Taiwan Menggelar Pernikahan Sesama Jenis Pertama di Asia

Oleh Liputan6.com pada 25 Mei 2019, 07:21 WIB
Diperbarui 25 Mei 2019, 07:21 WIB
Pernikahan sesama jenis di Taiwan
Perbesar
Shane Lin (tengah) dihibur oleh pasangannya Marc Yuan (kanan) dan seorang teman dalam upacara pernikahan sesama jenis di Distrik Shinyi di Taipei, Taiwan, 24 Mei 2019. (Sam Yeh/AFP)

Liputan6.com, Taipei - Jumat 24 Mei 2019, Taiwan menggelar upacara pernikahan sesama jenis yang pertama di Asia.

Para pasangan sesama jenis itu itu melangsungkan upacara pernikahan yang meriah dan penuh haru, menandai puncak perjuangan kesetaraan selama tiga dasawarsa, kantor berita AFP melaporkan.

Pernikahan itu menempatkan Taiwan di garda depan gerakan persamaan hak kaum sesama jenis yang merebak di Asia. Sepekan sebelumnya, para legislator Taiwan melegalkan pernikahan sesama jenis di tengah perlawanan keras dari kelompok oposisi.

Seperti dikutip dari VOA Indonesia, Sabtu (25/5/2019), puluhan pasangan sesama jenis menjadi yang pertama tiba di sebuah kantor pemerintah di pusat Kota Taipei untuk secara hukum mendaftarkan sebagai pasangan suami-istri resmi.

Mereka saling berpelukan dan berciuman di depan para wartawan. Kemudian, menunjukkan surat nikah serta kartu tanda penduduk yang baru menunjukkan status pernikahan mereka legal di Taiwan.

 

2 dari 3 halaman

Bahagia Diakui

LGBT atau GLBT Lesbian Gay Biseksual dan Transgender
Perbesar
Ilustrasi Foto LGBT atau GLBT (Lesbian Gay Biseksual dan Transgender). (iStockphoto)

Salah satu dari pasangan sesama jenis yang mengikat janji hari ini adalah pekerja sosial Huang Mei-yu dan pasangannya You Ya-ting.

Mereka sudah menerima pemberkatan pernikahan oleh seorang pendeta Buddha yang progresif pada 2012. Namun mereka tetap ingin mendapatkan pengesahan secara hukum layaknya pernikahan heteroseksual.

“Sebenarnya terlambat, tapi saya tetap bahagia bisa menikah saat ini,” kata Huang setelah menandatangani surat nikah, menggenggam karangan bunga dan tampak senang.

Pengakuan secara hukum atas cinta mereka, katanya, adalah langkah penting dan membantu lainnya untuk menerima hubungan mereka.

“Karena sekarang pernikahan sesame jenis sudah diakui secara hukum, saya pikir orang tua saya akhirnya akan berpikir ini nyata dan berhenti membujuk saya untuk menikah (dengan seorang pria),” kata Huang.

 

3 dari 3 halaman

Pasangan Pertama yang Dinikahkan

Ilustrasi Foto LGBT atau GLBT (Lesbian Gay Biseksual dan Transgender). (iStockphoto)
Perbesar
Ilustrasi Foto LGBT atau GLBT (Lesbian Gay Biseksual dan Transgender). (iStockphoto)

Shane Lin dan Marc Yuan, pasangan yang jatuh cinta saat di perguruan tinggi, menjadi pasangan pertama yang mendaftarkan pernikahan.

"Bukan perjalanan yang mudah dan saya sangat beruntung mendapat dukungan dari pasangan saya, keluarga dan teman," kata Lin kepada wartawan sambil menangis terharu.

"Hari ini saya bisa mengatakan di hadapan banyak orang bahwa kami pasangan sejenis dan kami akan menikah. Saya sangat bangga dengan negara saya yang progresif," kata Marc menambahkan.

Lanjutkan Membaca ↓