Pertama di Dunia, Kereta Wisata Beroperasi di Lingkar Kutub Utara

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 07 Jun 2019, 10:05 WIB
Rangkaian kereta Zarengold yang melintasi wilayah Kutub Utara dari Rusia ke Singapura (AFP/Olga Maltseva)

Liputan6.com, St Petersburg - Untuk pertama kalinya, sebuah kereta wisata dioperasikan di wilayah Kutub Utara, yang membawa penumpang dari Rusia menuju Norwegia.

Dioperasikan oleh perwakilan dari biro wisata terkemuka asal Jerman, Lernidee Erlebnisreisen, rangkaian kereta ini telah memulai perjalanannya perdana pada hari Rabu, dengan mengangkut 91 penumpang.

"Arktik mempesona semua orang," kata Nurlan Mukash, Direktur Eksekutif operator terkait, sebagaimana dikutip dari Channel News Asia pada Kamis (6/6/2019).

"Rute menjelajahi Arktik telah digarap oleh agen-agen pariwisata Kanada dan Norwegia, namun belum pernah dioperasikan dari Rusia," tambahnya.

Mengusung nama Zarengold yang berarti "emas tsar" dalam bahasa Jerman, rangkaian kereta dengan dua gerbong restoran ini akan melakukan perjalanan dari Saint Petersburg melalui Petrozavodsk, dan berakhir di dua kota paling bersejarah di Lingkar Kutub Utara, Kem dan Murmansk.

Dari Murmansk, yang merupakan kota terbesar di lingkar Kutub Utara, para wisatawan akan dipindahkan dari kereta ke bus, untuk melanjutkan perjalanan ke Kirkenes di Norwegia.

Destinasi terakhir mereka, Oslo, dapat dituju dengan pilihan perjalanan perahu atau melalui udara.

 

2 of 3

Perjalanan Memakan Waktu 11 Hari

Cara Peselancar Nikmati Keindahan Aurora di Norwegia Utara
Seorang surfer membawa papannya melihat Cahaya Utara atau aurora borealis di Utakleiv, Norwegia utara (9/3). Biasanya aurora terjadi di daerah di sekitar kutub Utara dan kutub Selatan magnetiknya. (AFP/Olivier Morin)

Seluruh perjalanan akan memakan waktu 11 hari, di mana memungkinkan penumpang untuk menemukan daerah-daerah yang sulit diakses dengan cara lain, tutur penyelenggara.

Untuk perjalanan perdana, 91 orang wisatawan datang dari tujuh negara termasuk Amerika Serikat, Jerman, Norwegia, dan Rusia.

"Di masa depan, kami berharap bisa mengoperasikan kereta ini secara teratur," kata Mukash.

Dia menambahkan bahwa rangkaian kereta itu diharapkan akan berjalan dua hingga empat kali dalam setahun, selambat-lambatnya pada 2021 mendatang.

3 of 3

Rusia Ingin Kuasai Pengaruh di Lautan Arktik

Rusia luncurkan kapal pemecah es baru bertenaga nuklir, Ural, di St Petersburg, Sabtu 25 Mei 2019 (AP/Evgeny Uvarov)
Rusia luncurkan kapal pemecah es baru bertenaga nuklir, Ural, di St Petersburg, Sabtu 25 Mei 2019 (AP/Evgeny Uvarov)

Sementara itu, pada akhir Mei lalu, Rusia meluncurkan sebuah kapal pemecah es bertenaga nuklir, yang disebut oleh banyak pengamat, sebagai bagian dari progam ambisius dalam memanfaatkan potensi komersial Arktik.

Kapal produksi galangan nasional di St Petersburg itu diberi nama Ural, dan akan menjadi bagian dari trio pemecah es terbesar dan paling kuat di dunia, demikian sebagaimana dikutip dari The Guardian.

Selain itu, Rusia juga dikabarkan sedang membangun beberapa infrastruktur baru dan merombak pelabuhannya, di tengah siklus iklim yang lebih hangat.

Dalam satu dekade terakhir, Rusia menyiapkan lebih banyak lalu lintas di Laut Arktik, yang disebutnya sebagai Rute Laut Utara (NSR), dan diperkirakan bisa dilayari sepanjang tahun.

Ural akan diserahkan kepada perusahaan energi nuklir milik negara Rusia Rosatom pada 2022 mendatang, setelah dua pemecah es lainnya dalam seri yang sama, Arktika (Arktik) dan Sibir (Siberia), selesai diproduksi.

Lanjutkan Membaca ↓