Tanggapan Dubes Zuhair Soal Syekh Palestina Pencari Dana Sumbangan

Oleh Siti Khotimah pada 17 Mei 2019, 15:32 WIB
Diperbarui 17 Mei 2019, 15:32 WIB
Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zubair Alshun dalam konferensi pers peringatan Hari Nakbah (Liputan6.com/Siti Khotimah)

Liputan6.com, Jakarta - Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Alshun mengatakan pada Jumat (17/5/2019) tentang banyak pihak dari negaranya yang datang ke Indonesia dan meminta sumbangan. Sebagian besar dari mereka adalah pemuka agama atau syekh.

Sebelumnya, Zuhair mengucapkan terima kasih atas kebaikan masyarakat Indonesia yang telah menyumbang melalui para pihak tersebut.

"Namun kami ingin menyampaikan, ada jalan resmi untuk penyaluran bantuan. Bukan satu per satu seperti yang kalian lihat saat ini," katanya saat ditemui di Kedutaan Besar Palestina dalam konferensi pers peringatan Hari Nakbah.

Jalur resmi yang dimaksud dapat melalui organisasi resmi penyalur sumbangan, maupun menghubungi Kedutaan Palestina di Jakarta untuk informasi yang lebih lengkap.

Dalam kesempatan yang sama, Zuhair mengapresiasi RI atas dukungannya terhadap perjuangan Palestina.

"Saya melihat pemerintah Indonesia - dan rakyat Indonesia selalu terdepan dalam permasalahan-permasalahan Palestina," lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Palestina Peringati Hari Nakbah

Warga Palestina di Gaza melakukan protes dalam peringatan 71 tahun hari "Nakba" atau malapetaka akibat berdirinya negara Israel di sana, Rabu (15/5/2019). (AP)
Warga Palestina di Gaza melakukan protes dalam peringatan 71 tahun hari "Nakba" atau malapetaka akibat berdirinya negara Israel di sana, Rabu (15/5/2019). (AP)

Sebelumnya, rakyat Palestina diketahui merayakan Hari Nakbah pada Rabu, 15 Mei 2019 kemarin. Momen itu memperingati 71 tahun pengusiran massal sehubungan dengan pembentukan negara Israel pada 1948 silam.

Perayaan dilakukan dengan mengadakan aksi-aksi protes di seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Laporan VOA Indonesia menyebut ribuan orang Palestina berjalan menuju perbatasan Gaza dengan Israel.

Demi melancarkan kegiatan itu, kelompok Hamas yang menguasai Jalur Gaza mengumumkan aksi pemogokan umum, dengan menutup sekolah dan kantor-kantor pemerintah agar banyak orang bisa mengikuti demonstrasi.

 

Protes Mingguan Juga Dilakukan

Hamas telah melancarkan protes tiap hari Jumat selama satu tahun, di sepanjang pagar yang memisahkan Israel dan Gaza, untuk menuntut diakhirinya blokade yang dilakukan oleh Israel dan Mesir.

Lebih dari 60 warga Palestina tewas dalam demonstrasi tahun lalu, dalam kerusuhan sehubungan dibukanya kedutaan besar Amerika yang baru di kawasan Yerusalem yang dipersengketakan.

Utusan pemerintah Qatar yang ikut membantu pelaksanaan gencatan senjata itu mendesak Hamas supaya melakukan demonstrasi yang tenang.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait