KJRI Perth dan PPLN Sediakan 18 TPS Pemilu untuk WNI di Australia Barat

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 14 Apr 2019, 09:20 WIB
Diperbarui 16 Apr 2019, 09:13 WIB
Suasana salah satu TPS dari total 18 yang dibuka oleh KJRI Perth dan PPLN untuk pemilih WNI di wilayah  negara bagian Australia Barat. Pemungutan suara di Australia Barat dilaksanakan pada Sabtu 13 April 2019. (Istimewa / Liputan6.com)

Liputan6.com, Perth - Ratusan warga negara Indonesia (WNI) negara bagian di Australia Barat antusias mengikuti seluruh tahapan pemilu luar negeri (PLN) di wilayah kerja Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Perth pada Sabtu, 13 April 2019.

KJRI Perth, bekerja sama dengan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN), menghadirkan 18 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di tujuh lokasi di Australia Barat.

Menurut pihak KJRI Perth melalui akun Twitter-nya, 18 TPS tersebut tersebar meliputi area diplomasi Indonesia di pusat Kota Perth, beberapa distrik di sekitarnya, dan kota Bunbury di ujung selatan Taman Nasional Leschenault.

Dalam penyelenggaraan pemilu negeri kali ini, KJRI Perth dan PPLN membagi dua antrean pemilih, yakni yang telah melengkapi berkas secara online, dan yang mendaftar di tempat.

"Panitia dari KJRI Perth sangat tanggap terhadap agenda ini, kami diberikan alur pendaftaran yang tidak rumit, saya dan teman-teman (warga negara) Indonesia di sini sangat senang," ujar Desi Arimbi, salah seorang WNI yang dihubungi Liputan6.com via pesan Instagram, Sabtu (13/4/2019).

Desi adalah salah satu dari WNI yang memiliki untuk daftar langsung di tempat pada pelaksanaan pemilu luar negeri pada hari Sabtu kemarin. Menurutnya, tahapan yang harus dimulainya sangat mudah dan berjalan tertib.

"Panitia memberikan penjelasan yang mudah dipahami, dan prosesnya tidak membingungkan," jelas perempuan yang telah beraktivitas di Perth selama tiga tahun terakhir.

2 of 2

WNI di Australia Barat Antusias

pemilu-ilustrasi-131024c.jpg
Ilustrasi surat suara Pemilu 2019 (File / Liputan6.com)

WNI Lainnya, Arianto Hadi, yang dihubungi Liputan6.com melalui pesan Twitter, juga mengaku antusias berpartisipasi dalam pemilu luar negeri kali ini.

"Saya mendaftarkan berkas-berkas untuk ikut PLN di menit-menit terakhir. Sempat takut bermasalah, tapi pihak KJRI Perth melayani dengan baik. Saya tidak perlu khawatir golput," tulis Arianto di pesan Twitter.

Arianto adalah mahasiswa pasca-sarjana di The University of Western Australia, dan bersama dengan teman-temannya sesama WNI, berharap pemilu Indonesia berjalan lancar hingga pengumuman akhir.

Sementara dari pihak KJRI Perth, menurut salah seorang stafnya, Fahuzi Azmal, sempat ada kendala dalam menyiapkan pendaftaran langsung di tempat.

"Pemilih yang daftar di tempat lebih sedikit dari yang sudah mendaftar online, alhamdulilah berjalan lancar," katanya via pesan Twitter.

Lanjutkan Membaca ↓