KJRI Jeddah: Tak Ada WNI Korban Serangan Rudal di Bandara Arab Saudi

Oleh Siti Khotimah pada 13 Jun 2019, 11:15 WIB
KJRI Jeddah (Twitter.com/KJRIJeddah)

Liputan6.com, Riyadh - Sebuah bandara di Kota Abha Arab Saudi yang melayani rute internasional dan domestik menjadi sasaran serangan rudal. Insiden itu terjadi pada Rabu, 12 Juni 2019 waktu setempat dengan pemberontak Houthi di Yaman disebut sebagai pihak di belakang serangan, menurut koalisi Negeri Minyak.

Sebuah laporan Al Jazeera menyebut 26 warga sipil menjadi korban luka. Tiga wanita dan dua anak termasuk di antara yang terluka, dan mereka adalah warga negara Arab Saudi, Yaman dan India.

Delapan orang telah dibawa ke rumah sakit sementara sebagian besar dirawat di lokasi.

KJRI Jeddah kepada Liputan6.com mengatakan, tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban serangan.

"Alhamdulillah tidak ada korban dari WNI," kata Satgas perlindungan WNI KJRI Jeddah pada Kamis (13/6/2019).

"Tetapi kita terus mengingatkan WNI kita di Abha, Jizan dan Najran agar tetap berhati-hati dan menjaga komunikasi baik itu dengan keluarga, komunitas WNI, dan dengan KJRI Jeddah," lanjut sumber yang sama.

KJRI juga telah mengeluarkan imbauan kepada WNI yang berada dekat dengan lokasi kejadian.

"Diimbau kepada seluruh WNI yang berada di Wilayah Abha dan sekitarnya untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan serta menjaga komunikasi dengan KJRI Jeddah maupun Petugas Pembantu Pelayanan Perlindungan Warga (P4W) di Abha," kata KJRI Jeddah melalui aku Instagram resminya.

Adapun untuk informasi lebih lanjut, KJRI Jeddah dapat dihubungi melalui: Hotline/WhatsApp: +966 50 360 9667. P4W Abha: Sdr. Harun (+966 50 9983 atu +966 55 838 3901).

2 of 3

Detail Serangan

Militan Houthi menguasai Hodeidah yang menjadi pelabuhan utama di Yaman (AP Photo)
Militan Houthi menguasai Hodeidah yang menjadi pelabuhan utama di Yaman (AP Photo)

Dalam sebuah pernyataan pada Rabu, koalisi Arab Saudi mengatakan sebuah proyektil mengenai aula kedatangan di bandara Kota Abha, menyebabkan kerusakan material.

Dalam pernyataan yang sama, koalisi mengatakan "serangan itu bisa dianggap sebagai kejahatan perang dan membuktikan bahwa Houthi telah memperoleh senjata canggih dari Iran," menambahkan pihaknya berjanji untuk mengambil langkah "segera dan tepat waktu" sebagai respons.

Tidak ada tanggapan segera dari Iran, yang telah membantah mempersenjatai Houthi.

Al Masirah TV yang berafiliasi dengan Houthi melaporkan bahwa pasukan Houthi melancarkan serangan rudal jelajah ke bandara Abha, yang berjarak sekitar 200 km di perbatasan utara dengan Yaman. Lapangan udara yang dimaksud melayani rute domestik dan regional. 

3 of 3

Konfrontasi Koalisi Arab Saudi dan Houthi

Salah seorang anggota pasukan militan Houthi yang berperang dengan pemerintah Yaman (AFP Photo)
Salah seorang anggota pasukan militan Houthi yang berperang dengan pemerintah Yaman (AFP Photo)

Aliansi yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab ( UEA ) melakukan intervensi di Yaman pada tahun 2015.

Mereka mencoba mengembalikan pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang diakui secara internasional, yang  telah dipaksa keluar dari kekuasaan oleh Houthi.

Houthi pada hari Rabu bersikeras menyatakan mereka memiliki hak untuk mempertahankan diri, dalam menghadapi upaya pengeboman selama lima tahun yang dipimpin Saudi serta blokade udara dan laut.

"Kelanjutan agresi dan pengepungan terhadap Yaman untuk tahun kelima, penutupan bandara Sana'a dan penolakan terhadap solusi politik membuat warga kami tidak dapat dihindarkan untuk membela diri mereka sendiri," kata juru bicara Houthi Mohammed Abdulsalam dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh media Al- Masirah.

Lanjutkan Membaca ↓