Misteri Kawah Raksasa Mendadak Muncul di Ladang Jagung Jerman

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 25 Jun 2019, 10:49 WIB
Sebuah kawah raksasa tercipta di tengah ladang jagung di Jerman (AP Photo)

Liputan6.com, Ahlbach - Sebuah kawah dengan diameter 33 kaki (setara 10 meter) dan memiliki kedalaman 13 kaki (setara 3,9 meter) ditemukan secara misterius di tengah ladang jagung di Jerman, pada akhir pekan lalu.

Dikutip dari Huffington Post pada Selasa (25/6/2019), kawah misterius tersebut menganga di tengah hamparan ladang jagung di kota Ahlbach di Jerman barat.

Sebelumnya, menurut pihak berwenang, warga melaporkan suara ledakan kencang yang disertai guncangan tanah pada hari Minggu, sekitar pukul 03.50 pagi waktu setempat.

Sempat muncul spekulasi bahwa ledakan dipicu oleh meteor jatuh, sebelum kemudian polisi setempat menepis kabar tersebut.

Menurut hasil penyelidikan, kesimpulan sementara adalah kawah tercipta akibat ledakan bom sisa Perang Dunia II.

Diperkirakan bom tersebut berjarak tujuh dekade setelah dijatuhkan.

2 of 3

Tidak Terkejut dengan Apa yang Terjadi

Ledakan Meledak
Ilustrasi Foto Ledakan (iStockphoto)

Dilihat dari bentuk dan ukuran kawahnya, para penyelidik meyakini bom itu adalah bahan peledak seberat 550 pon (setara 249 kilogram), yang meledak karena membusuknya detonator kimia di sekitarnya.

Tidak ada yang terluka dalam ledakan itu.

Juru bicara Dewan Kota Alhbach, Johannes Laubach, mengatakan kepada kantor berita Jerman Hessenschau, bahwa dia tidak terkejut dengan apa yang terjadi.

"Kami adalah target bom pada akhir Perang Dunia II, karena dulunya ada balai yasa kereta api di daerah ini," katanya.

Laubach menambahkan, "Kami bersyukur tidak ada petani yang terdampak langsung di ladang tersebut."

3 of 3

10 Persen Bom Perang Dunia II Tidak Meledak

Bendera Jerman (AFP PHOTO via capitalfm.co.ke)
Bendera Jerman (AFP PHOTO via capitalfm.co.ke)

Menurut penyelidikan Smithsonian yang dilansir pada 2016 lalu, diperkirakan 10 persen dari total 1,35 juta bom yang dijatuhkan di Jerman pada awal dekade 1940-an, gagal meledak.

Bahkan sekarang, meskipun perang berakhir di Eropa pada Mei 1945, lebih dari dua ribu pon amunisi yang mengendap, masih berisiko meledak setiap tahunnya.

Lanjutkan Membaca ↓