6 Planet di Luar Tata Surya yang Diduga Jadi Rumah Alien

Oleh Afra Augesti pada 02 Jun 2019, 18:35 WIB
Eksoplanet Alien

Liputan6.com, Jakarta - Pada April 2014, Habitable Exoplanets Catalog mencantumkan 21 planet yang dinilai memiliki peluang terbaik sebagai rumah alien di luar Tata Surya kita.

Namun, tidak semua planet ini dikonfirmasi kebenarannya dan masih banyak yang harus dipelajari tentang lingkungan di sana. Meski demikian, ahli astrobiologi menyebut kita bisa menemukan peluang bagus di planet-planet tersebut.

Berikut adalah daftar 6 planet yang dikatakan menjadi tempat yang paling mungkin menampung kehidupan alien, menurut University of Puerto Rico di Arecibo yang dikutip dari space.com pada Minggu (2/5/2019).

2 of 7

1. Kepler-186f

Ilustrasi planet alien Kepler-186f yang diyakini sebagai kembaran Bumi (NASA Ames/SETI Institute/JPL-Caltech)
Ilustrasi planet alien Kepler-186f yang diyakini sebagai kembaran Bumi (NASA Ames/SETI Institute/JPL-Caltech)

Kepler-186f adalah planet ekstrasurya seukuran Bumi pertama yang pernah ditemukan di zona layak huni bintang inangnya. Dunia ini, yang terletak 490 tahun cahaya dari Bumi, hanya 10 persen lebih besar dari planet kita sendiri dan permukaannya berbatu.

3 of 7

2. Gliese 581g

Gliese 581g
Gliese 581g. (NASA)

Planet ini adalah temuan yang kontroversial. Ditemukan pada 2010, tetapi ilmuwan menemukan banyak kesulitan untuk memastikannya. Meski demikian, University of Puerto Rico di Arecibo menyebut Gliese 581g adalah kandidat teratas untuk kehidupan alien.

Jika dikonfirmasi, dunia berbatu ini berjarak sekitar 20 tahun cahaya dari matahari Bumi, dan dua hingga tiga kali lebih masif dari Bumi. Ia mengorbit bintang induknya, Gliese 581, setiap 30 hari di konstelasi Libra.

4 of 7

3. Gliese 667Cc

Gliese 667Cc
Gliese 667Cc. (Carnegie Institution for Science)

Planet lain yang bentuknya mirip Bumi namun ukurannya lebih besar, Gliese 667Cc, berjarak sekitar 22 tahun cahaya di konstelasi Scorpius.

Planet ini setidaknya 4,5 kali lebih besar dari Bumi, dan membutuhkan 28 hari untuk membuat orbit di sekitar bintang induknya.

GJ 667C --bintang induk-- sebenarnya adalah bagian dari sistem bintang tiga. Bintang itu adalah bintang katai kelas M yang bobotnya sekitar sepertiga dari massa matahari Bumi.

5 of 7

4. Kepler-22b

Ilustrasi planet yang ditemukan Kepler: Kepler-22b, Kepler-69c, Kepler-452b, Kepler-62f, Kepler-186f, dan akhirnya Bumi
Ilustrasi planet yang ditemukan Kepler: Kepler-22b, Kepler-69c, Kepler-452b, Kepler-62f, Kepler-186f, dan akhirnya Bumi (NASA)

Meskipun Kepler-22b lebih besar dari Bumi, ia melingkari bintang yang ukuran dan suhunya cukup dekat dengan matahari Bumi.

Kepler-22b besarnya 2,4 kali ukuran Bumi dan, dengan asumsi efek rumah kaca mirip dengan Bumi, memiliki perkiraan suhu permukaan 72 derajat Fahrenheit (22 derajat Celsius). Sistem bintangnya berjarak sekitar 600 tahun cahaya dari matahari Bumi, di rasi Cygnus.

6 of 7

5. HD 40307g

HD 40307g
HD 40307g. (J. Pinfield, for the RoPACS network at the University of Hertfordshire)

"Super-Bumi" HD 40307g mengorbit dengan nyaman di dalam zona layak huni bintang induknya. Itu terletak sekitar 42 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Pictor.

Begitu dekat sehingga teleskop angkasa luar mungkin bisa mengintip permukaannya. HD 40307g mengorbit bintang induknya sekitar 56 juta mil (90 juta kilometer) jauhnya, yang hanya lebih dari setengah jarak Bumi-matahari, yakni 93 juta mil (150 juta kilometer).

7 of 7

6. Tau Ceti e

Ilustrasi salah satu exoplanet, Tau Ceti e
Ilustrasi salah satu exoplanet, Tau Ceti e (PHL @UPL Arecibo).

Tau Ceti e, yang terdeteksi pada Desember 2012, ditemukan hanya 11,9 tahun cahaya dari Bumi. Dunia ini adalah "super-Bumi" setidaknya 4,3 kali lebih besar dari Bumi. Tergantung pada suasananya, Tau Ceti e bisa menjadi planet yang agak panas yang cocok untuk kehidupan sederhana, atau dunia yang panas seperti Venus.

Lanjutkan Membaca ↓