Italia Sita Sebuah Rudal Usai Gerebek Kelompok Neo-Nazi

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 16 Jul 2019, 06:26 WIB
Diperbarui 16 Jul 2019, 06:26 WIB
Sejumlah barang sitaan polisi Italia usai menggerebek kelompok ekstremis sayap kanan neo-Nazi awal pekan ini (Handout / AFP PHOTO)
Perbesar
Sejumlah barang sitaan polisi Italia usai menggerebek kelompok ekstremis sayap kanan neo-Nazi awal pekan ini (Handout / AFP PHOTO)

Liputan6.com, Turin - Polisi anti-terorisme di Italia utara menyita rudal udara-ke-udara (air-to-air missile) dan senjata canggih lainnya selama penggerebekan pada kelompok ekstremis sayap kanan awal pekan ini.

Pasukan polisi khusus Turin, yang disebut Digos, memimpin operasi, dibantu oleh kepolisian Milan, Varese, Forli dan Novara.

Tiga orang ditangkap, dua di antaranya dekat bandara Forli. Propaganda Neo-Nazi juga disita dalam penggerebekan.

Penggerebekan itu merupakan bagian dari investigasi mengenai duagaan dukungan yang diberikan kelompok sayap kanan Italia untuk pasukan separatis pro-Rusia di Ukraina timur, kata media lokal, demikian dilansir BBC, Selasa (16/6/2019)

Rudal yang disita merupakan tipe Matra Super 530 F produksi Prancis. Itu adalah salah satu varian yang digunakan oleh militer Qatar, kata polisi Italia.

"Selama operasi, ditemukan sebuah rudal udara-ke-udara dalam kondisi yang sempurna. Itu pernah digunakan oleh tentara Qatar," kata polisi dalam sebuah pernyataan.

2 dari 3 halaman

Penangkapan Ekstremis Sayap Kanan

Sejumlah barang sitaan polisi Italia usai menggerebek kelompok ekstremis sayap kanan neo-Nazi awal pekan ini (Handout / AFP PHOTO)
Perbesar
Sejumlah barang sitaan polisi Italia usai menggerebek kelompok ekstremis sayap kanan neo-Nazi awal pekan ini (Handout / AFP PHOTO)

Media Italia menyebut mereka yang ditangkap sebagai Fabio Del Bergiolo (50) seorang mantan petugas bea cukai Italia dan aktivis partai sayap kanan Forza Nuova; Alessandro Monti (42) berkebangsaan Swiss; dan Fabio Bernardi (51) orang Italia.

Penangkapan itu dilakukan setelah pada 3 Juli 2019, sebuah pengadilan di Genoa memenjarakan tiga pria yang dinyatakan bersalah berperang bersama separatis pro-Rusia yang mengendalikan sejumlah besar wilayah Donetsk dan Luhansk, Ukraina.

Dalam kasus Genoa, dua pria (WN Italia, Antonio Cataldo dan Olsi Krutani kelahiran Albania) mendapat vonis dua tahun delapan bulan. Yang ketiga, warga negara Moldova Vladimir Vrbitchii, mendapat satu tahun empat bulan.

Lebih dari 10.000 orang tewas dalam pertempuran sejak separatis bersenjata berat melancarkan pemberontakan di Ukraina timur pada April 2014.

Pertempuran dengan pasukan pemerintah Ukraina terus berlanjut, tetapi garis depan secara umum tetap statis selama lebih dari setahun.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓