5 Negara dengan Tradisi Unik Saat Idul Fitri, Salah Satunya Indonesia

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 06 Jun 2019, 18:35 WIB
Ilustrasi idul fitri

Liputan6.com, Jakarta - Hari raya telah tiba. Setelah menjalani puasa selama kurang lebih satu bulan, umat muslim di seluruh duni menyambut hari kemenangan Idul Fitri.

Sejumlah tradisi dalam menyambut hari kemenangan tersebut dilakukan berbeda-beda oleh sejumlah negara. Tergantung dari budaya mereka masing-masing.

Dari sejumlah negara ini, ternyata ada nama Indonesia yang mengisi daftar perayaan Idul Fitri paling unik.

Seperti dikutip dari laman etoninstitute.com, Kamis (6/6/2019) berikut 5 negara dengan tradisi Idul Fitri unik:

 

2 of 6

1. Uni Emirat Arab

Melihat Habitat Flamingo di Tengah Mewahnya Kota Dubai
Burung flamingo terbang bermigrasi melewati gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa di Dubai, Uni Emirat Arab (28/1). Meski terdiri dari gedung-gedung mewah, pemerintah Dubai tetap menjaga habitat burung flamingo. (AP Photo / Kamran Jebreili)

Berpegang teguh pada cara tradisional sejak dahulu kala, hari pertama Idul Fitri di UEA adalah dengan menghabiskan waktu bersama keluarga dan kerabat.

Doa pagi hari diikuti oleh pesta dan makan siang biasanya digelar di rumah kakek-nenek, di mana semua anggota keluarga akan berkumpul.

Hidangan tradisional Emirat yang populer saat Idul Fitri, termasuk di antaranya Harees (bubur dari gandum dan daging) dan Balaleet, yakni mie tipis manis dengan telur dadar atau telur goreng.

Jika Anda memiliki teman dari UEA, sambut dia dengan Asakum Min Awada! (terjemahan: semoga Anda ada bersama kami untuk Idul Fitri berikutnya!)

 

3 of 6

2. India dan Pakistan

Ilustrasi bendera India (AFP Photo)
Ilustrasi bendera India (AFP Photo)

Sebagai bagian dari persiapan Idul Fitri, perempuan di India akan menerapkan desain dekoratif Mehndi sehari sebelumnya.

Mehndi, pakaian meriah, perhiasan, dan gelang tradisional berwarna-warni adalah yang terpenting dari perayaan Idul Fitri bagi perempuan di sana.

Pada hari itu, Anda akan melihat rumah-rumah yang diterangi dengan hiasan cahaya yang mewah, persiapan hidangan meriah khasnya seperti biryani daging kambing yang lezat dan hidangan penutup kurma, turut disajikan.

 

4 of 6

3. Indonesia

Pemudik Mulai Padati Terminal Kampung Rambutan
Sejumlah calon penumpang bersiap menaiki bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Minggu (10/6). Lebih dari 28 ribu pemudik sudah meninggalkan Ibu Kota menuju kampung halamannya dengan bus hingga H-5 Lebaran 2018 pagi ini. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Idul Fitri secara lokal dikenal sebagai Lebaran, dan itu adalah hari libur paling penting bagi masyarakat Indonesia.

Mirip dengan negara-negara Muslim lainnya, masyarakat Indonesia juga merayakan dengan doa, kumpul keluarga, dan santap meriah.

Salah satu tradisi terpenting adalah mudik, yang dilakukan oleh para perantau yang telah lama meninggalkan kampung halamannya untuk bekerja di kota-kota besar.

Mereka melakukan perjalanan kembali ke kota mereka untuk menghabiskan Idul Fitri bersama keluarga.

Sebuah ritual yang disebut Halal Bihalal juga dilakukan selama atau setelah Idul Fitri, yang melibatkan acara saling bermaaf-maafan denagn keluarga, kerabat, tetangga, dan teman. 

 

5 of 6

4. Turki

Ilustrasi Turki
Ilustrasi Turki (AP/Lefteris Pitarakis)

Di Turki, Idul Fitri dikenal sebagai Ramazan Bayrami (festival Ramadhan) atau Seker Bayrami (festival permen).

Orang-orang memakai pakaian baru mereka yang disebut bayramlik, dan saling mengucapkan Bayraminiz Mübarek Olsun, yang diterjemahkan menjadi '"semoga Idul Fitri Anda diberkati".

Hari itu dirayakan dengan mengunjungi dan menghabiskan waktu bersama kerabat dekat, terutama orangtua untuk berharap dan mencari berkah dari mereka.

Baklava dan sajian lezat khas Turki lainnya turut dihidangkan di tengah-tengahnta. Untuk menghidupkan semangat Idul Fitri dan menghibur anak-anak, turut digekar entert Karagöz ve Hacivat, yakni sebuah pertunjukan wayang kulit yang menceritakan tentang kisah-kisah rakyat betema ajaran kebaikan Muslim.

6 of 6

5. Maroko

10 Tempat Wisata di Dunia dengan Pemandangan yang Fotogenik
Chefchaouen, Maroko (Foto: Purewow.com)

Sama seperti negara-negara lain, para Muslim setempat pergi ke masjid untuk melakukan salat Id, yang kemudian diikuti oleh kumpul-kumpul keluarga. Makanan memainkan peran sentral dalam budaya masyarakat Maroko dalam merayakan setiap momen khusus, termasuk Idul Fitri.

Para perempuan biasanya menghabiskan hari sebelum menyiapkan kue basah dan kue kering khas lokal.

Kue panekuk rumahan yang bertekstur tebal, disebut Msemen dan Baghrir, dimakan untuk sarapan bersama dengan teh mint. 

Lanjutkan Membaca ↓