Houthi Klaim Penyerangan Kembali 2 Bandara Arab Saudi

Oleh Siti Khotimah pada 16 Jun 2019, 08:03 WIB
Salah seorang anggota pasukan militan Houthi yang berperang dengan pemerintah Yaman (AFP Photo)

Liputan6.com, Sanaa - Pemberontak Houthi Yaman mengatakan, mereka telah melancarkan serangan pesawat tak berawak di dua bandara Arab Saudi secara terpisah pada Sabtu 15 Juni 2019, lapor Al-Masirah TV.

Televisi yang memiliki kedekatan dengan Houthi itu melanjutkan, serangan pertama menargetkan ruang kendali pesawat tak berawak (drone) milik militer Negeri Petrodolar di Bandara Jizan.

"Sementara serangan kedua menghantam stasiun bahan bakar di dalam Bandara Abha," lanjut Al-Masirah TV mengutip juru bicara militer Houthi Yahya Sarea. Sarea juga "menjanjikan lebih banyak serangan di bandara Negeri Minyak.

Bandara yang ditargetkan terletak di dua provinsi Saudi yang terpisah, yakni Asir dan Jizan sebagaimana dikutip dari Xinhua Net pada Minggu (16/6/2019).

Sementara itu  terkait serangan tersebut, televisi Al Arabiya milik Saudi melaporkan bahwa pasukan pertahanan udaranya telah mencegat dan menghancurkan "rudal balistik" di atas langit kota Abha di barat daya kerajaan. Media Saudi tidak mengkonfirmasi serangan drone atau pesawat tak berawak Houthi.

Dalam beberapa pekan terakhir, Riyadh telah menyaksikan lebih banyak serangan drone dan rudal yang dilakukan oleh Houthi, pemberontak Yaman sekutu Iran.

Serangan drone Houthi pekan lalu melukai 26 orang di bandara Abha. Pemberontak merusak dua stasiun pompa minyak Aramco --perusahaan migas Saudi-- yang menyebabkan kebakaran bulan lalu, menurut televisi Al Arabiya.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab telah memimpin koalisi melawan Houthi sejak Maret 2015 untuk mendukung Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi yang diakui secara internasional.

2 of 3

Saudi Sebelumnya Serang Ibu Kota Yaman

Kelompok Houthi di Yaman (AFP)
Kelompok Houthi di Yaman (AFP)

Sementara itu, pada Sabtu 15 Juni 2019, sebelum Houthi mengklaim menyerang kembali dua bandara di Arab Saudi sang Negeri Minyak menyerbu ibu kota Yaman yang dikuasai pemberontak. Serangan negara Petrodollar menyusul adanya rudal yang menghantam Bandara Abha dengan 26 orang luka-luka.

Sementara itu, pada Jumat 14 Juni, atau selang beberapa hari setelah serangan rudal yang melukai 26 orang di Bandara Abha, fasilitas penerbangan Arab Saudi itu kembali diserang --di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.

Arab Saudi mengatakan, pasukan pertahanan udaranya mencegat lima pesawat tanpa awak yang diluncurkan oleh Houthi Yaman ke Bandara Abha dan Kota Khamis Mushait, pada Kamis 13 Juni 2019 malam waktu setempat. Serangan itu merupakan yang terbaru di wilayah tersebut.

"Lalu lintas udara dan wilayah udara di Bandara Abha beroperasi secara normal," kata juru bicara koalisi yang dipimpin Saudi dalam pernyataan yang dirilis oleh Saudi Press Agency pada Jumat pagi.

Sebelumnya, sedikitnya 26 orang terluka setelah Houthi menembakkan rudal ke bandara Abha pada Rabu 12 Juni. Insiden itu menuai tanggapan keras dari Riyadh yang berjanji untuk mengambil "tindakan tegas".

 

3 of 3

Simak pula video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait