Letusan Senjata Terdengar saat Salat Ramadan di Masjid London, Teror?

Oleh Tanti Yulianingsih pada 10 Mei 2019, 12:22 WIB
Diperbarui 10 Mei 2019, 16:17 WIB
Penembakan Senjata Api

Liputan6.com, London - Sebuah senjata ditembakkan di luar sebuah masjid di London timur selama salat Ramadan. Polisi kemudian ditelepon atas laporan ada seorang pria bersenjata api memasuki Masjid Seven Kings di Ilford pada Kamis 9 Mei 2019 malam.

Para jemaah kemudian mengantar pria bersenjata itu keluar dari bangunan ibadah di salah satu penjuru timur London tersebut. Lalu suara tembakan - diduga berasal dari "pistol kosong" - kemudian terdengar.

"Tidak ada korban cedera atau kerusakan akibat insiden tersebut," jelas Scotland Yard (Kepolisian Londoon).

Sejauh ini insiden itu belum dipastikan terkait terorisme.

Saat insiden tersebut terjadi, para jemaah tengah menggelar salat malam di masjid, di luar High Road.

Polisi Metropolitan London mengatakan, "Petugas, termasuk unit yang menangani senjata api, hadir. Tidak ada yang dilaporkan cedera atau mengalami kerusakan bangunan."

"Pada tahap awal ini, bukti balistik dari tempat kejadian menunjukkan bahwa senjata itu adalah pistol kosong. Petugas tetap berjaga di tempat kejadian sepanjang malam," kata pihak kepolisian London menambahkan.

 

2 dari 3 halaman

Memicu Kekhawatiran

Penembakan Senjata Api
Ilustrasi Foto Penembakan (iStockphoto)

Dalam sebuah pernyataan yang dibagikan oleh juru bicara Dewan Muslim di Twitter, imam masjid Mufti Suhail mengatakan motif tersangka pelaku penembakan belum ditetapkan.

Kendati demikian, imam masjid Mufti Suhail meminta orang-orang untuk menghindari berspekulasi dan menyebarkan informasi yang tidak dikonfirmasi.

Belakangan ini pengamanan meningkat di tempat-tempat ibadah di seluruh dunia setelah serangan pada sejumlah rumah ibadah baru-baru ini.

3 dari 3 halaman

Penembakan Tempat Ibadah Sebelumnya

Penembakan Senjata Api
Ilustrasi Foto Penembakan (iStockphoto)

Sebelumnya, penembakan massal melanda sebuah masjid di Christchurch, Selandia Baru. Insiden pada bulan Maret itu menewaskan 50 orang.

Lalu pada bulan April, gereja-gereja di Sri Lanka menjadi sasaran saat Minggu Paskah dalam serangan teror yang menewaskan sedikitnya 253 orang.

Seminggu kemudian, seorang wanita terbunuh ketika seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke sebuah sinagog di California.

Lanjutkan Membaca ↓