80 Ribu Orang di China Terpaksa Mengungsi Akibat Hujan Deras dan Banjir

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 12 Jul 2019, 08:36 WIB
Diperbarui 12 Jul 2019, 08:36 WIB
Ilustrasi banjir (iStock)
Perbesar
Ilustrasi banjir (iStock)

Liputan6.com, Beijing - Curah hujan sangat tinggi dilaporkan mengguyur wilayah China selatan dan timur pada Kamis 11 Juli.

Hujan lebat itu disebut sebagai rata-rata yang terberat dalam lebih dari setengah abad terakhir, di mana memicu banjir besar yang menghancurkan rumah-rumah, merusakan tanaman, dan memaksa evakuasi hampir 80.000 orang, kata media pemerintah.

Dikutip dari Channel News Asia pada Jumat (12/7/2019), stasiun televisi pemerintah China mengabarkan bahwa kemungkinan akan lebih banyak hujan yang turun jelang akhir pekan.

Adapun rata-rata curah hujan yang mengguyur wilayah terdampak itu dilaporkan 51 persen lebih tinggi daripada periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya, bahkan terbesar sejak 1961.

Televisi pemerintah China menyiarkan video tentang bangunan yang setengah tenggelam dan jalan-jalan yang digenangi banjir di beberapa daerah paling parah.

Layanan kereta di sepanjang jalur Beijing-Guangzhou tertunda setelah naiknya air menghalangi sebuah jembatan di provinsi Hunan selatan, tambahnya.

 

 

2 dari 3 halaman

Memicu Kerugian Hingga Rp 5,5 Triliun

Banjir
Perbesar
Ilustrasi Foto Banjir (iStockphoto)​

Bencana banjir terakhir telah menyebabkan kerugian hingga 2,69 miliar yuan, atau sekitar Rp 5,5 triliun.

Banjir tersebut merusak 126.100 hektar lahan pertanian dan menghancurkan lebih dari 1.600 rumah, kata Kementerian Manajemen Darurat China memperkirakan.

Sebanyak 77.000 orang telah dievakuasi, tambahnya.

Daerah yang terkena dampak banjir tersebut termasuk provinsi Hunan dan Jiangxi di selatan, Zhejiang di timur, provinsi Fujian di tenggara, dan provinsi Guangxi di barat daya.

Tiga wilayah yang disebut pertama diperkirakan akan kembali mengalami guyuran hujan deras pada Jumat dan Sabtu pekan ini, kata pejabat lembaga cuaca setempat.

Potensi serupa juga diprediksi akan melanda provinsi Hubei di wilayah China tengah, Anhui di timur, dan provinsi Guizhou di barat.

3 dari 3 halaman

Memicu Aliran Sungai Yangtze Meluap

Banjir
Perbesar
Ilustrasi Foto Banjir (iStockphoto)​

Hujan deras juga diperkirakan akan membuat aliran Sungai Yangtze meluap di wilayah Jiangxi, setelah peringatan akan bahaya banjir diumumkan untuk pertama kalinya sepanjang tahun ini.

Televisi pemerintah mengatakan kemungkinan hujan deras akan terus mengguyur area sekitar aliran Sungai Yangtze sekitar hari Minggu nanti, dan bisa bertahan hingga Selasa pekan depan.

Cuaca ekstrem menjadi semakin sering terjadi di China, dengan suhu di beberapa bagian mencapai rekor tahun ini.

Pejabat cuaca memperingatkan pada 3 Juli bahwa curah hujan di wilayah China selatan bisa melampaui rata-rata 30 persen hingga 70 persen selama 10 hari.

Lanjutkan Membaca ↓