Jika Jadi Raja, Pangeran Charles Ingin Camilla Punya Titel Putri Diana

Oleh Afra Augesti pada 21 Jun 2019, 11:30 WIB
Diperbarui 21 Jun 2019, 11:30 WIB
Pangeran Charles dan Camilla
Perbesar
Pangeran Charles dan Camilla. (Francisco Seco/AP)

Liputan6.com, London - Pangeran Charles dikabarkan menginginkan Camilla menjadi ratu, setelah masa pemerintahan Elizabeth II berakhir. Istri kedua dari pewaris takhta Kerajaan Inggris itu dianggap masih belum bisa menjadi sosok yang diidolakan publik, seperti Putri Diana.

Meski demikian, Charles tampaknya bersikeras bahwa Camilla layak diberi gelar kerajaan resmi, seperti "Putri". Menurut media Inggris, Express, gelar "Duchess of Cornwall" akan berubah menjadi "Princess Consort" setelah Charles naik takhta.

Tapi pengamat kerajaan, Victoria Arbiter, tidak sepenuhnya yakin bahwa Pangeran Charles akan berhasil merubah titel Camilla dan mengadopsi gelar yang sah.

"Karena sensitivitas terhadap Putri Diana, maka Camilla hanya diberikan 'The Duchess of Cornwall' sebagai gelar resminya," tulis Arbiter di 9honey, yang dikutip dari sheknows.com pada Jumat (21/6/2019).

"Lalu, datanglah aksesi Charles, Camilla akan dikenal sebagai Princess Consort ketimbang Queen Consort. 'Putri Permaisuri' tetap menjadi tital resmi kerajaan untuk Camilla, tetapi ketika hari itu akhirnya tiba (Charles naik takhta), saya curiga Charles akan menekan Kerajaan bahwa istrinya harus punya gelar sah yang lain," imbuh Arbiter.

Pangeran Charles nantinya akan menjadi pewaris utama Kerajaan Inggris yang paling lama menduduki takhta dalam sejarah, setelah ibunya, Ratu Elizabeth II, yang memerintah sejak sekitar tahun 1952 --hampir 67 tahun.

"Keluarga Kerajaan sangat sadar akan suasana negara, tetapi semua ini pada akhirnya akan berubah dalam hal persepsi publik tentang Camilla," Arbiter menjelaskan.

"Memang, Camilla telah banyak bertindak dalam kegiatan amal, seperti misal membantu korban pelecehan seksual, osteoporosis, peduli anak, kesejahteraan hewan, kemiskinan dan tunawisma, dan rakyat banyak yang coba mengakrabkan diri dengan Duchess, namun tetap saja sosoknya tidak bisa menggantikan Putri Diana," pungkas Arbiter.

Menurut Arbiter, banyak persepsi publik yang telah berubah terhadap Duchess of Cornwall. Camilla membuktikan bahwa dia melakukan yang terbaik di mata Pangeran Charles dan dia akan menjadi sistem pendukung yang berharga ketika dia akhirnya berhasil mendapatkan tujuan hidupnya: menjadi Ratu.

2 dari 3 halaman

9-4-2005: Pernikahan Kedua Charles dengan Camilla Permudah Jalannya Jadi Ratu?

[Bintang] Pangeran Charles dan Camilla
Perbesar
Tahun 1981, Pangeran Charles dan Diana mengelar penikahan dengan megah, disaksikan oleh warga Ingris dan dunia, karena disiarkan secara langsung. (AFP/Bintang.com)

Tepat hari ini 14 tahun silam, pewaris Kerajaan Britania Raya, Pangeran Charles menikah untuk yang kedua kalinya. Kali ini ia menikahi wanita pujaannya, Camilla Parker Bowles.

Sosok perempuan yang telah dicintainya 30 tahun lalu, jauh sebelum bertemu istri pertamanya, Putri Diana.

Dilansir dari BBC, lebih dari 20.000 orang bersorak gembira saat pasangan tersebut tiba di kompleks istana Windsor, 30 mil di luar London, Inggris. Acara pernikahan yang digelar pada 9 April 2005 tersebut hanya dihadiri 800 anggota keluarga kedua Pangeran Charles dan Camilla, termasuk Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip.

Setelah itu mereka kembali ke Windsor Castle untuk menjalani pemberkatan yang dipimpin oleh Uskup Agung Canterbury.

Terobsesi Jadi Ratu

Teman semasa Camilla bersekolah sekaligus seorang aktris, Lynn Redgrave, mengenang sosok Camilla sewaktu muda.

Sosok Camilla yang tomboi dan humoris membuatnya menjadi perempuan favorit, terutama bagi laki-laki. Namun ia tak dianggap sebagai sebagai ancaman bagi teman-teman perempuannya karena tampak tak peduli dengan penampilan.

"Jika ia sangat cantik, itu cerita lain," ujar Redgrave.

Walaupun tak unggul dari segi penampilan, ia tetap menjadi incaran lelaki dibanding dengan perempuan lain di sekolahnya. Teman lainnya, Carolyn Benson, mengungkap rahasia perempuan alumni Queen Gate itu.

"Ia dapat berbicara tentang hal-hal yang disukai laki-laki. Ia tak feminin, ia tomboi," ujar Benson.

Camilla melanjutkan sekolah ke Jenewa serta Paris sebelum kembali ke London dan bekerja sebagai resepsionis di sebuah perusahaan dekorasi dalam waktu singkat. Dalam kurun waktu tersebut, ia tinggal bersama dengan dua wanita bangsawan muda lainnya.

Teman-teman Camilla itu pun berhasil memenuhi impiannya, menikahi laki-laki kaya. Ketika ditanya mengapa ia tak seberuntung rekannya, Camilla menjawab, "Aku menunggu seorang raja."

3 dari 3 halaman

Camilla Akan jadi Ratu Jika Pangeran Charles Jadi Raja, tapi...

Camilla Parker Bowles (AP)
Perbesar
Camilla Parker Bowles (AP)

Setelah Ratu Elizabeth II, takhta kerajaan Inggris akan diberikan kepada putra kandungnya yaitu Pangeran Charles. Secara otomatis, Pangeran Charles akan mengantikan posisi sang ibu, apabila kelak ia akan turun takhta.

Pertanyaannya, apakah Camilla Parker Bowles akan menjadi Ratu?

Ketika Ratu Elizabeth meninggal, suksesi akan berlangsung dengan cepat dan berjalan berdasarkan rencana yang sangat spesifik.

"Satu hari setelah Ratu meninggal, bendera akan kembali naik, dan pukul 11.00, Charles akan dinobatkan sebagai raja," demikian berdasarkan laporan The Guardian.

Setelah dibacakan proklamasi raja baru, Charles kemudian memperkenalkan istrinya sebagai Ratu Camilla.

Pada masa lalu, terdapat gagasan yang menyebut bahwa Camilla Parker Bowles akan bergelar "Princess Consort" agar tak menistakan ingatan masyarakat akan sosok Ratu.

Tapi secara historis, istri dari para raja disebut dengan Ratu.

Sejumlah pendapat menyebut, saat Charles akan menjadi raja, kekuasaannya mungkin hanya berlangsung selama 25 tahun.

"Karena saat ia menerima takhta -- ia berusia 70-an -- Charles dilihat sebagai monarki sementara, jika dibandingkan dengan Ratu," ujar ahli suksesi Australian Monarchist League, James Ellis.

"Selanjutnya adalah William, lalu George, dan akan ada serangkaian gelar yang diberikan kepada William dan Harry setelah Charles menjadi raja," imbuh dia.

Ellis mengatakan, karena Ratu Elizabeth telah berkuasa selama 60 tahun, orang-orang mengasosiasikan kata Ratu dengan penguasa. Atas hal itu, sulit untuk berpikir saat orang menyebut "Ratu Camilla".

Saat Camilla berada di sisi Charles yang telah menjadi raja, ia tak akan memiliki kekuasaan untuk memerintah. "Dia akan menjadi Queen Consort, dengan tak ada kekuasaan atau apa pun," kata Ellis.

Lanjutkan Membaca ↓