Markas UFO hingga Kerajaan Atlantis, 7 Teori Konspirasi tentang Antarktika

Oleh Afra Augesti pada 22 Apr 2019, 19:05 WIB
Diperbarui 24 Apr 2019, 10:14 WIB
Gunung Es di Antarktika

Liputan6.com, Antarktika - Sebagian besar ilmuwan menganggap bahwa Antarktika merupakan benua yang diselimuti oleh misteri --selain es. Oleh karena itu, sejumlah teori konspirasi terkait pun muncul.

Bagi peneliti, hal tersebut bukanlah sesuatu yang mengejutkan mereka, mengingat Antarktika terletak di Kutub Selatan Bumi, terpencil, dan paling sedikit dipahami.

Mustahil untuk manusia bisa tinggal di sana tanpa peralatan, bangunan, dan pendukung kehidupan khusus. Lalu, teori konspirasi apa saja yang timbul tentang Antarktika?

Mulai dari alien, UFO, pangkalan rahasia pemerintah dan beberapa piramida aneh, berikut 7 di antaranya, seperti dikutip dari Listverse, Senin (22/4/2019).

2 of 8

1. Tempat Rezim Nazi Menyembunyikan UFO

Pegunungan Es Antartika
Pandangan udara kondisi pegunungan es di Semenanjung Antartika (3/11). Berbagai riset mengatakan fenomena ini disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti emisi dari gas rumah kaca. (Mario Tama/Getty Images/AFP)

Satu teori konspirasi menyebut bahwa Nazi menyembunyikan UFO di suatu tempat di Antartika. UFO temuan Nazi ini bahkan telah dikaitkan dengan piramida aneh yang pernah ditemukan di benua es ini.

Orang-orang percaya bahwa Nazi mengoperasikan UFO rahasia di Antartika selama Perang Dunia II. Pasukan Amerika Serikat dan Inggris berulang kali mencoba menghancurkan pangkalan itu selama pertempuran, tetapi tidak berhasil.

Mereka hanya berhasil merusaknya setelah menjatuhkan bom atom di pangkalan itu pada tahun 1958. Ahli teori konspirasi mengklaim, Nazi meluluhlantakkan pesawat AS selama operasi ini.

Gagasan tersebut dianggap salah, sebab Nazi tidak pernah memiliki pangkalan atau kepentingan militer di Antartika. Sebelumnya, mereka hanya pergi ke Antartika dengan satu kapal untuk menemukan tempat perburuan paus yang baru.

Mereka tidak memiliki persediaan yang cukup untuk membangun pangkalan bawah tanah. Operasi yang disebut "pengusiran Nazi dari pangkalan rahasia UFO" sebenarnya adalah pelatihan militer untuk mensimulasikan invasi Uni Soviet.

Misi ini melibatkan 13 kapal, 33 pesawat terbang dan 4.700 tentara. Nazi juga tidak menembak jatuh pesawat militer selama pelatihan, karena di sana memang tidak ada Nazi.

Bom atom yang diduga digunakan untuk menghancurkan pangkalan UFO sebenarnya meledak 2.400 kilometer (1.500 mil) di lepas pantai Antartika. Namun demikian, teori konspirasi bersikeras bahwa Nazi memang memiliki UFO yang terselip di suatu tempat di Antartika dan bahkan menggunakan teknologi untuk membuat senjata alien yang kemudian disembunyikan di Antartika, Amerika Selatan, dan Arktik.

3 of 8

2. Antarktika Tidak Eksis

Pegunungan Es Antartika
Puncak gunung dikelilingi laut es mengapung di lepas pantai Antartika (31/10). (Mario Tama/FP)

Ada teori konspirasi aneh bahwa seluruh Antartika dan Kutub Selatan sebenarnya tidak ada. Keyakinan ini paling umum muncul di kalangan penganut kepercayaan Bumi Datar atau Flat Earth.

Mereka yakin bahwa Kutub Utara berada di pusat dunia sedangkan Kutub Selatan mengelilingi Bumi. Menurut mereka juga, Antarktika sebenarnya adalah dinding alami yang menghalangi pinggiran Bumi dengan tebal sekitar 30–60 meter.

Tembok ini mencegah segala sesuatunya yang ada di Bumi agar tidak jatuh ke tepian planet. Di waktu lain, Flat-earthers pernah mengatakan, mereka tidak dapat mengkonfirmasi keberadaan dinding tersebut karena pemerintah dunia dan PBB menetapkan zona larangan terbang dan berlayar yang ketat di sekitar Antarktika.

Para ahli teori konspirasi percaya, Kapten James Cook (pelaut legendaris asal Inggris) adalah salah satu dari sedikit manusia yang pernah menyaksikan langsung tembok itu, terlepas dari aturan otoritas.

"Seharusnya, Kapten Cook melaporkan penampakan dinding besar itu selama tiga pelayaran yang ia lakukan ke Antarktika. Tembok tersebut menutupi seluruh garis pantai dan dia tidak bisa mendarat di mana pun, karena dinding terlalu tinggi untuk didaki," ungkap mereka.

4 of 8

3. Dua Kawah di Antartika Adalah Pintu Masuk ke Pangkalan Rahasia UFO

Lubang Raksasa Misterius Menganga di Antartika, Pertanda Apa?
Lubang Raksasa Misterius Menganga di Antartika, Pertanda Apa? (NASA)

Ada dua kawah di sepanjang pantai Antarktika. Keduanya masuk jauh ke bawah lapisan es, seolah-olah ada sesuatu yang baru saja digali.

Para ahli teori konspirasi menyatakan bahwa kawah itu adalah pintu masuk ke fasilitas rahasia milik pemerintah sebuah negara, pangkalan alien, atau markas Nazi yang tidak pernah disebutkan sebelumnya dalam sejarah dunia.

Scott Waring, seorang ahli teori konspirasi UFO, mengklaim kawah itu terbentuk dari piringan terbang yang terkubur di bawah lapisan es.

Dia bahkan mengaku melihat UFO asli dari yang sebelumnya pernah disaksikan via Google Earth. Namun, ia menjelaskan bahwa UFO tidak lagi terlihat karena Google mengedit gambar murninya.

5 of 8

4. Google Menyembunyikan Sesuatu yang Tidak Diketahui Publik

Gletser di Antartika
Citra satelit menunjukkan gletser di Pulau Pine, Antartika pada 17 September 2018 dan 1 Oktober 2018. (Kredit: Citra Landsat OLI diproses oleh Stef Lhermitte / Delft University of Technology)

Pada bulan Maret 2018, sebuah saluran YouTube yang mengulas tentang teori pro-konspirasi mengklaim bahwa Google mengetahui sejumlah rahasia tentang Antartika.

Channel tersebut menambahkan, mesin pencarian raksasa tersebut melakukan segala sesuatunya demi bisa menyembunyikan informasi itu dari masyarakat global.

Namun, seorang karyawan di Google yang memberontak, adalah dalang di balik seluruh upaya pengungkapan ini. Presenter saluran tersebut mengatakan, sebuah palang berwarna merah selalu muncul setiap kali ia mengarahkan lokasi di suatu tempat di Antartika, meski hanya saat ia mengaktifkan fitur cuaca di Google Earth.

Ahli teori konspirasi yakin ini terjadi karena pegawai itu ingin kita melihat apa pun yang disembunyikan di Antarktika. Mereka berdalih bahwa apa yang mereka temukan bisa jadi merupakan markas UFO, tempat harta karun atau kesalahan di Google Earth.

6 of 8

5. Kawah di Antarktika Merupakan Pintu Masuk ke Bumi

Gletser di Antartika
Garis merah menunjukkan di mana gunung es gletser Pulau Pine patah pada 2017. Garis biru menunjukkan celah yang baru ditemukan. (Citra Landsat OLI diproses oleh Stef Lhermitte / Delft University of Technology)

Pada Januari 2019, dilaporkan bahwa para ilmuwan dari NASA dan German Aerospace Center telah menemukan sebuah kawahyang terletak jauh di bawah lapisan es Antarktika. Kawah tersebut pertama kali ditemukan selama analisis citra satelit terhadap Antartika pada 2006.

Para peneliti mengira kawah itu dibentuk oleh salah satu asteroid yang menghantam Bumi pada jutaan tahun lalu dan menyebabkan kepunahan dinosaurus.

Namun, teori konspirasi tidak berpikir demikian. Mereka menganggap bahwa kawah itu adalah bagian dari pangkalan rahasia Nazi. Sedangkan yang lain berpendapat, kawah tersebut ditemukan selama operasi Angkatan Laut AS untuk menemukan pintu masuk ke Bumi. Mereka mengira kawah ini adalah jalur utamanya.

7 of 8

6. Kota Atlantis yang Hilang Ada di Bawah Antartika

Es Persegi Panjang Antartika
Operasi IceBridge dari NASA menangkap fenomena aneh, yakni gunung es berbentuk persegi panjang yang mengambang di antara lautan es di Semenanjung Antartika utara (Jeremy Harbeck / NASA)

Beberapa teori konspirasi mengklaim bahwa Atlantis berada di bawah Antarktika. Menariknya, ide itu muncul pada tahun 1950-an, setelah Profesor Charles Hapgood, seorang sejarawan, menganggap bahwa Antarktika adalah rumah bagi beberapa peradaban kuno yang belum ditemukan.

Keyakinan Hapgood bergantung pada teori bahwa Antarktika tidak tertutup es pada 11.600 tahun yang lalu. Ahli teori konspirasi lain menyatakan, penilaian Hapgood sudah tepat. Namun, mereka menambahkan bahwa peradaban itu sebenarnya adalah Kerajaan Atlantis, yang tetap tertutup es hingga hari ini.

Pada tahun 1995, Graham Hancock menegaskan dalam studinya, Fingerprints of the Gods, bahwa suku di Atlantis telah bermigrasi dari Antarktika untuk menemukan kerajaan Aztec, Maya, dan Mesir.

8 of 8

7. Peradaban Kuno Membangun Piramida di Antarktika

Koloni Penguin di Antartika Timur
Penampakan koloni penguin Adélie yang diabadikan oleh ilmuwan. (Michael Polito/Louisiana State University)

Pada tahun 2016, internet dihebohkan dengan penemuan tiga piramida di Antarktika. Piramida-piramida itu berukuran lebih dari 1.220 meter dan tingginya 10 kali dari Piramida Agung Giza yang terkenal di Mesir.

Sejumlah ilmuwan menganggap piramida itu aneh, karena tidak ada catatan bahwa di sana terdapat peradaban kuno. Selain itu, pembangunan besar-besaran dari piramida akan membutuhkan sumber daya dan tenaga yang luar biasa untuk menyelesaikannya.

Namun demikian, teori konspirasi  lagi-lagi berpikiran out of the box. Menurut mereka, piramida itu dibangun oleh beberapa peradaban kuno yang belum ditemukan sebelumnya dan telah hidup di Antarktika pada 100.000 juta tahun lalu.

Mereka mengatakan, Antarktika berada di garis katulistiwa pada kala itu, sehingga kondisi kehidupan lebih dapat ditoleransi. Tetapi, pemerintah berusaha menyembunyikan informasi tentang peradaban terkait dan bahkan telah memblokir gambar piramida di Google Earth.

Para ilmuwan membantah anggapan itu dengan menyebut bahwa piramida tersebut diduga adalah gunung tanduk atau nunatak. Sebuah gundukan yang terbentuk setelah erosi menyapu sisi gunung, membuatnya tampak seperti piramida.

Nunatak adalah kategori gunung yang begitu tinggi, sehingga puncaknya menyembul di atas lapisan es yang menutupi Antarktika.

Menurut para peneliti, piramida itu tidak mungkin dibangun oleh peradaban kuno karena Antarktika tidak bisa dihuni oleh manusia, meski pada 100 juta tahun yang lalu.

Bagian peradaban kuno juga tidak mungkinada, karena spesies manusia paling awal muncul sekitar dua juta tahun yang lalu.

 

Lanjutkan Membaca ↓