Bahas Semenanjung Korea, Vladimir Putin dan Kim Jong-un Siap Bertemu Hari Kamis

Oleh Liputan6.com pada 24 Apr 2019, 09:58 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin (AP/Alexei Nikolsky)

Liputan6.com, Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan akan mengadakan pertemuan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Vlodivostok. Rencananya momen tersebut digelar pada Kamis 25 April 2019.

Hal itu mengakhiri spekulasi selama beberapa pekan tentang waktu dan tempat pertemuan antara Kim Jong-un dan Vladimir Putin.

"Persiapan pertemuan di Vlodivostok itu sebelumnya dirahasiakan karena masalah keamanan Korea Utara, demikian ujar penasehat Kremlin Yuri Ushakov hari Selasa 23 April," seperti dikutip dari VOA Indonesia, Rabu (24/4/2019).

Ushakov mengatakan perundingan itu akan memusatkan perhatian pada kebuntuan pembicaraan tentang program nuklir Korea Utara, dan menambahkan Rusia akan berupaya “mengkonsolidasikan trend positif” yang sudah ada pasca pertemuan Presiden Amerika Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un itu.

Kim Jong-un sudah dua kali melangsungkan pertemuan dengan Trump, tetapi pertemuan terakhir di Vietnam, Februari lalu, tidak mencapai hasil karena Korea Utara ingin agar Amerika terlebih dahulu mencabut sanksi-sanksi ekonomi yang diberlakukan sebelum melucuti senjatanya.

 

2 of 3

Rusia Bantu Soal Semenanjung Korea

Putin resmikan jembatan terbesar di Rusia
Presiden Rusia, Vladimir Putin seusai mengemudikan truk melintasi jembatan baru yang menghubungkan wilayah Rusia dan Semenanjung Crimea di Kerch, Selasa (15/5). Jembatan Crimea membentang di atas Laut Hitam dan Laut Azov (Alexander Nemenov/Pool via AP)

Penasihat Putin menambahkan bahwa Kremlin akan berupaya membantu “menciptakan prakondisi dan suasana yang nyaman untuk mencapai kesepakatan yang solid tentang masalah Semenanjung Korea.”

Ushakov merujuk pada peta jalan Rusia - China yang menawarkan pendekatan langkah demi langkah untuk menyelesaikan kebuntuan nuklir dan menyerukan keringanan sanksi serta jaminan keamanan pada Pyongyang. Ia mencatat bahwa moratorium Korea Utara tentang uji nuklir dan pengurangan latihan militer Amerika - Korea Selatan telah membantu mengurangi ketegangan dan menciptakan kondisi demi kemajuan lebih lanjut.

Ushakov mengatakan agenda KTT Putin-Kim juga akan mencakup kerjasama bilateral. Ditambahkannya, nilai perdagangan antar kedua negara sangat kecil, yaitu sekitar 34 juta dolar tahun lalu, tetapi sebagian besar hal itu dikarenakan sanksi-sanksi internasional terhadap Korea Utara.

3 of 3

Tak Jadi Akhir Mei?

Presiden AS Donald Trump bersalaman dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (AP/Martinez Monsivais)
Presiden AS Donald Trump bersalaman dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (AP/Martinez Monsivais)

Sebelumnya, pihak Kremlin pernah mengumumkan bahwa Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un akan berkunjung ke Moskow pada akhir Mei 2019, untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dikutip dari CNN pada Jumat 19 April 2019, pertemuan antara sekutu Perang Dingin itu terjadi pada saat yang sulit dalam negosiasi nuklir antara Korea Utara dan Amerika Serikat (AS), yang terhambat sejak gagalnya KTT Hanoi pada Februari lalu.

Kremlin tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang pertemuan antara Kim dan Putin, yang diyakini belum pernah bertatap muka satu sama lain.

Pengumuman itu datang hanya beberapa jam setelah kementerian luar negeri Korea Utara meminta Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo untuk diganti dalam negosiasi lebih lanjut antara kedua negara.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor berita KCNA --yang dikelola pemerintah Korea Utara-- pada Kamis pagi, pejabat kementerian luar negeri Korea Utara, Kwon Jong-gun, mengatakan, "Pompeo telah membiarkan komentar sembrono dan segala macam kecurangan terjadi dalam hubungan kami (AS dan Korut)".

Dikatakan oleh Kwon, Kim Jong-un telah mengambil "sikap berprinsip" pada pembicaraan dengan AS dalam pidato baru-baru ini di parlemen Korea Utara.

"Setiap orang memiliki interpretasi yang jelas tentang pidatonya, yang mengatakan bahwa AS harus mengubah pendekatannya, dan menghasilkan langkah-langkah responsif sebelum akhir tahun ini," kata Kwon.

   

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by