Kuning atau Hijau, Terkuak Warna Sesungguhnya dari Bola Tenis

Oleh Afra Augesti pada 09 Mei 2019, 19:40 WIB
Diperbarui 09 Mei 2019, 19:40 WIB
Ilustrasi Bola Tenis
Perbesar
Ilustrasi bola tenis. (iStock)

Liputan6.com, Jakarta - Warna dari sebuah benda tergantung pada persepsi visual seseorang. Ada yang beranggapan sama, ada pula yang berbeda.

Seperti misal jeruk yang berwarna oranye. Truk pemadam kebakaran yang berwarna merah. Daun yang berwarna hijau, atau nasi yang berwarna putih.

Tapi bagaimana penilaian penglihatan seseorang terhadap bola tenis? Apakah benda ini berwarna kuning atau hijau?

Di situs web The Atlantic, yang dikutip pada Kamis (9/5/2019), Marina Koren mengeksplorasi debat kontroversial tentang spektrum warna dari bola tenis: ketika tergeletak di lapangan atau saat melambung di udara --waktu dilontarkan dari mesin servis.

Setelah menemukan bahwa rekan-rekannya menilai warna bola dengan dua perbedaan --baik kuning atau hijau-- dia berusaha memahami mengapa hal itu terjadi.

Dengan aturan hukum tenis, khususnya International Tennis Federation atau ITF, bola tenis harus berwarna kuning. Dekrit ini diturunkan pada tahun 1972, setelah pemirsa televisi mengeluhkan mengalami kesulitan saat mengikuti pergerakan bola berwarna putih --ketika mereka menonton pertandingan tenis.

Produsen peralatan olahraga seperti Gamma Sports, juga mengidentifikasi bola tenis produk mereka sebagai kuning.

 

2 dari 3 halaman

Kehidupan Siang dan Malam

Tanda Tangan Para Petenis Dunia
Perbesar
Petenis Republik Ceko, Petra Kvitova menandatangi bola yang disodorkan penggemarnya setelah mengalahkan Irina-Camelia Begu dari Rumania dalam babak kedua turnamen Australia Terbuka di Melbourne, Rabu (16/1). (AP Photo/Andy Brownbill)

Jadi, mengapa masih ada beberapa orang yang menganggap bahwa bola tenis berwarna hijau? Untuk satu hal ini, rona kuning yang dihasilkan pada sebuah bola tenis bisa sulit dimengerti oleh sebagian orang.

Pertama, kuning mudah dikenali ketika dikontraskan dengan warna-warna lain, tetapi lebih sukar bagi orang untuk mengartikulasikannya ketika tidak ada yang bisa dibandingkan.

Kedua, orang cenderung membuat koreksi warna berdasarkan kondisi pencahayaan. Beberapa dari mereka mungkin mengabaikan warna hangat, seperti emas, atau warna dingin seperti biru.

Ini mengubah cara mereka dalam memandang dan menafsirkan spektrum warna. Jika mereka menyandingkan bola tenis dengan cool colors atau warna-warna dingin, benda ini mungkin akan tampak berwarna kuning. Bila mereka menjejerkannya dengan warm colors atau warna-warna hangat, maka bola tenis berwarna hijau.

Cool colors adalah kelompok warna yang melambangkan kesejukan, ketenangan, kelembutan dsb. Sementara warm colors yang memiliki nuansa seru, bersemangat, hangat, ceria, aktif dan kreatif. 

Mungkin saja orang yang aktif pada malam hari lebih cenderung mengabaikan warna-warna hangat, sementara orang yang aktif pada siang hari akan mengindahkan warna-warna dingin. Ini juga mempengaruhi persepsi mereka soal warna bola tenis.

3 dari 3 halaman

Warganet Menebak Warna Bola Tenis

Bola Tenis
Perbesar
Bola tenis yang digunakan di French Open 2012. (Wikimedia/Creative Commons)

Tenis adalah olahraga yang biasanya dimainkan antara dua pemain, seperti badminton, masing-masing pemain menggunakan raket. Hanya saja, jenis raket yang digunakan berbeda bentuk, karena fungsinya pun berbeda.

Jika dalam pertandingan badminton menggunakan bola bulu tangkis bernama kok, beda halnya dengan tenis. Olahraga ini memakai bola kecil berbentuk bulat dan berwarna kuning. Tapi, apakah bola tenis benar-benar berwarna kuning?

Tampaknya ini adalah pertanyaan sederhana, namun perdebatan mengenai warna bola tenis ramai diperbincangkan di media sosial. Beberapa orang mengatakan warna bola tenis adalah hijau cerah, sebagian lagi menyebut kuning. Ada pula yang mengatakan percampuran hijau dan kuning.

Dalam sebuah video yang ditonton hampir 315 ribu kali, Association of Tennis Professionals membocorkan jawabannya. Rekaman itu menunjukkan petenis papan atas, Roger Federer, yang memberikan jawaban atas pertanyaan sepele itu.

"Bola tenis itu kuning, kan?" kata pria berkebangsaan Swiss ini, seperti dikutip dari BBC, Rabu 21 Maret 2018.

Bagi sejumlah orang, jawaban Federer sudah cukup mewakilkan "dunia". Artinya, jika bintang tenis ini mengatakan bola tenis berwarna kuning, maka seluruh orang setuju bahwa bola tenis berwarna kuning.

"Menurutku, selama ini bola tenis berwarna hijau, tetapi kalau Roger Federer mengatakan itu kuning, maka aku harus berkata apa lagi?" ungkap seorang warganet berkomentar di video yang diunggah di akun Twitter @delaneyanndold.

Ilusi Optik

Pernyataan Roger Federer didukung oleh salah satu pengguna Twitter. Ia menegaskan, bola tenis sesungguhnya berwarna neon kuning (fluorescent yellow), sehingga bisa juga dilihat sebagai warna hijau.

"Sebenarnya, warna bola tenis adalah neon kuning yang sedikit terlihat seperti hijau..." tulis akun Twitter @pks_2611 pada 20 Maret 2018.

Ia menambahkan, warna bola tenis harus berbeda dengan warna rumput lapangan, sehingga tidak mengecohkan pemain. Dengaan kata lain, bola tenis tak boleh berwarna hijau.

Namun, perbedaan warna yang diperdebatkan publik disebabkan oleh ilusi optik. Profesor Stephen Westland, ketua ilmu dan teknologi warna di University of Leeds, Inggris, mengatakan bahwa cara seseorang melihat warna sangat bervariasi.

"Kita selalu melihat warna dari sudut pandang berbeda. Yang mengejutkan adalah hal ini tidak sering terjadi," tuturnya.

"Ada kemungkinan bahwa orang-orang dapat melihat warna yang berbeda, tetapi mereka tak bisa membaca apa yang ada di dalam pikiran orang lain."

Lanjutkan Membaca ↓