Saudi Salahkan Iran atas Serangan Rudal Houthi di Bandaranya

Oleh Siti Khotimah pada 13 Jun 2019, 16:27 WIB
Diperbarui 13 Jun 2019, 17:17 WIB
Ilustrasi bendera Arab Saudi (AFP Photo)

Liputan6.com, Riyadh - Sebuah bandara milik Arab Saudi yang melayani rute domestik dan internasional menjadi sasaran rudal pada Rabu, 12 Juni 2019. Serangan itu dilakukan oleh pemberontak Yaman, Houthi, melukai 26 warga sipil termasuk perempuan dan anak-anak.

Baru-baru ini, Negeri Minyak menuduh Iran memerintahkan serangan rudal tersebut, sebagaimana dikutip dari Khaleej Times pada Kamis (13/6/2019). Riyadh memperingatkan adanya "konsekuensi serius" akibat insiden tersebut.

"Kelanjutan agresi rezim Iran dan eskalasi serampangan, baik secara langsung atau melalui milisi, akan menghasilkan konsekuensi yang serius," kata wakil menteri pertahanan Arab Saudi, Pangeran Khaled bin Salman dalam sebuah twit.

"Kami akan menghadapi kejahatan milisi Houthi dengan tekad yang tak tergoyahkan," lanjut Pangeran Khaled, putra Raja Arab Saudi. "Penargetan mereka terhadap bandara sipil memperlihatkan kepada dunia kecerobohan eskalasi Iran dan bahaya yang ditimbulkannya terhadap keamanan dan stabilitas regional."

Riyadh menuduh pemberontak sebagai proksi Iran sejak memimpin sekutunya meluncurkan intervensi militer terhadap mereka pada Maret 2015.

"Rezim Iran adalah satu-satunya pihak di wilayah itu yang telah melakukan eskalasi yang ceroboh, melalui penggunaan rudal balistik dan UAV (pesawat tak berawak) untuk secara langsung menargetkan instalasi sipil dan warga sipil tak berdosa," kata Pangeran Khaled.

2 of 3

Janji Tindak Tegas

Ilustrasi Bendera Arab Saudi (iStockphoto via Google Images)
Ilustrasi Bendera Arab Saudi (iStockphoto via Google Images)

Koalisi pimpinan Saudi mengatakan akan "mengambil tindakan tegas" untuk melawan kelompok Houthi, setelah pemberontak Yaman itu melakukan serangan rudal ke Bandara Abha di Arab Saudi, yang menyebabkan sedikitnya 26 orang terluka.

Turki al-Malki, juru bicara koalisi, mengatakan serangan rudal itu membuktikan perolehan senjata canggih baru oleh "milisi teroris".

"Ini juga menunjukkan kelanjutan dukungan Iran terhadap serangan terorisme lintas-perbatasan," tambah al-Maliki sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.

Tidak ada tanggapan segera dari Iran, yang telah membantah mempersenjatai Houthi.

Pemberontak Houthi, yang menghadapi serangan terus-menerus oleh pihak koalisi sejak Maret 2015 --dan merenggut banyak korban sipil-- telah meningkatkan serangan rudal dan pesawat tak berawak (drone) melintasi perbatasan Arab Saudi dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, koalisi pimpinan Arab Saudi mengatakan sebuah proyektil mengenai aula kedatangan di bandara Abha, menyebabkan kerusakan material.

Tiga wanita dan dua anak termasuk di antara yang terluka, dan mereka diektahui sebagai pemegang paspor Saudi, Yaman dan India.

Delapan orang dibawa ke rumah sakit, sementara sebagian besar dirawat di lokasi.

3 of 3

Uni Eropa Ikut Menanggapi

Serangan rudal houthi di bandara Abha Arab Saudi
Kerusakan di dalam Bandara Regional Abha setelah serangan oleh pemberontak Houthi Yaman di Abha, Arab Saudi, Rabu, 12 Juni 2019. (Saudi Press Agency via AP)

Di lain pihak, Uni Eropa mengatakan "serangan provokatif seperti itu menimbulkan ancaman bagi keamanan regional dan merusak proses politik yang dipimpin PBB di Yaman".

Stasiun televisi Almasirah TV --yang berafiliasi dengan Houthi-- melaporkan bahwa kelompok pemberontak itu melancarkan serangan rudal jelajah ke bandara Abha, yang berjarak sekitar 200 kilometer di utara perbatasan Yaman, di mana melayani rute domestik dan regional.

Lanjutkan Membaca ↓