Teror Penembakan Targetkan Sebuah Masjid di Paris, 2 Orang Terluka

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 28 Jun 2019, 07:16 WIB
Diperbarui 29 Jun 2019, 19:14 WIB
Penembakan Senjata Api

Liputan6.com, Paris - Sebuah insiden penembakan dilakukan pria bersenjata di luar sebuah masjid di barat laut Prancis pada Kamis 27 Juni 2019.

Penembakan itu melukai imam setempat dan satu orang lainnya. Pelaku lalu melarikan diri dari lokasi kejadian dan kemudian ditemukan tewas, kata otoritas setempat.

Dikutip dari Channel News Asia pada Jumat (28/6/2019), belum diketahui apa yang memotivasi insiden penembakan di kota pelabuhan Brest di Brittany itu.

Tetapi, Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner mengatakan, ia telah mengeluarkan perintah untuk meningkatkan upaya keamanan di sekitar tempat-tempat ibadah di seluruh Prancis.

Imam Rachid El Jay diberondong oleh empat peluru, sementara seorang jamaah yang bersamanya menderita luka-luka akibat dua peluru, tetapi tidak ada laporan korban kritis, kata Dewan Perancis untuk Iman Muslim (CFCM).

"(El Jay) menderita dua luka peluru di perut dan dua di kaki. Sedangkan seorang jamaah yang sedang bersamanya terkena dua peluru di kaki," kata CFCM.

2 dari 3 halaman

Modus Minta Foto Bersama

Masjid di ibu kota Prancis, Grande Mosquée de Paris yang menjadi saksi sejarah (LPLT / Wikimedia Commons)
Masjid di ibu kota Prancis, Grande Mosquée de Paris yang menjadi saksi sejarah (LPLT / Wikimedia Commons)

Wakil Wali Kota Brest, Trabelsi Hosny mengatakan, imam itu keluar dari masjid bersama seorang temannya, ketika "sosok tidak dikenal meminta berfoto dengan sang pemuka agama."

Sosok tidak dikenal itu kemudian menembaki imam dan temannya, kata Hosny.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 sore waktu setempat, ketika beberapa tembakan terdengar di depan masjid.

Satu sumber kepolisian mengatakan tersangka penembak ditemukan tewas di daerah dekat bandara, sekitar 10 kilometer dari masjid, dengan luka tembak fatal di kepala yang diduga akibat bunuh diri.

Sumber itu juga mengatakan bahwa pria bersenjata meninggalkan dokumen tertulis di dekat tempat jasadnya ditemukan.

"Dia tidak diketahui polisi, tidak ada dalam arsip, dan tidak diketahui milik gerakan apa," kata sumber itu.

Polisi telah membuka penyelidikan, dengan kantor kejaksaan Paris mengatakan situasinya juga sedang diperiksa oleh pasukan anti-teror.

3 dari 3 halaman

DItuding Anti-ISIS

Ilustrasi Anggota ISIS (AFP Photo)
Ilustrasi Anggota ISIS (AFP Photo)

Apoteker Brest Thierry Ropars, yang memberikan pertolongan pertama kepada para korban, mengatakan "semuanya terjadi dengan sangat cepat".

"Saya mendengar enam atau tujuh tembakan dan ketika saya keluar dari apotek, saya melihat dua orang tergeletak, tidak jauh dari pintu masuk masjid, terluka di kaki dan perut," tambahnya.

Dia kemudian memberi tekanan pada luka tembak untuk "menghentikan mereka kehilangan terlalu banyak darah".

Abdallah Zekri dari CFCM mengatakan bahwa Rachid El Jay telah diancam oleh kelompok ISIS, "karena dia telah berpidato sesuai dengan nilai-nilai Republik".

Romain Caillet, seorang konsultan Prancis tentang masalah-masalah Islam, mengatakan bahwa Rachid El Jay telah "menjadi sasaran para militan dan kelompok-kelompok ultra-kanan karena video-video imam yang telah menjadi berita".

Lanjutkan Membaca ↓