Di DK PBB, RI Dorong Dunia Patuhi Traktat Pelarangan Penyebaran Senjata Nuklir

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 03 Apr 2019, 13:39 WIB
Diperbarui 03 Apr 2019, 14:17 WIB
Ruang Sidang Dewan Keamanan PBB di New York (Kena Betancur / AFP PHOTO)

Liputan6.com, New York - Indonesia berkomitmen menempatkan isu perlucutan senjata nuklir sebagai salah satu agenda prioritas dan mendukung penuh pelaksanaan traktat non-proliferasi nuklir (pelarangan penyebaran senjata nuklir) atau non-proliferation treaty (NPT) secara konsisten.

Komitmen itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam pertemuan 'High Level Briefing on Supporting the Non-Proliferation Treaty ahead of the 2020 Review Conference' di New York, Amerika Serikat, Senin (2/4) kemarin lusa, dikutip dari siaran pers Kemlu RI yang dimuat Liputan6.com, Rabu (3/4/2019).

High-level briefing diselenggarakan dalam kerangka pertemuan Dewan Keamanan PBB, yang pada bulan ini tengah berlangsung di bawah Presidensi Jerman.

Briefing dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Jerman dan Menteri Luar Negeri Prancis untuk menyoroti semakin terbatasnya kemajuan negosiasi perlucutan senjata nuklir.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam pertemuan High Level Briefing on Supporting the Non-Proliferation Treaty ahead of the 2020 Review Conference (kredit: Kementerian Luar Negeri RI)

Indonesia mendorong tujuan utama NPT harus terus diwujudkan melalui implementasi tiga pilarnya secara berimbang, komprehensif, dan non-diskriminatif, yaitu pilar perlucutan senjata, non-proliferasi, dan penggunaan nuklir untuk tujuan damai.

Selama ini, implementasi perjanjian NPT dinilai masih imparsial dan tidak memberikan perhatian yang cukup bagi akses negara berkembang terhadap penggunaan teknologi nuklir untuk tujuan damai.

 

Simak video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Lima Dekade Traktat Non-Proliferasi Nuklir

Serangkaian Senjata Nuklir Terbaru Rusia Diuji Coba
Ilustrasi (RU-RTR Russian Television via AP)

Tahun 2020 akan menjadi momentum peringatan lima dekade sejak diberlakukannya perjanjian NPT secara resmi. Indonesia memainkan peranan penting dalam proses ini, sebagai Ketua Kelompok Kerja Gerakan Non Blok untuk non-proliferasi dan perlucutan senjata, dan karenanya mewakili suara kelompok negara-negara berkembang.

Indonesia menekankan bahwa hasil 2020 NPT Review Conference haruslah mencerminkan langkah maju yang positif, termasuk dalam memastikan hak semua negara menggunakan energi nuklir untuk tujuan damai.

Indonesia juga menegaskan komitmen untuk terlibat secara konstruktif dengan seluruh pihak dalam isu perlucutan senjata nuklir, demi mendukung terciptanya dunia internasional yang lebih aman, damai, dan sejahtera.

Menlu RI menegaskan, "keberlangsungan hidup umat manusia akan ditentukan oleh keberanian kita untuk menghapuskan senjata nuklir selamanya."

Lanjutkan Membaca ↓