Kemenangan Kembali PM Narendra Modi Picu Perdamaian India-Pakistan?

Oleh Siti Khotimah pada 24 Mei 2019, 10:15 WIB
Masyarakat India Melakukan Aksi Anti-Pakistan, Menyusul Serangan Teror yang Menewaskan 40 Personil (AFP Photo)

Liputan6.com, New Delhi - Perdana Menteri India Narendra Modi dan pemimpin Pakistan Imran Khan saling memberikan pernyataan perlunya "perdamaian" pada Kamis, 23 Mei 2019. Ucapan itu diberikan pasca-diumumkannya kemenangan partai sayap kanan Modi, Bharatiya Janata (BJP).

Pernyataan dimulai dari pihak Islamabad, melalui akun Twitter pribadi Imran Khan.

"Selamat Perdana Menteri Modi untuk kemenangan BJP dan aliansinya dalam pemilu. Saya menunggu untuk bekerja sama dengannya untuk perdamaian, kemajuan, dan kemakmuran di Asia Selatan," cuit Khan dikutip oleh Channel News Asia pada Jumat (24/5/2019).

"Terima kasih PM @ImranKhanPTI. Dengan hangat saya mengucapkan terima kasih untuk harapan-harapan baik Anda. Saya telah selalu mengutamakan perdamaian dan pembangunan di wilayah kita (Asia Selatan)," jawab sang perdana menteri India.

Uniknya, pesan "perdamaian" itu datang beberapa jam setelah Pakistan menguji coba rudal jarak pendeknya yang mampu membawa hulu ledak senjata konvensional dan nuklir.

Sementara pada Rabu, India juga melakukan uji coba terhadap rudal bernama BrahMos, rudal jelajah tercepat di dunia.

2 of 3

Pemerintahan Kedua Modi Dinilai Positif oleh Pakistan?

Perdana Menteri Narendra Modi (AP)
Perdana Menteri Narendra Modi (AP)

Keberadaan Modi sebagai pemimpin percaturan politik India sering kali dinilai dengan dua perspektif yang berbeda oleh Pakistan. Selama kampanye pemilu, Islamabad telah menyaksikannya memanfaatkan perseturuan di Kashmir sebagai cara mendapatkan suara.

Meski demikian, Pakistan menganggap kemenangan kembali Modi akan berkontribusi positif dalam perbaikan hubungan kedua negara ke depannya.

"Harapan Pakistan adalah bahwa akan ada peningkatan bertahap dalam hubungan Pakistan-India, karena sikap Modi akan lebih santai," kata pensiunan jenderal Pakistan Talat Masood kepada AFP.

Menurut Masood, India tidak akan mendapatkan apapun dengan melanjutkan kebijakan sebelumnya. Hal itu tidak akan membantunya sama sekali baik dalam forum internasional maupun tingkat regional.

"Jika Anda ingin fokus pada ekonomi, jika Anda ingin berfokus pada kerja sama regional dan (untuk) citra yang lebih baik secara internasional, penting untuk memiliki hubungan regional yang baik dengan tetangga," katanya.

3 of 3

Kondisi di Kashmir

Ilustrasi keadaan di Kashmir, perbatasan India dan Pakistan (AFP Photo)
Ilustrasi keadaan di Kashmir, perbatasan India dan Pakistan (AFP Photo)

Sementara itu keadaan di Kashmir tetap penuh ketegangan. Pasukan Pakistan dan India secara teratur menembakkan senjata ke Garis Kontrol - perbatasan de-facto yang membelah Kashmir. Terdapat warga sipil yang tewas dari kedua pihak, tanpa disebutkan secara mendetail oleh Channel News Asia.

Pakistan telah membatasi wilayah udara di dekat perbatasan timurnya dengan India sejak bentrokan yang terjadi pada Februari lalu. Islamabad juga secara efektif menutup rute penerbangan internasional masuk dan keluar Lahore.

Pada bulan Februari, India melancarkan serangan udara di Pakistan yang menuduh Pakistan melindungi militan yang melakukan aksi teror di wilayah perbatasan, menewaskan lebih dari 40 personel kepolisian India.

Pakistan kemudian meluncurkan serangan keesokan harinya di tengah kekhawatiran perang, tetapi ketegangan telah mereda. Khususnya, setelah Islamabad membebaskan pilot pesawat tempur yang sempat ditangkapnya sebagai "pertanda damai".

 

Lanjutkan Membaca ↓