Banjir Menggenangi Sebagian Wilayah Asia Selatan, 50 Orang Tewas

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 15 Jul 2019, 06:16 WIB
Diperbarui 15 Jul 2019, 06:16 WIB
Sebagian penduduk Nepal terpaksa mengungsi karena banjir meluas akibat guyuran hujan muson (AFP Photo)
Perbesar
Sebagian penduduk Nepal terpaksa mengungsi karena banjir meluas akibat guyuran hujan muson (AFP Photo)

Liputan6.com, Kathmandu - Puluhan orang dilaporkan tewas di Nepal dan satu juta lainnya mengalami kesulitan di India timur laut, menyusul hujan lebat yang memicu tanah longsor dan banjir di beberapa bagian Asia Selatan.

Lebih dari 50 orang dipastikan tewas dan 30 lainnya masih hilang di Nepal, di mana upaya penyelamatan terhambat oleh berlanjutnya cuaca buruk, yang telah memblokir jalan raya utama dan menghancurkan saluran telepon.

Dikutip dari The Guardian pada Senin (15/7/2019), hujan lebat juga menyebabkan kerusakan di wilayah India timur laut.

Di negara bagian Assam, para pejabat mengatakan sebanyak 14 orang tewas dan lebih dari satu juta orang telah terkena dampak akibat banjir yang kian meluas.

Beberapa area dataran rendah di Assam terendam air hingga 2,2 meter, kata Ravindranath, pendiri Pusat Relawan Pedesaan dan LSM.

"Dampak bencana ini mungkin semakin buruk, karena semua tergantung pada kondisi curah hujan. Karakter hujan sekarang berubah karena masalah iklim," katanya.

Banjir dan tanah longsor juga melanda beberapa negara bagian di wilayah India utara dan timur lainnya, termasuk Meghalaya, Sikkim, Mizoram, dan Bihar.

Di negara bagian Mizoram, banjir dilaporkan telah merendam sekitar 400 rumah di kota kecil Tlabung, kata polisi.

 

 

2 dari 3 halaman

10.000 Orang Mengungsi di Nepal

Banjir di Nepal
Perbesar
Banjir di Nepal membuat ribuan orang harus dievakuasi. (AP/Manish Paudel)

Di Nepal, di mana lebih dari 10.000 orang dikabarkan telah mengungsi, banjir lebih lanjut diperkirakan terjadi di wilayah selatan dekat sungai-sungai utama.

Departemen hidrologi dan meteorologi negara itu mendesak warga untuk memantau kenaikan permukaan air, dan segera pindah ke tempat yang lebih tinggi bila diperlukan.

Gopal Adhikari, kepala pejabat distrik Siraha, salah satu daerah yang paling terkena dampak di Nepal, mengatakan sebagian besar wilayahnya masih tergenang banjir.

"Orang-orang yang terkena dampak telah dipindahkan ke sekolah-sekolah dan rumah-rumah terdekat," kata Adhikari.

Jumlah pasti yang terpaksa meninggalkan rumah mereka tidak diketahui, tambahnya.

Ajay Shah Shiwali, warga Janakpur, di Nepal selatan, mengatakan hujan telah berhenti untuk saat ini dan upaya penyelamatan sedang berlangsung.

“Ketinggian air surut di kota Janakpur, tetapi tinggi permukaannya cukup tinggi di daerah pedesaan," ujarnya.

Saat ini, lebih dari 1.100 orang telah berhasil dievakuasi dari daerah banjir di Nepal.

3 dari 3 halaman

Dampak Meluas Hingga Bangladesh

Banjir
Perbesar
Ilustrasi Foto Banjir (iStockphoto)​

Di Bangladesh, sebanyak puluhan orang, yang sebagian besar adalah petani di daerah pedesaan, dilaporkan tewas oleh sambaran petir sejak hari Sabtu, menurut laporan kantor berita Associated Press.

Seorang pejabat Dewan Pengembangan Air Bangladesh, Rabiul Islam, mengatakan sekitar 40.000 orang telah terkena dampaknya, dengan banyak rumah mereka terendam.

Sementara itu, badan-badan bantuan telah memperingatkan kondisi parah yang dihadapi 900.000 pengungsi Rohingya di berbagai kamp di distrik Cox Bazar, Bangladesh selatan.

Sekitar 10 orang dilaporkan tewas dan ribuan tenda kumuh hancur oleh hantaman hujan monsun, kata para pejabat.

Ribuan orang terlantar di kamp pengungsi akibat hujan dan angin ribut tak henti-hentinya menghantam sejak pekan lalu.

Lanjutkan Membaca ↓