Mikroba di Meteorit... 4 Klaim Kehidupan Alien yang Pernah Diumbar ke Publik

Oleh Afra Augesti pada 02 Jun 2019, 19:40 WIB
Diperbarui 04 Jun 2019, 18:13 WIB
Ilustrasi Ross 128 b

Liputan6.com, Jakarta - Pada September 2013, tim ilmuwan Inggris mengklaim sebuah fragmen sel yang ditemukan dari penerbangan balon di atas atmosfer, yang mungkin merupakan bukti kehidupan dari alien.

Ketika banyak teori konspirasi muncul di ranah publik dan mengaku telah menemukan bukti kunjungan alien ke Bumi, ada sejumlah ilmuwan yang juga mengkalim telah menguak fakta kehidupan di luar Bumi.

Inilah 4 klaim ilmiah yang pernah dibeberkan ke muka umum tentang penemuan soal alien, seperti dilansir dari space.com, Minggu (2/5/2019).

2 of 5

1. Mikroba di Meteorit

Mikroba di Meteorit
Mikroba di Meteorit. (Hoover/Journal of Cosmology)

Ilmuwan NASA, Richard Hoover, menerbitkan sebuah makalah pada 4 Maret 2011 yang mengklaim bahwa ia telah menemukan bukti fosil cyanobacteria di meteorit berkarbon dari angkasa luar.

Hoover mengamati pecahan meteorit melalui pemindaian mikroskop elektron, dan mengidentifikasi filamen dan struktur yang katanya menyerupai ganggang kecil bersel tunggal.

Reaksi dari beberapa ilmuwan lain amat skeptis, sebagian karena penelitian ini diterbitkan dalam Journal of Cosmology yang dipertanyakan.

Peneliti lain mengatakan, studi itu dilakukan secara menyeluruh, tetapi masih terlalu dini untuk dirilis ke publik.

3 of 5

2. Viking Lander

Viking Lander
Viking Lander. (NASA)

Pada 1976, dua wahana jelajah antariksa Viking milik NASA mendarat di permukaan Mars. Probe ini melakukan serangkaian percobaan biologis, termasuk mengumpulkan sampel tanah Mars untuk menguji senyawa organik dan biosignature yang dapat menunjukkan keberadaan mikroorganisme.

Robot tersebut menemukan sedikit bukti organik, tetapi percobaan yang dilakukan oleh instrumen Labeled Release menemukan agen reaktif dalam material permukaan Mars yang menghasilkan peningkatan karbon dioksida.

Gilbert Levin, seorang insinyur yang merancang Labeled Release, menyimpulkan bahwa kegiatan ini dipicu oleh mikroorganisme hidup yang bersembunyi di tanah Mars. Namun, interpretasi itu belum diterima secara luas oleh komunitas ilmiah ternama.

Penelitian itu juga mempertanyakan hasil negatif Viking dalam mencari senyawa organik.

Sebuah studi yang diterbitkan pada bulan Desember 2010 di Journal of Geophysical Research menyarankan bahwa senyawa ini ada di Mars, tetapi sudah dihancurkan oleh bahan kimia lain sebelum Viking dapat mendeteksinya.

4 of 5

3. Ada Semak-Semak di Mars

Penulis fiksi ilmiah Sir Arthur C. Clarke
Penulis fiksi ilmiah Sir Arthur C. Clarke. (NASA)

Penulis fiksi ilmiah Sir Arthur C. Clarke, terkenal karena menulis novel "2001: A Space Odyssey" yang menjadi berita utama di media-media lokal dan internasional pada tahun 2001, ketika ia menunjukkan foto-foto pohon dan semak-semak di Mars, yang diambil dari Mars Global Surveyor NASA.

Sebagian besar ilmuwan mengejek klaim itu, tetapi ia tetap kukuh pada akuannya.

"Saya cukup serius ketika saya mengatakan melihat gambar semak di Mars," kata Clarke saat itu. "Sesuatu benar-benar bergerak dan tumbuh musiman, ada vegetasi."

Sementara itu, Clarke meninggal pada 2008 di Sri Lanka.

5 of 5

4. Kanal Mars

Ilustrasi tanah di Mars
Ilustrasi tanah di Mars (iStock).

Gagasan bahwa Mars dilintasi oleh jaringan kanal yang kompleks pertama kali dikemukakan pada tahun 1877 oleh astronom Italia, Giovanni Schiaparelli, dan kemudian dipopulerkan oleh astronom Percival Lowell.

Lowell membuat gambar yang rumit tentang apa yang dianggapnya kanal berdasarkan pengamatan yang ia lakukan di observatoriumnya di Flagstaff, Ariz.

Anggapan itu memperoleh penerimaan yang relatif luas hingga awal Abad ke-20, ketika pengamatan astronomi meningkat dan pencitraan dengan resolusi lebih tinggi mengungkapkan "kanal-kanal" sebagai ilusi optik semata dan formasi geologis.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait