11 Warga Sipil Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Saudi di Yaman

Oleh Siti Khotimah pada 08 Apr 2019, 09:51 WIB
Salah seorang anggota pasukan militan Houthi yang berperang dengan pemerintah Yaman (AFP Photo)

Liputan6.com, Aden - Serangan udara oleh koalisi yang dipimpin Arab Saudi di Yaman memakan korban warga sipil. Total 11 orang tewas dalam insiden tersebut, sebagian besar adalah anak-anak.

Insiden tersebut terjadi di Ibu Kota Sanaa yang dikuasai oleh Houthi. Juru bicara kementerian kesehatan setempat, Youssef al-Hadrii mengatakan serangan berlangsung pada Minggu, 7 April 2019, dengan rumah dan sekolah terdampak, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera, Senin (8/4/2019).

Selain mengonfirmasi jumlah korban tewas, ia menyebut 39 orang lain luka-luka. Sementara itu, The Associated Press menyebut jumlah korban meninggal 13 orang.

"Semua orang histeris, ada yang menangis dan berteriak," kata Fatehiya kahlani, kepala sekolah Al Raei. "Situasinya mengerikan karena warga sekolah (saat insiden) berjumlah 2.100."

Kahlani mengonfirmasi bahwa beberapa siswa tewas, dengan lainnya telah dibawa ke rumah sakit akibat serangan rudal.

Ali Ahmed, seorang siswa yang terluka menjelaskan, serangan datang tanpa dapat diprediksi.

"Kami tiba-tiba mendengar jet tempur saat kami berada di sekolah. Kami kemudian mendengar serangan pertama. Kami tetap tenang. Lalu datang serangan kedua dan ketiga, yang terkuat dari semuanya," tutur Ali.

Ia menambahkan, pecahan kaca dari gedung yang rusak membuat siswa terluka.

"Ketika serangan udara keempat masuk, kami panik dan berlari pulang."

Aliansi Saudi Bungkam

Sementara itu, aliansi Arab Saudi di Yaman tidak menyebut bahwa serangannya telah menyebabkan warga sipil terdampak.

Mereka mengatakan jet tempur menyerang kamp militer di pinggiran Sanaa di Sawan, tanpa memberikan keterangan jumlah korban.

Hal itu senada dengan laporan kantor berita pemerintah Yaman di Aden, sasaran tembak merupakan gudang senjata milik Houthi.

2 of 2

Konflik Hadi - Houthi di Yaman

Militan Houthi menguasai Hodeidah yang menjadi pelabuhan utama di Yaman (AP Photo)
Militan Houthi menguasai Hodeidah yang menjadi pelabuhan utama di Yaman (AP Photo)

Konflik di Yaman adalah antara pemerintah, Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang didukung oleh koalisi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab; dengan Houthi.

Konflik terbaru di Yaman dimulai dengan pengambilalihan Sanaa oleh pemberontak Houthi tahun 2014, berusaha menggulingkan Hadi.

Sejak saat itu, serangan udara oleh koalisi disebut-sebut telah menghantam sekolah, rumah sakit, dan pesta pernikahan, menewaskan banyak warga sipil Yaman.

Sementara itu, Houthi telah menembakkan rudal jarak jauh ke Arab Saudi dan menargetkan kapal-kapal di Laut Merah.

Pertempuran di negara termiskin di dunia Arab telah menewaskan ribuan warga sipil, menyebabkan jutaan orang menderita kekurangan makanan dan medis, dan mendorong negara itu ke ambang kelaparan.

Sekretaris Jenderal PBB untuk urusan kemanusiaan dan koordinator bantuan darurat, Mark Lowcock, mengatakan sekitar 80 persen populasi Yaman - 24 juta orang - membutuhkan bantuan kemanusiaan, termasuk hampir 10 juta "hanya satu langkah dari kelaparan" dan hampir 240.000 "menghadapi tingkat kelaparan kelaparan".

Lanjutkan Membaca ↓