Dijadwalkan Kunjungi Indonesia, Menlu Korsel Akan Bahas Kerja Sama Ekonomi

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 05 Apr 2019, 13:12 WIB
Diperbarui 05 Apr 2019, 14:17 WIB
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi bersama Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-wha di Seoul (26/7/2018) (sumber: Kementerian Luar Negeri RI)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Kang Kyung-wha dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Indonesia pada Senin 8 April 2019, di mana ia akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan menghadiri sejumlah agenda.

Keduanya akan membahas kerja sama ekonomi hingga isu-isu regional dan dunia, kata Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Desra Percaya memaparkan jadwal rencana pertemuan tersebut.

"Para Menlu akan melakukan pertemuan tatap muka (tete-a-tete), melaksanakan 3rd Joint Commission Meeting Ministerial Level, dan dialog publik pada isu milenial," kata Desra di Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Pertemuan itu merupakan tindak lanjut hasil dari berbagai bilateral kedua negara beberapa waktu terakhir, terutama, kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Seoul untuk bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada September 2018.

Keduanya juga akan membahas berbagai isu bilateral dalam kerangka hubungan "Special Strategic Partnership RI - Korea Selatan", antara lain; ekonomi, perdagangan, investasi, industri strategis, ketenagakerjaan, maritim, energi, infrastruktur, kehutanan, kesehatan, pendidikan, pembangunan dan perlindungan buruh migran Indonesia di Negeri Ginseng.

Para menteri juga akan membahas isu regional dan dunia, salah satunya proses perdamaian di Semenanjung Korea antara Korea Selatan dan Korea Utara hingga Indo Pasifik.

Sementara itu Juru Bicara Kemlu Korsel mengatakan, "para menteri berencana mendiskusikan cara-cara untuk memperkuat kerjasama substansif dan pertukaran opini seputar isu Semenanjung Korea, situasi keamanan regional dan kerja sama ASEAN-Korsel," ujarnya seperti dilansir Yonhap 3 April 2019.

 

Simak video pilihan berikut:

2 dari 3 halaman

Kesepakatan Perdagangan Bebas Indonesia-Korea

Ilustrasi bendera Korea Selatan (AP/Chung Sung-Jun)
Bendera Korea Selatan (AP/Chung Sung-Jun)

Menlu Retno dan Kang Kyung-wha juga akan membahas perkembangan kesepakatan perdagangan bebas Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) yang baru saja di-reaktivasi kembali pada Februari 2019.

"Ini wilayah bidang kerja kementerian perdagangan kedua negara, tapi para menlu mungkin akan membahas tentang sejauh mana dinamika negosiasinya berjalan," kata Desra.

"Target pemerintah, negosiasi disepakati pada November 2019."

Menteri perdagangan kedua negara, Enggartiasto Lukita dan Hyun Chong-kim, telah menandatangani pernyataan bersama reaktivasi IK-CEPA pada 19 Februari 2019.

"Melalui perjanjian ini, kedua pihak akan menyepakati penurunan tarif dan berbagai fasilitas perdagangan lainnya serta kemitraan yang saling menguntungkan," jelas Mendag Enggartiasto kala itu, seperti dikutip dari Kemendag.go.id.

Indonesia dan Korea juga sepakat mengaktivasi IK-CEPA berdasarkan prinsip-prinsip utama yaitu memastikan perjanjian akan memberikan hasil yang terbaik, saling menguntungkan, serta komprehensif yang mencakup perdagangan barang dan jasa serta bidang-bidang lainnya.

Selain itu, reaktivasi IK-CEPA juga akan dilakukan berdasarkan perjanjian multilateral dan regional yang sudah ada antara Indonesia dan Korea, misalnya ASEAN-Korea FTA (AKFTA).

Adapun tujuan dari kesepakatan ini yaitu memperkuat perekonomian kedua negara melalui peningkatan perdagangan dan investasi secara optimal.

Melalui IK-CEPA, diharapkan target perdagangan yang telah dicanangkan oleh kedua kepala negara sebesar USD 30 miliar, dalam tiga tahun ke depan dapat dicapai.

"Kedua negara tengah menyusun kerja sama kemitraan investasi yang lebih luas karena potensi kedua negara sangat besar dengan kemajuan teknologi Korea yang pesat," tutup Mendag.

Total perdagangan antara Indonesia-Korea di tahun 2018 tercatat sebesar USD 18,62 miliar, dengan nilai migas sebesar USD 3,40 miliar dan nonmigas sebesar USD 15,22 miliar. Nilai total perdagangan tersebut meningkat 14,08 persen dibandingkan tahun 2017 yang tercatat sebesar USD 16,32 miliar.

Produk ekspor utama Indonesia ke Korea adalah batu bara, tembaga, karet, kayu lapis, timah, bubur kertas, minyak kelapa sawit, alas kaki, dan produk kayu. Sedangkan, produk utama Korea yang diekspor ke Indonesia adalah minyak bumi, kapal, sirkuit terpadu elektronik, karet sintetis, kain tenun, dan baja.

3 dari 3 halaman

Dialog Publik pada Isu Milenial

Ilustrasi Generasi Milenial (iStockphoto)
Generasi Milenial Tidak Menyadari Bahwa Masalah Kesehatan Tengah Mengintai Mereka Gara-gara Kebiasaan Buruk yang Mereka Kerjakan (Ilustrasi/iStockphoto)

Kedua menteri luar negeri juga dijadwalkan menjadi pembicara dalam dialog publik pada isu milenial; "Millenials Talk With Madam Secretary" di Kemlu RI Jakarta pada Senin 8 April 2019 siang.

"Pada dialog itu, para menteri hendak membahas partisipasi kaum milenial dalam konteks hubungan Indonesia - Korea, isu-isu bilateral. regional dan global yang tengah berkembang, serta tantangan yang dihadapi kedua negara," kata Juru Bicara Kemlu RI, Arrmanatha Nasir di Jakarta.

Menlu Kyang Kung-wha juga dikabarkan berniat untuk hadir pada forum Regional Training for Women on Peace and Security di Jakarta, 8 April 2019, lanjut Arrmanatha. "Tapi, masih dikonfirmasi dulu sampai hari-H kedatangan," tambahnya.

Lanjutkan Membaca ↓