9-6-1902: Mulai Beroperasinya Automat, Cikal Bakal Restoran Cepat Saji

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 09 Jun 2019, 06:00 WIB
Konsumen sedang membeli makanan dari mesin Automat, cikal bakal restoran cepat saji pada awal Abad ke-20 (Smithsonian Museum)

Liputan6.com, Philadelphia - Hari ini, tepat 117 tahun silam, Joe Horn dan Frank Hardart membuka kafetaria pertama yang pengoperasiannya menggunakan koin. Tempat makan unik itu bernama Automat, dan berlokasi di 818 Chestnut Street, Kota Philadelphia, Amerika Serikat (AS).

Untuk membeli makanan di Automat, konsumen harus memasukkan uang logam ke dalam sebuah slot, lalu memutar kenop, dan mengambil makanan yang dipilih via pintu kaca kecil.

Sebagaimana Today in History yang dikutip dari Wired.com pada Sabtu (8/6/2019), telah lebih dulu hadir konsep restoran serupa di Jerman, namun pengaplikasiannya terbatas untuk prajurit di sekolah kedinasan setempat.

Horn dan Hardart kemudian membeli mesin serupa dari Berlin, yang hak ciptanya dipegang oleh produsen asal Swedia.

Horn dan Hardart melakukan beberapa inovasi pada mesin tersebut, dan kemudian berujung pada ide menghadirkan restoran yang mampu melayani konsemen dengan cepat, tapi tidak memerlukan banyak tenaga kerja.

Inilah, yang oleh para sejarawan, disebut sebagai cikal bakal restoran cepat saji.

Ada yang menyebut bahwa Automat pertama kali buka pada 12 Juni 1902, di mana merujuk pada operasional penuhnya terhadap publik kota Philadelphia.

Namun, lebih banyak sejarawan yang menunjuk tanggal 9 Juni 1902 sebagai awal eksistensi Automat. Alasannya adalah kala itu menandai uji coba pasar yang dilakukan selama tiga hari setelahnya.

Selain aneka kudapan gurih dan manis, Automat juga terkenal karena menyajikan secangkir kopi hangat seharga 1 nikel, yang kala itu setara dengan nominal US$ 45 sen (sekitar Rp 6.300) per cangkirnya.

Restoran itu baru mengubah harga secangkir kopinya menjadi dua nikel pada 1950.

2 of 3

Masa-Masa Kejayaan Automat

Bendera Amerika Serikat (AP PHOTO)
Bendera Amerika Serikat (AP PHOTO)

Menandai eksistensinya selama satu dekade, tepatnya pada 1912, Horn dan Hardart sepakat membuka cabang pertama Automat di Times Square, New York.

Tidak berapa lama setelahnya, restoran unik itu telah berkembang menjadi belasan outlet, yang semuanya berlokadi di wilayah Pantai Timur AS. Keduanya juga memutuskan meningkatkan sendiri kemampuan mesin Automat, sehingga menjadi lebih cepat dan fleksibel.

Mereka juga menempatkan seorang karyawan di bagian depan restoran, yang bertugar melayani penukaran uang konsumen ke koin nikel, untuk kemudian dibelanjakan pada mesin Automat.

Sebelum 1950, satu koin bisa dibelikan secangkir kopi atau sepiring kecil pie, lima koin untuk seporsi daging kalkun panggang dan saus, serta tiga koin untuk mendapatkan semangkuk mac and cheese-nya yang terkenal.

Automat juga menyediakan beberapa menu utama dengan harga yang sedikit lebih tinggi, seperti chicken pot pie (setup daging ayam), steak Salisbury seberat 200 gram, dan bayam kukus dengan kacang panjang.

Ada pula beberapa sajian penutup yang disukai anak-anak karena rasa manisnya, seperti puding kelapa, es krim vanila, dan puding beras dengan kismis.

Semuanya disiapkan di dalam sebuah sistem dapur berjalan, dan hanya menggunakan bahan-bahan baku berkualitas.

Memiliki lebih dari 80 lokasi di Pantai Timur AS, menjadikan Automat tidak hanya sebagai restoran cepat saji pertama di Negeri Paman Sam, namun juga di dunia.

3 of 3

Sulit Mengikuti Perubahan Zaman

Ilustrasi Burger
Ilustrasi burger (dok. Pixabay.com/Putu Elmira)

Pertumbuhan pesat Automat ternyata tidak sejalan dengan semakin tingginya harga mineral, sehingga memaksa Horn dan Hardart untuk mengganti penggunana koin nikel dengan token khusus sekali pakai.

Hal tersebut mengurangi efisiensi yang menjadi daya tarik Automat sejak awal beroperasi.

Di saat bersamaan, masa resesi terburuk dalam sejarah ekonomi AS, Great Depression, mulai menghantam di awal dekade 1930-an. Fakta tersebut membuat Automat harus berjuang keras menyesuaikan ongkos produksi agar tetap mengahdirkan makanan lezat dengan harga terjangkau.

Pada akhirnya Automat menyerah karena harga bahan baku yang terus meningkat. Mengubah takaran resep asli pada seluruh hidangannya membuat restoran ini mulai kehilangan popularitas.

Secara perlahan, daya tarik Automat semakin tergerus oleh kehadiran berbagai restoran baru yang menawarkan efisiensi lebih tinggi, seperti McDonald's dan Burger King.

Selain itu, basis terkuat Automat di New York dan Philadephia terus diserbu oleh imigran Italia yang banyak membuka bisnis makanan, di mana kemudian kedua kota itu justru terkenal sebagai pusat pizza di AS.

Gerai Automat terakhir di Philadelphia tutup pada 1990, dan setahun kemudian diikuti penutupan serupa pada cabang di New York.

Kini, mesin sisa kejayaan Automat dipajang di Smithsonian's National Museum of American History di Washington DC.

Selain masa jaya Automat, pada tanggal yang sama tahun 1931, sejarah mencatat desain pesawat bertenaga roket pertama dipatenkan oleh Robert Goddard.

Lalu, pada 9 Juni 1946, Bhumibol Adulyadej dilantik menajdi Raja Thailand setelah kematian kakak kandungnya, Pangeran Ananda Mahidol, yang misterius.

Lanjutkan Membaca ↓