Ragam Budaya Indonesia Meriahkan Festival di Swedia

Oleh Liputan6.com pada 26 Mei 2019, 08:02 WIB
Diperbarui 26 Mei 2019, 22:15 WIB
Ilustrasi Bendera Swedia (iStockphoto via Google Images)

Liputan6.com, Uppsala -- Komunitas masyarakat Indonesia di Uppsala, Swedia beserta mahasiswa yang tergabung dalam PPI Uppsala serta tim KBRI memeriahkan Festival Kultur Uppsala yang dikenal dengan nama Kulturernas Karneval (Carnival of Cultures).

Festival berlangsung selama dua hari penuh di Kota Uppsala berjarak kurang lebih 70 km dari Kota Stockholm. Diwarnai dengan parade, musik, tari serta pasar kaget pernak-pernik dan makanan tradisional dari Swedia maupun negara lain.

Dubes Indonesia di Swedia, Bagas Hapsoro kepada Antara Sabtu (25/5/2019), menyatakan festival yang diadakan di Kota Uppsala ini bagus untuk mempromosikan seni dan budaya Indonesia melalui musik, tari, dan makanan Indonesia yang beraneka ragam.

Dubes Bagas Hapsoro turut tampil memainkan lagu-lagu daerah dan internasional bersama band komunitas masyarakat Indonesia, Uppsala, hari Sabtu. Ia bahkan ikut menari bersama Gemu Famire bersama ratusan orang bernyanyi sambil menari bersama,

Di atas panggung, rekan-rekan komunitas masyarakat Indonesia di Uppsala, Swedia bersama mahasiswa Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Uppsala memimpin tampilan tari daerah Nusa Tenggara Timur tersebut.

2 dari 2 halaman

Parade Busana Indonesia

Indonesia Menari 2018
Seorang penari ambil bagian dalam Indonesia Menari 2018 di Grand Indonesia, Jakarta, Minggu (11/11). Sebanyak 1500 penari menari serentak di Grand Indonesia dengan konsep penggabungan tarian tradisional dan modern. (Merdeka.com/ Iqbal S. Nugroho)

Dalam festival tersebut, mahasiswa yang tergabung dalam PPI Uppsala mengikuti parade menggunakan pakaian tradisional Indonesia.

"Acara ini seru banget, walaupun sekarang sedang puasa, tapi cuacanya nggak terlalu panas, dan karena rame-rame bareng teman-teman yang lain, jadi nggak berasa capeknya," ujar Koordinator PPI Uppsala, Anisa.

Kulturernas Karneval Uppsala adalah acara tahunan, dan pada tahun ini memasuki tahun ke-9. Indonesia menjadi salah satu dari puluhan negara yang turut memeriahkan festival yang diadakan selama dua hari penuh, Sabtu dan Minggu.

Lanjutkan Membaca ↓