Berupaya Setop Krisis Sudan, AS Kirim Utusan Khusus

Oleh Siti Khotimah pada 13 Jun 2019, 14:57 WIB
Aksi protes besar-besaran di ibu kota Sudan, menuntut pemerintahan Omar al-Bashir turun dari jabatannya (AFP/Ebrahim Hamid)

Liputan6.com, Washington DC - AS menunjuk utusan baru untuk Sudan yang akan memimpin upaya diplomatik penyelesaian krisis politik di negara itu. Kementerian Luar Negeri mengumumkan telah menunjuk kembali Donald Booth yang pernah menjabat sebagai utusan khusus AS untuk Sudan dan Sudan Selatan di bawah pemerintahan Obama.

Seorang mantan duta besar untuk Liberia, Zambia, dan Ethiopia itu telah dikirim pada Rabu, 12 Juni 2019 ke Khartoum bersama dengan Tibor Nagy, diplomat top AS untuk Afrika sebagaimana dikutip dari ABC News pada Kamis (13/6/2019).

Keduanya bertemu dengan para pemimpin oposisi dan pihak berwenang dari Dewan Militer Transisi (TMC), yang mengambil alih kekuasaan setelah Presiden Omar al Bashir ditumbangkan pada April lalu. TMC telah berjanji untuk memimpin transisi politik hingga pemilihan umum, tetapi dalam beberapa pekan terakhir menyerang pengunjuk rasa yang menuntut pemerintahan sipil.

Para diplomat AS dikirim untuk "menyerukan penghentian serangan terhadap warga sipil dan mendesak pihak-pihak untuk melanjutkan pembicaraan," Kementerian Luar Negeri AS mengatakan pada Senin.

Meningkatnya keterlibatan AS terjadi setelah tindakan keras besar-besaran terhadap kamp-kamp protes di ibu kota Khartoum pekan lalu, di mana para milisi yang memiliki hubungan dengan penguasa militer yang berkuasa memperkosa setidaknya 70 orang, menurut kelompok dokter yang berafiliasi dengan gerakan protes. 

Jumlah keseluruhan korban yang diperkosa mungkin bisa menjadi "lebih tinggi dari yang telah didokumentasikan," menurut Madani Abbas Madani, seorang pemimpin aliansi oposisi.

Korban tewas dari serangan itu sekarang setidaknya 129 orang, dengan lebih dari 700 terluka, kata Madani kepada ABC News.

2 of 3

Tanggapan Kedubes AS atas Krisis Sudan

17 Tahun Dirampas AS, Lonceng Balangiga Dikembalikan kepada Filipina
Bendera Amerika Serikat (AS) berkibar saat pengembalian lonceng Balangiga dari pemerintah AS ke Filipina di Pasay, Manila, Selasa (11/12). Lonceng Balangiga dihormati oleh orang Filipina sebagai simbol kebanggaan nasional. (AP Photo/Bullit Marquez)

Menanggapi kekerasan yang terjadi di Sudan, kedutaan besar AS di Khartoum sempat mengetwit pada minggu lalu, "TMC tidak dapat memimpin rakyat Sudan secara bertanggung jawab." 

Twit itu kemudian tampaknya dihapus, namun dalam sebuah cuitan selanjutnya Kedubes AS mengatakan, "serangan pasukan keamanan Sudan terhadap demonstran dan warga sipil lainnya adalah salah dan harus dihentikan."

Selama kunjungan mereka, Booth dan Nagy akan "mendesak pasukan keamanan Sudan untuk mengakhiri serangan terhadap warga sipil, menarik milisi-milisi RSF dari Khartoum, dan tentu saja untuk memungkinkan penyelidikan independen untuk kekerasan baru-baru ini," juru bicara Kementerian Luar Negeri Ortagus mengatakan pada Rabu.

Ortagus juga menambahkan pujian untuk "tekad luar biasa rakyat Sudan. Mereka telah berkomitmen untuk memprotes secara damai dan pembangkangan sipil, yang berlanjut hari ini."

Para pemimpin oposisi menyambut baik kunjungan dan dukungan AS, menurut Madani: "Kami belum melihat sifat kunjungan utusan AS itu, tetapi kami pasti akan menghadapinya dengan cara yang positif dan serius untuk mencapai kesepakatan yang akan mengarah pada pembentukan otoritas sipil. "

3 of 3

Simak pula video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by