Sedang Bermain, Anak TK Temukan Kuburan Kuno Berusia 5.600 Tahun

Oleh Siti Khotimah pada 29 Mei 2019, 21:00 WIB
Diperbarui 29 Mei 2019, 21:00 WIB
Makam Pemakaman dan Kuburan
Perbesar
Ilustrasi Foto Pemakaman (iStockphoto)

Liputan6.com, Paris - Sekelompok anak TK di Kota Saint-Laurent-Médoc, Prancis secara tidak sengaja menemukan beberapa potong tulang saat bermain di sekolah pada 2006 silam.

Ternyata, bagian dari kompleks sekolah itu dibangun di atas sebuah kuburan kuno menurut analisis awal sebagaimana dikutip dari Live Science pada Rabu (29/5/2019).

Makam itu diperkirakan berusia ribuan tahun. Gundukan tanah yang kemudian bernama Le Tumulus des Sables itu berumur jauh lebih lama dibandingkan dari prediksi sebelumnya.

Tim arkeolog yang telah meneliti kuburan kuno menemukan tidak kurang dari 30 individu (20 orang dewasa dan 10 anak) yang dimakamkan di sebuah gundukan dengan kedalaman hanya 50 sentimeter. Hal itu dijelaskan dalam Journal Archaeological Science: Reports yang diterbitkan pada April 2019.

Menurut analisis radiokarbon, dari beberapa gigi yang ditemukan di kuburan kuno tersebut, para jenazah telah ditempatkan di sana sejak akhir era Neolitikum (sekitar 3.600 SM) dan berakhir pada Zaman Besi (1250 SM).

2 dari 3 halaman

Tanda Tanya Besar

Tengkorak Romawi Kuno (1)
Perbesar
Ilustrasi tengkorak manusia Romawi Kuno dengan kerusakan tulang hidung. (Sumber ANSA.it)

Pertanyaan terbesar para arkeolog adalah mengapa kuburan itu ditemukan di tempat yang seolah biasa-biasa saja.

"Ini tidak biasa karena itu bukan tempat yang benar-benar jelas atau prestisius," kata pemimpin penulis utama Hannah James, seorang kandidat doktoral di Australia National University di Canberra, dalam sebuah pernyataan.

"(Makam) itu bukan di bukit atau lokasi yang jelas, jadi ada hal lain tentang situs ini yang menyebabkan orang kembali dan menggunakannya (sebagai sekolah)."

Adapun jasad-jasad tersebut diketahui bahwa kebanyakan dari mereka merupakan penduduk setempat.

 

3 dari 3 halaman

Makan Hasil Bumi

Ilustrasi Kuburan
Perbesar
Ilustrasi Kuburan

Dari analisis isotop (versi elemen) dalam sisa-sisa gigi menunjukkan bahwa semua individu yang diteliti makan dari hasil tanah. Bukan memancing dari sungai terdekat maupun Samudera Atlantik.

Satu individu tampaknya telah dilahirkan dalam iklim yang jauh lebih dingin, dan mungkin telah dipindahkan ke lokasi tersebut setelah kematian, tulis para peneliti.

Tidak hanya rangka, di situs itu juga ditemukan peninggalan lain seperti pecahan keramik, logam, dan tulang hewan.

Lanjutkan Membaca ↓