Lebih dari 4.500 Suara di Los Angeles untuk Pemilu 2019 Mulai Dihitung

Oleh Liputan6.com pada 19 Apr 2019, 14:04 WIB
(kredit: KJRI Los Angeles)

Liputan6.com, Los Angeles - Sekitar 250 masyarakat Indonesia memadati penghitungan suara Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden serta Legislatif yang diselenggarakan di gedung KJRI Los Angeles yang dimulai pukul 18.00 waktu setempat (17/4).

Proses penghitungan tersebut merupakan tahapan terakhir dari rangkaian pemilu yang telah dipersiapkan selama satu tahun terakhir.

"Kita sekarang sudah memasuki tahapan 'end game'. Kiranya malam ini kita sudah tidak lagi dipisahkan oleh 'jempol' dan 'dua jari'. Malam ini kita mulai kembali merajut tali silaturahmi dan harmoni," ungkap Kepala Sekretariat Panitia Pemilu Los Angeles, R. Wisnu Sindhutrisno yang membacakan pidato Konsul Jenderal RI Los Angeles, Saud P. Krisnawan di hadapan masyarakat, saksi serta relawan yang hadir pada penghitungan suara.

Pada proses penghitungan suara tersebut, lebih dari 4.500 surat suara Presiden dan Wakil Presiden serta calon anggota legislatif dihitung dan disaksikan oleh masyarakat, demikian seperti dikutip dari rilis KJRI Los Angeles yang dimuat Liputan6.com, Jumat (19/4/2019).

Susy, salah seorang masyarakat yang hadir pada penghitungan suara menyampaikan terkesan dengan rangkaian proses pemilu di Los Angeles.

"Setelah hari Rabu (17/4) kemarin Pemilu berjalan lancar dan tertib hingga dini hari, penghitungan suara malam ini pun juga sejauh ini berjalan tertib dan meriah. Masing-masing pendukung saling bersenda gurau dan menikmati makanan khas Indonesia yang telah disediakan."

Penghitungan suara pemilu dilaksanakan di empat booth terpisah, yang masing-masing booth merupakan gabungan dari TPS 1 & 2 (Booth 1), Pos 1 & 2 (Booth 2), Pos 3 & 4 (Booth 3), Pos 5 & 6 (Booth 4).

Hingga berita ini diturunkan (sekitar pukul 16.00 waktu setempat), proses penghitungan masih berjalan. Proses penghitungan pun ditayangkan secara langsung melalui Instagram Live Story dan Facebook Live KJRI Los Angeles (video dapat dilihat di @kjrilosangeles).

2 of 3

Jokowi - Ma'ruf Unggul di Washington DC dan New York

(kredit: KJRI Los Angeles)
(kredit: KJRI Los Angeles)

Sementara itu, pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul dalam penghitungan suara di ibu kota Washington DC dan New York, baik untuk surat suara Pilpres 2019 yang dikirim melalui pos maupun yang dicoblos langsung di TPSLN.

Dalam penghitungan suara Pilpres 2019 di KBRI Washington DC, Rabu siang 17 April 2019 waktu setempat, Jokowi-Ma’ruf meraih 1.113 suara, sementara Prabowo-Sandiaga meraih 352 suara. Selain itu terdapat 70 suara yang dinyatakan tidak sah.

Seperti dikutip dari VOA News, Kamis (18/4/2019), saksi dari kedua pasangan capres-cawapres, panitia pengawas dan panitia pelaksana beberapa kali harus maju untuk memastikan bahwa surat suara memang benar-benar sah atau tidak sah.

Sekitar seratusan warga negara Indonesia yang ikut hadir menyaksikan langsung jalannya proses penghitungan suara juga tidak segan-segan memperingatkan jika ada hal yang tidak jelas.

Sebuah lampu sorot sangat terang bahkan digunakan untuk memastikan surat suara yang dicoblos secara sah atau tidak.

3 of 3

Ucapan Selamat Pemerintah AS atas Pelaksanaan Pemilu RI 2019

Simulasi Pemilu 2019
Ilusutrasi Pemilu 2019. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pemerintah Amerika Serikat (AS), melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri setempat, Morgan Ortagus, menyampaikan ucapan selamat kepada Indonesia atas terlaksananya pemilu presiden dan legislatif pada 17 April kemarin.

Disiarkan via situs resmi Kedutaan Besar AS untuk Indonesia, ucapan selamat itu menyoroti tentang keberhasilan Indonesia dalam mengadakan pemilu simultan pertama, antara pemilihan presiden dan legislatif, pada Kamis (18/4/2019).

"Kampanye penuh semangat dan partisipasi yang kuat oleh publik, masyarakat sipil, dan media Indonesia menggarisbawahi kekuatan dan dinamika demokrasi Indonesia," puji Ortagus dalam siaran resmi terkait.

Ditambahkan olehnya, bahwa Amerika Serikat dan Indonesia telah lama berbagi prinsip serupa dalam hal demokrasi, keberagaman, dan semangat menjunjung nilai kebersaman, yang menurutnya adalah dasar kemitraan strategis bilateral kedua negara.

Selain menyinggung soal pemilu, Ortagus juga kembali menyoroti tentang peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara AS dan Indonesia.

Amerika Serikat berharap dapat terus meningkatkan kerja sama dengan para pejabat Indonesia dalam hal keterlibatan ekonomi, hubungan keamanan yang kuat, dan berbagi prioritas kebijakan global.

Lanjutkan Membaca ↓