Kondisi Pasca-Teror Bom di Sri Lanka, Korban Tewas Mencapai 290 Orang

Oleh Ria Aprilianti pada 23 Apr 2019, 11:47 WIB
Diperbarui 23 Apr 2019, 11:47 WIB
99 Orang Tewas dalam Ledakan Gereja dan Hotel di Sri Lanka
Perbesar
Ambulans terlihat di luar Gereja St Anthony's Shrine setelah ledakan di Kochchikade, Kolombo, Sri Lanka, Minggu (21/4). Seorang pejabat di rumah sakit Batticaloa mengatakan kepada AFP, lebih dari 300 orang telah dirawat setelah ledakan terjadi. (ISHARA S. KODIKARA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Aksi teror yang terjadi di Sri Lanka, berbarengan dengan perayaan hari Paskah pada 21 April 2019 lalu. Ledakan terjadi di delapan titik secara beruntun dalam rentang waktu 4 jam.

Saat kejadian itu terjadi, para jemaat pun dilanda kepanikan dan langsung berlari untuk menyelamatkan diri. Hingga kini korban tewas terror bom di Sri Lanka mencapai 290 orang.

Sehari setelah teror, St. Anthony, Kolombo dijaga pasukan bersenjata. Terlihat juga beberapa orang berkerumun di sekitar gereja yang merupakan salah satu target serangan bom.

Puing-puing dan pecahan kaca masih berserakan. Bagaimana kondisi pasca serangan bom di Sri Lanka beberapa waktu lalu? Simak selengkapnya di channel Brilio di Vidio.com berikut ini.