," kata Safire kepada Meet the Press mengutip laman sains Live Science, Jumat (19/7/2019).

Jika kemungkinan terburuk itu terjadi dan pesawat ruang angkasa hancur; maka NASA akan memutuskan komunikasi dengan wahana antariksa itu. Lalu, giliran sang presiden AS untuk memberi tahu dunia apa yang telah terjadi kepada para [astronaut(4007297 "")-nya.

2 of 3

Naskah Pidato yang Telah Disiapkan

Misi Apollo 11 di permukaa Bulan
Misi Apollo 11 di permukaa Bulan (NASA)

Pidato kemungkinan terburuk itu selesai ditulis oleh Safire. Berkas berpindah tangan pada 18 Juli 1969, ke kepala staf Nixon HR Haldeman.

Tulisan itu miris, penuh duka. Nixon akan diperintahkan untuk pertama-tama menyebut nama kedua astronot sambil melanjutkan: "nasib telah menahbiskan, orang-orang itu pergi ke Bulan untuk menjelajah dengan damai dan akan tetap di sana untuk beristirahat dengan tenang."

"Orang-orang pemberani ini, Neil Armstrong dan Edwin Aldrin, tahu bahwa tidak ada harapan untuk mengubah nasib mereka," lanjut pidato itu. "Tetapi mereka juga tahu bahwa mereka berkorban untuk harapan umat manusia."

"Untuk setiap manusia yang memandang bulan di malam-malam yang akan datang, mereka akan tahu," tulis bagian akhir pidato tersebut.

Naskah pidato itu baru terpublikasi 30 tahun kemudian.

Pidato Richard Nixon jika astronot tidak pulang ke Bumi (courtesy of the Richard Nixon Presidential Library and Museum).

 

Berita baiknya, meski ekspedisi Aldrin dan Armstrong sangat berat, mereka berhasil kembali ke Bumi dengan selamat.

Alhasil, Presiden Nixon dengan senang hati tidak perlu membacakan naskah pidato tragis yang telah ditulis oleh Safire.

Saat ini, dokumen karya Safire yang dimaksud dapat disaksikan publik di Perpustakaan dan Museum Kepresidenan Richard Nixon.

3 of 3

Simak pula video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓