Korban Tewas Tornado di AS Bagian Selatan Bertambah Menjadi 8 Orang

Oleh Siti Khotimah pada 16 Apr 2019, 08:21 WIB
Ilustrasi Badai Tornado (Wikimedia Commons)

Liputan6.com, Washington DC - Setidaknya delapan orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka setelah badai yang memicu tornado terjadi di beberapa negara bagian Amerika Serikat. Kematian itu dilaporkan terjadi di Mississipi, Texas, dan Louisiana.

Di Pollok, Texas, dua anak tewas ketika mobil keluarga mereka dihantam oleh pohon pinus yang ambruk, mengutip BBC News pada Selasa (16/4/2019).

Kapten Alton Lenderman dari Kantor Sheriff Amerika Serikat mengatakan pohon itu "meratakan mobil seperti pancake", tetapi kedua orangtua korban yang duduk di jok depan mobil tidak terluka.

Kedua korban diketahui berusia delapan dan tiga tahun.

Sementara itu di Alto, Texas satu orang dinyatakan tewas dan belasan lainnya terluka akibat tornado, sebagaimana dinyatakan oleh pejabat Cherokee County kepada Associated Press.

Di Texas, 60 bangunan yang terdiri atas 55 unit rumah dan gedung umum juga dikabarkan telah hancur menurut pihak berwenang setempat.

Kehancuran bangunan juga terjadi di Mississipi Amerika Serikat. Puluhan rumah di wilayah itu hancur termasuk stasiun pemadam kebakaran. Hal itu sudah dikonfirmasi oleh petugas pemadam kebakaran kepada CNN.

Lebih lanjut di Kota Monroe County, Mississippi, seorang pria berusia 95 tahun yang diidentifikasi sebagai Roy Ratliff, meninggal setelah pohon tumbang di rumahnya.

Sementara itu di Bawcomville, Louisiana, seorang anak lelaki berusia 13 tahun tewas akibat tenggelam di saluran drainase.

Adapun di dekat Birmingham, Alabama, seorang pekerja terbunuh setelah menabrak kendaraan.

Untuk diketahui, pihak berwenang telah mengatakan setidaknya terjadi 11 hantaman tornado di tiga negara bagian Amerika Serikat tersebut sebelum badai mulai bergerak menuju daerah Pantai Timur.

2 of 3

Masih Akan Terjadi

15-5-1896: Tornado 'Ganas' Porak-porandakan 1 Kota di AS
Ilustrasi tornado level F5. (Wikimedia)

Tornado ini telah bergerak dari wilayah New York menuju Atlanta hingga akhirnya tiba di Mississippi beberapa hari lalu, demikian dikutip dari laman Channel News Asia.

Lebih dari 100 juta orang dari Amerika Serikat bagian tengah ke Pantai Timur harus bersiap menghadapi risiko cuaca ekstrem pada pekan ini.

Menurut pakar meteorologi Bob Oravec dari Pusat Prediksi Cuaca Badan Layanan Cuaca Nasional AS, petir disertai putaran tornado masih akan terjadi.

"Begitu banyak kawasan di Amerika Serikat yang akan menghadapi risiko, dan itu termasuk kota-kota besar," kata Oravec.

Hampir 2.000 penerbangan di AS dibatalkan atau ditunda akibat tornado, dengan sebagian besar masalah di bandara di Dallas, Charlotte dan Chicago, menurut FlightAware.com.

Salju turun di Chicago pada hari Minggu kemarin. Sebanyak 17 tornado dilaporkan melintasi selatan dari Texas ke Alabama pada hari Sabtu dan Minggu, kata Oravec.

3 of 3

Tornado Maret Lalu

Ilustrasi kerusakan akibat Tornado yang menghantam Alabama. Saat ini proses pencarian korban masih dilakukan (AP Photo / David Goldman)
Ilustrasi kerusakan akibat Tornado yang menghantam Alabama. Saat ini proses pencarian korban masih dilakukan (AP Photo / David Goldman)

Sementara itu pada Maret lalu, tornado di Amerika Serikat juga memakan korban. Sedikitnya 14 orang dilaporkan tewas, beberapa di antaranya anak-anak, setelah tornado melanda Lee County di negara bagian Alabama, Amerika Serikat (AS), pada Minggu 3 Maret 2019.

Sherif (pejabat pemerintah) setempat, Jay Jones, mengatakan bahwa para petugas penyelamat bekerja keras semalaman penuh. Mereka mengevakuasi jasad dan korban luka dari puing-puing ratusan rumah, demikian sebagaimana dikutip dari The Straits Times.

"Tantangannya sekarang menyingkirkan puing-puing kecil yang mempersulit evakuasi," kata Jones, seraya memperkirakan bahwa jumlah korban kemungkinan bertambah.

Cuaca buruk melepaskan satu dari banyak kemungkinan tornado yang mengancam Amerika Serikat bagian selatan.

Lanjutkan Membaca ↓