Model di Brasil Tewas Usai Jatuh Pingsan di Atas Catwalk

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 28 Apr 2019, 17:03 WIB
Ilustrasi model (iStock)

Liputan6.com, Sao Paulo - Seorang model pria asal Brasil yang berpartisipasi dalam Sao Paulo Fashion Week dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh di atas catwalk.

Dikutip dari laman New York Times, Minggu (28/4/2019/, menurut keterangan dari pihak penyelenggara, model bernama Tales Soares itu sudah sakit sejak Sabtu pagi sebelum parade milik merek Ocksa dimulai.

Saat tahu Soares jatuh sakit, tim medis segera dibawa ke belakang panggung sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

Namun, usai dibawa ke rumah sakit, tim dokter menyarakan bahwa nyawa Soares tak dapat diselamatkan.

Hingga kini, pihak medis di Brasil dan penyelenggara belum dapat memastikan, apa penyebab kematian model tersebut.

Media setempat menulis, Soares jatuh saat catwalk setelag tersandung tali sepatunya sendiri. Media Sao Paulo juga menulis, banyak orang yang mengira jika jatuhnya Soares merupakan bagian dari pertunjukkan.

Banyak surat kabar memuat posisi terjatuhnya model Brasil tersebut. Ia jatuh dan terbaring dengan posisi telungkup.

2 of 3

Model Cantik Asal Rusia Meninggal di China

Vlada Dzyuba
Model asal Rusia berusia 14 tahun, Vlada Dzyuba, meninggal diduga akibat kelelahan setelah bekerja lebih dari 12 jam dalam sehari. (AFP)

Seorang model cantik asal Rusia meninggal dunia setelah terlalu lelah dalam penugasan sebagai model selama 3 bulan di China.

Ssi cantik bernama Vlada Dzyuba dilaporkan pingsan hingga koma setelah menjadi model peragaan busana selama 12 jam di Shanghai pada Oktober 2017. Padahal, secara resmi, ia hanya diizinkan bekerja selama tiga jam dalam seminggu.

Setelah pingsan, ia tidak pernah sadar lagi hingga meninggal dua hari kemudian. Laman Instagram menuliskan Rest in Peace (RIP) pada 27 Oktober 2017.

Menurut Siberian Times, suhu tubuh remaja itu memuncak sesaat sebelum ia menaiki catwalk. Dikutip dari The Sun, ia kemudian diketahui mengidap meningitis kronis.

Sejumlah pihak menuding bahwa remaja itu terjebak dalam kontrak kerja paksa dan terlalu takut meminta perawatan medis.

Moskow bertekad meminta penjelasan tentang kondisi Vlada selama ia tinggal di China. Vlada Dzyuba masih berusia 14 tahun ketika berangkat ke Asia.

3 of 3

Mengadu Kepada Ibu

Jenazah
Ilustrasi Foto Jenazah (iStockphoto)

Ibunya, Oksana, terhenyak mendengar kabar itu. "Ia menelepon saya dan mengatakan, 'Mama, aku lelah sekali. Aku sangat ingin tidur'," ujar Oksana.

"Itu pasti awalnya dia sakit. Dan kemudian suhunya naik. Saya sendiri tidak tidur dan terus menelepon dia untuk memintanya pergi ke rumah sakit."

Sebelum putrinya meninggal, Oksana telah mencoba mendapatkan visa agar bisa menyusul ke China.

Sementara itu, Elvira Zaitseva, kepala agensi permodelan di Perm, Rusia, yang membawa remaja itu ke China mengatakan, "Tidak seorang pun menduga akan berakibat demikian."

"Kita sekarang menuai apa yang kita tabur."

Zaitseva mengaku tidak memeriksa kontrak untuk Vlada atau apakah remaja itu memiliki asuransi kesehatan yang memadai.

Pavel Mikov, ombudsman HAM di Perm, secara pribadi turun tangan untuk menyelidiki kematian remaja tersebut.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait