Kritik Wanita Non-Kulit Putih di Kongres, Donald Trump Rasis?

Oleh Siti Khotimah pada 15 Jul 2019, 18:34 WIB
Diperbarui 16 Jul 2019, 20:15 WIB
Donald Trump dalam safari politiknya di Biloxi, negara bagian Mississippi, pada November 2018 (AFP/Jim Watson)

Liputan6.com, Washington DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menyerang beberapa perempuan kulit berwarna anggota Kongres AS (parlemen) dari Partai Demokrat.

Sang presiden nyentrik itu mengatakan kepada mereka agar kembali ke tempat asal, yang disebut "rusak dan penuh kejahatan."

Pemimpin Negeri Paman Sam tidak mengindahkan fakta, para perempuan itu adalah warga negara AS dan semuanya, kecuali satu, juga dilahirkan di negara itu.

Pernyataan kontroversial Donald Trump disampaikan melalui Twitter pada Minggu waktu setempat, 14 Juli 2019. Ia mengatakan, lebih dari tiga perempuan anggota parlemen itu datang dari negara-negara yang pemerintahannya mengalami "bencana total, yang terburuk, korup, dan tidak kompeten di manapun di dunia."

Trump tidak mengidentifikasi wanita kongres tersebut dalam twitnya. Namun, banyak asumsi beredar bahwa mereka adalah Alexandria Ocasio-Cortez legislator konstituen New York, Ilhan Omar dari Minnesota, Ayanna Pressley dari Massachusetts, serta anggota kongres Michigan Rashida Tlaib.

Keempatnya adalah representasi kaum minoritas yang terpilih untuk Dewan Perwakilan Rakyat AS pada pemilu 2018, sebagaimana dikutip dari ABC News, Senin (15/7/2019).

Mereka Warga Negara AS

Dari keempat nama itu, seluruhnya adalah warga negara AS dan lahir di Negeri Paman Sam. Kecuali, Omar yang lahir di luar negeri kemudian beremigrasi ke AS pada usia 12 tahun.

Omar berangkat ke Washington setelah menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di sebuah kamp pengungsi Kenya.

Ocasio-Cortez, yang merupakan keturunan Puerto Rico, lahir di Bronx, New York, dan dibesarkan di pinggiran kota Westchester County.

Sementara Pressley, perempuan kulit hitam pertama yang terpilih ke DPR AS dari Massachusetts, lahir di Cincinnati. Adapun Tlaib lahir dari orangtua Palestina di Detroit.

2 of 3

Donald Trump Dikritik Rasis

Presiden Amerka Serikat (AS) Donald Trump siap meluncurkan sanksi paling berat terhadap Iran, Senn, 5 November 2018  (AFP).
Presiden Amerka Serikat (AS) Donald Trump siap meluncurkan sanksi paling berat terhadap Iran, Senn, 5 November 2018 (AFP).

Ketua House of Representative AS dari kubu Demokrat Nancy Pelosi mengatakan Presiden Donald Trump ingin "make America white Again'.

"Saya menolak komentar xenofobik @realDonaldTrump yang dimaksudkan untuk memecah belah bangsa," kata Pelosi.

Sementara itu, Tlaib mengatakan justru ideologi Trump yang berbahaya, menyebutnya dengan istilah 'krisis'. Ocasio-Cortez mengatakan, Trump "marah" karena dia tidak membayangkan bahwa AS termasuk pula 'kita'.

Pressley menyebut twit Trump terlihat seperti rasisme, dengan Omar mengatakan Presiden telah "menyalakan nasionalisme putih".

Want a response to a lawless & complete failure of a President?He is the crisis.His dangerous ideology is the crisis. He needs to be impeached.

Menurut Washington Post, setidaknya 27 anggota Partai Demokrat telah mengecam twit trump sebagai "rasis" atau "rasisme".

 

3 of 3

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by