Boeing 737 MAX Menanti Izin Terbang, Juni Atau Agustus?

Oleh Liputan6.com pada 29 Mei 2019, 17:22 WIB
Boeing 737 MAX

Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional (IATA) memperkirakan Boeing 737 MAX baru bisa beroperasi kembali hingga Agustus. Demikian disampaikan ketua asosiasi tersebut pada Rabu 29 Mei 2019.

Pesawat Boeing jenis 737 MAX dilarang terbang di seluruh dunia sejak Maret lalu setelah kecelakaan fatal di Ethiopia menewaskan seluruh 157 penumpang. Insiden itu adalah kecelakaan kedua dalam lima bulan.

"Kami tidak memperkirakan sebelum 10-12 week untuk kembali beroperasi," kata Direktur Jenderal IATA Alexandre de Juniac kepada para wartawan di Seoul." Tapi itu tidak dalam kewenangan kami. Itu adalah kewenangan para regulator."

"IATA berencana mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan maskapai penerbangan, regulator dan pembuat pesawat dalam 5-7 minggu untuk membahas apa yang diperlukan agar 737 MAX bisa kembali beroperasi," katanya lagi seperti dikutip dari VOA Indonesia, Rabu (29/5/2019).

Otoritas Penerbangan Sipil Amerika (FAA) berharap bisa mengizinkan pesawat jet Boeing itu untuk beroperasi kembali paling cepat akhir Juni.

2 of 3

Akhir Juni?

Ilustrasi pesawat Boeing 737 Max 8 (AFP/Stephen Brashear)
Ilustrasi pesawat Boeing 737 Max 8 (AFP/Stephen Brashear)

Izin terbang Boeing 737 MAX pada akhir Juni tahun ini disampaikan oleh perwakilan otoritas penerbangan udara AS kepada badan penerbangan PBB pada Kamis, 23 Mei 2019.

Namun, perwakilan FAA menekankan bahwa belum ada tanggal pasti terkait penerbangan kembali tipe pesawat Boeing 737 MAX itu, sebagaimana dikutip dari situs South China Morning Post pada Jumat 24 Mei 2019.

Jika dapat beroperasi kembali sesuai target yang telah ditentukan, sejumlah maskapai akan dapat mengurangi kerugian yang harus ditanggung. American Airlines Group, Southwest Arlines, dan United Airlines telah menangguhkan penerbangan Boeing 737 MAX hingga Juli dan Agustus tahun ini. Langkah itu menyusul dua kecelakaan fatal pesawat dengan tipe sama yang menewaskan 346 orang dari Lion Air JT610 di Indonesia dan Ethiopian Airlines ET302 di Addis Ababa.

Di hari yang sama, sejumlah pejabat dari FAA dan Boeing telah memberi pengarahan secara pribadi kepada anggota dewan pemerintahan International Civil Aviation Organization (ICAO) di Montreal, begitu pula Dan Elwell bertemu dengan regulator penerbangan internasional selama delapan jam di Fort Worth, Texas.

Sementara itu, Elwell saat ini masih menolah untuk menjawab pertanyaan tentang hasil pengarahan ICAO. Ia lebih memilih mengulangi pernyataan sebelumnya bahwa FAA tidak akan menyetujui pesawat untuk penerbangan sampai pihak yang bersangkutan menyelesaikan analisis keselamatan. Ia mengaku tidak ada jadwal yang ditetapkan.

3 of 3

Beberapa Negara Tidak Akan Tergantung pada FAA

Ilustrasi pesawat Boeing 737 MAX (AFP Photo)
Ilustrasi pesawat Boeing 737 MAX (AFP Photo)

Jalan untuk mengoperasikan kembali Boeing 737 MAX masih tidak pasti. Pasalnya, Kanada dan Eropa mengatakan pada Rabu, mereka akan menentukan kapan pesawat dapat kembali beroperasi dengan ketentuan mereka sendiri, bukan tergantung sepenuhnya pada FAA.

Pihak FAA mengatakan tidak akan mengambil keputusan untuk menerbangkan kembali tipe pesawat itu sampai mereka melihat temuan-temuan dari berbagai lemba mengenai rencana Boeing untuk memperbaiki perangkat lunak.

Boeing mengatakan pekan lalu telah menyelesaikan pembaruan untuk perangkat lunak, yang dikenal sebagai MCAS yang dapat menghentikan pembacaan data yang salah yang dapat memicu sistem beroperasi secara otomatis. Meski demikian, perusahaan pesawat yang bermarkas di AS itu belum secara resmi mengajukan perbaikan ke FAA dan belum menetapkan tanggal untuk melakukannya.

"Setelah kami menjawab permintaan informasi dari FAA, kami akan siap untuk menjadwalkan penerbangan uji sertifikasi dan menyerahkan dokumentasi sertifikasi final," kata direktur komunikasi Boeing Chaz Bickers.

Lanjutkan Membaca ↓