5 Fakta Unik Seputar Golongan Darah O yang Wajib Diketahui

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 04 Mei 2019, 21:00 WIB
Ilustrasi golongan darah

Liputan6.com, Jakarta - Golongan darah didapati dari pengklasifikasian darah pada suatu kelompok berdasarkan ada atau tidak adanya zat antigen warisan pada permukaan membran sel darah merah. Melalui proses itulah akhirnya diketahui tipe-tipe golongan darah.

Ilmuwan Austria, Karl Landsteiner, memperoleh penghargaan Nobel dalam bidang Fisiologi dan Kedokteran pada tahun 1930 untuk jasanya menemukan cara penggolongan darah ABO.

Sementara Jan Janskydi pada tahun 1907 berhasil mengklasifikasikan darah manusia ke dalam empat grup, yang hingga kini masih digunakan.

Dari empat golongan darah, jenis O merupakan klasifikasi yang paling banyak dimiliki oleh manusia di dunia.

Rupanya, ada fakta menarik lain seputar golongan darah O.

Seperti dikutip dari laman Brighside.me, Sabtu (4/5/2019) berikut 5 fakta soal golongan darah O yang wajib Anda tahu:

2 of 6

1. Aman dari Serangan Jantung?

Ilustrasi jantung (iStock)
Jika keluarga memiliki riwayat penyakit jantung, perlu memperhatikan beberapa hal. (iStock)

Orang dengan golongan darah O memiliki risiko terendah terkena penyakit jantung koroner dibandingkan orang dengan golongan darah A, B, dan AB.

Studi menunjukkan bahwa orang yang bukan tipe darah O memiliki risiko 25% lebih tinggi terkena kanker pankreas daripada orang dengan golongan darah O.

3 of 6

2. Lebih Rentan Terserang Virus?

Ilustrasi Human Immunodeficiency Virus (HIV)
Ilustrasi Human Immunodeficiency Virus (HIV) (iStock)

Seseorang yang memiliki golongan darah O dikatakan lebih rentan terhadap sejumlah infeksi bakteri dan virus dari darah lain.

Seperti contoh adanya wabah kolera, gondong hingga tuberkulosis. 

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa golongan darah O memiliki insiden ulkus duodenum 35% lebih tinggi dibandingkan dengan orang dengan golongan darah A, B, dan AB.

4 of 6

3. Karakteristik Darah Golongan O

Mengukur tekanan darah
Mengukur tekanan darah (iStockphoto)

Pada umumnya, golongan darah manusia terdiri dari A, B, AB dan O. Namun, golongan itu terbagi lagi menjadi beberapa jenis.

Yaitu: A+, A-, B+, B-, O+, O-, AB+ dan AB-. Faktanya, golongan darah O tidak memiliki antigen A atau B dalam sel darah merahnya.

Tetapi, golongan darah O memiliki antibodi dari A, B atau AB.

5 of 6

4. Pendonor Universal?

20150724-Donor-Darah-Kemenlu-Jakarta6
Seorang Petugas memperlihatkan kantung darah di ruang rapat BPPK Kemenlu, Jakarta, Jumat (24/7/15). Aksi donor darah tersebut menyambut hari kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus nanti. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Dulu, golongan darah O sering disebut sebagai jenis darah universal yang bisa memberikan donor kepada siapa saja. Namun, itu semua kembali lagi pada jenisnya. 

Jika O+ maka ia bisa didonorkan pada subkelompok RH positif saja (O+, A+, B+, AB+). Begitu sebaliknya dengan golongan darah O- (O-, A-, B-, AB-).

Meski demikian, seiring dengan perkembangan dunia medis, terdapat standar khusus terkait pendonoran darah. Golongan darah O tidak otomatis dapat mendonorkan ke semua golongan darah saat ini.

6 of 6

5. Hanya Bisa Menerima Donor dari Golongan Darah O Saja

FOTO: Persediaan Darah Menipis, Karyawan Sumbang Darah
Petugas PMI memberi label pada tabung darah pada acara CR Week 2018 di Jakarta, Selasa (26/6). Kegiatan donor darah ini digelar pasca lebaran mengingat stok darah PMI yang menipis. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Meski dapat memberikan bantuan donor kepada sejumlah tipe darah lainnya, golongan darah O hanya bisa menerima dari yang tipenya O saja.

Itulah kelemahan dari darah O. Meski demikian tidak perlu takut. Palang merah telah memiliki stok darah yang siap didonorkan bagi mereka yang membutuhkan.

Lanjutkan Membaca ↓