Selama 99 Tahun, Wanita Ini Hidup dengan Organ Tubuh yang Salah Posisi

Oleh Afra Augesti pada 10 Apr 2019, 14:55 WIB
Ilustrasi organ manusia

Liputan6.com, Salem - Seorang wanita tua di Amerika Serikat, Rose Marie Bentley, meninggal pada usia 99 tahun karena sebab alami pada dua tahun lalu.

Namun selama hidup, dia tak pernah menyadari ada sesuatu yang aneh di dalam tubuhnya, yakni organ-organ yang salah posisi atau tak sesuai dengan tempatnya, seperti manusia pada umumnya.

Temuan ini diketahui oleh para ilmuwan di Oregon Health and Science University, Portland, ketika membedah badan Bentley. Sebelum wafat, nenek ini berwasiat bahwa dia hendak menyumbangkan organnya untuk penelitian di kampus tersebut.

Periset menambahkan, apa yang terjadi pada perempuan renta pemilik toko pakan hewan itu kemungkinan disebabkan oleh kondisi bawaan yang langka.

Siswa-siswi kelas anatomi adalah pihak pertama yang mendapati banyak organ Bentley tidak berada di tempat yang seharusnya. Meskipun telah dilakukan banyak operasi, tetapi kondisinya belum teridentifikasi.

Dokter pun terkejut saat mengetahui fakta bahwa wanita tua yang meninggal pada Oktober 2017 ini dapat menjalani hidup yang panjang dan sehat, meskipun kondisinya tak masuk akal.

Bentley memiliki situs inversus dengan levocardia (situs inversus with levocardia), yang berarti hati, usus, dan organ perutnya terbalik --dari kanan ke kiri. Namun hatinya tetap dalam posisi normal, di sisi kiri tubuh.

"Kondisi ini sangat luar biasa", kata Dr Cam Walker, asisten profesor anatomi di Oregon Health and Science University, yang membantu siswa di kelasnya mengungkap misteri tubuh Bentley.

Dr Walker mengatakan kepada BBC yang dikutip pada Rabu (10/4/2019), penemuan itu dimulai ketika murid-muridnya membedah rongga kardiovaskular dan tidak dapat menemukan pembuluh darah utama di sana.

2 of 3

Jarang Sekali Terjadi pada Manusia

Efek samping transplantasi hati
Ilustrasi hati | Via: istimewa

Situs inversus dengan levocardia jarang terjadi pada manusia, hanya sekitar sekali dalam setiap 22.000 kelahiran. Biasanya dikaitkan dengan masalah jantung yang mengancam jiwa dan kelainan lainnya.

Dr Walker memperkirakan bahwa hanya satu dari 50 juta orang yang lahir dengan kondisi ini, yang sanggup hidup hingga dewasa. Walker dan rekan-rekannya percaya Bentley mungkin orang tertua yang diketahui menua dalam keadaan abnormal ini.

Sementara itu, para ilmuwan hanya menyadari ada dua kasus serupa di mana pasien cuma mampu bertahan hidup sampai usia 70 tahun.

"Tidak ada kolega saya yang pernah melihat donor dengan situs inversus dan beberapa dari mereka telah mengajar selama lebih dari 30 tahun," ungkap Dr Walker.

Nyonya Bentley menjalani sebagian besar kehidupan dewasanya di Oregon, dekat kota Molalla di barat laut pedesaan. Dia memiliki dan mengoperasikan Bentley Feed Store bersama suaminya.

3 of 3

Kata Anak-Anak Almarhumah

Kanker Usus Besar
Ilustrasi Foto Kanker Usus Besar (iStockphoto)

Louise Allee, salah satu dari lima anak Bentley, menyampaikan kepada Oregon Health and Science University bahwa mendiang ibunya pasti akan menyukai kasus langka yang terjadi padanya, sebab bisa memberikan kontribusi bagi bidang ilmu pengetahuan.

"Mamahku mungkin berpikir ini keren sekali," uajr Allee.

Selain itu, anak-anak Bentley mengatakan kepada pihak universitas bahwa sang ibunda bisa menjalani kehidupan yang sangat sehat, tanpa kondisi kronis kecuali radang sendi.

Bentley sendiri tlah menjalani tiga kali operasi, tetapi hanya dokter yang menangani usus buntunya yang mencatat lokasi organ Bentley tidak biasa.

Tuan dan Nyonya Bentley memutuskan untuk menyumbangkan tubuh mereka ke program donasi tubuh di Oregon Health and Science University, setelah membaca sebuah puisi karya Robert Noel Test tentang cara mengenang orang-orang terkasih yang telah pergi untuk selamanya.

"Dia mungkin akan tersenyum lebar di alam baka," menurut Alle. "Mengetahui bahwa dia berbeda, tetapi berhasil melewatinya."

Lanjutkan Membaca ↓